Pancaroba adalah masa peralihan antara dua musim utama, musim pancaroba terjadi ketika musim kemarau beralih ke musim hujan atau sebaliknya. Pancaroba sering ditandai dengan suhu yang berubah drastis dan hujan lokal dengan intensitas tinggi yang terjadi tiba-tiba. Selain itu kelembapan udara meningkat. Musim pancaroba sering kali membawa dampak negatif secara kesehatan bagi manusia.
Perubahan suhu yang relatif cepat, membuat metabolisme tubuh bekerja ekstra untuk menjaga tubuh tetap fit. Akibat dari pancaroba, membuat virus, bakteri dan vektor penyakit lebih aktif sementara daya tahan tubuh bisa menurun. Inilah yang menyebabkan sebagian mengalami sejumlah penyakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
detikJabar merangkum 7 penyakit yang sering muncul saat musim pancaroba.
Influenza (flu)
Flu merupakan penyakit yang sering muncul di musim pancaroba, terutama bagi mereka yang memiliki metabolisme yang rendah. Virus influenza begitu mudah menyebar ketika terjadi perubahan suhu dan kelembapan udara. Gejala gejala yang terlihat sebelum flu biasanya demam dan pilek. Selain itu, batuk dan nyeri otot menjadi gejala yang umum ketika flu. World Health organization menyebut bahwa influenza sebagai penyakit musiman yang membutuhkan sistem pengawasan yang komprehensif.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
ISPA mencakup berbagai infeksi seperti bronkitis hingga pneumonia. Gejala umum yang dirasakan oleh pengidap ISPA yaitu batuk, sesak napas dan demam. Faktor pemicu utama dari ISPA yaitu suhu dan kelembapan yang tidak stabil. ISPA merupakan kesehatan utama di Indonesia dan sangat dipengaruhi kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembapan.
Ilustrasi ISPA pada Anak Foto: iStock |
Demam Berdarah Dengue (DBD)
DBD berasal dari hujan dan genangan. Ketika hujan disertai genangan, maka disitu nyamuk berkembang biak. Gigitan nyamuk ini yang merupakan menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD). Gejala DBD biasanya ditandai dengan demam tinggi, nyeri sendi, ruam dan penurunan trombosit. Curah hujan menciptakan tempat berkembang biak nyamuk. Di Indonesia, musim pancaroba sering kali terjadi, kasus DBD juga terbilang tinggi terutama di daerah timur. Data dari Survei Kesehatan Indonesia 2023, mencatat Papua sebagai daerah prevalensi DBD tertinggi.
Diare
Saat musim pancaroba terjadi, kualitas air dan sanitasi sering kali terganggu. Air bersih kadang menjadi masalah di tengah pancaroba. Gejala dari diare ialah buang air besar cair, dehidrasi dan lemas. Penyebab utama dari diare bisa saja konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Kondisi lingkungan yang buruk dan akses air bersih terbatas meningkatkan risiko diare, terutama saat banjir atau musim hujan.
Alergi
Walaupun bukan penyakit umum yang sering muncul ketika pancaroba, alergi juga dapat bereaksi bagi sebagian orang. Alergi pernapasan sering meningkat saat pancaroba karena perubahan lingkungan memicu banyak alergen beterbangan. Gejala utama yang dirasakan seperti bersin berulang, hidung tersumbat atau meler, mata gatal. Pemicu utama bisa berupa debu, serbuk sari, jamur, bersin berulang, hidung tersumbat.
Asma
Asma sering kambuh saat pancaroba terutama bagi penderita yang sensitif terhadap perubahan udara. Gejala yang dirasakan penderita asma umumnya sesak napas, mengi (napas berbunyi), batuk terutama malam hari. Global Initiative for Asthma menjelaskan bahwa perubahan cuaca dan paparan alergen merupakan pemicu utama eksaserbasi (kekambuhan) asma.
Penyakit yang sering muncul ketika musim pancaroba terkadang mengganggu. Perubahan suhu dan kelembapan yang drastis sering kali membuat daya tahan tubuh ikut menurun. Maka dari itu perlu untuk senantiasa menjaga metabolisme tubuh dengan meminum minuman herbal dan suplemen. Selain itu, menjaga air tetap higienis menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit seperti flu, diare dan DBD menjangkit diri kita.
(dir/dir)

