Cuaca panas terik mulai dirasakan di Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya beberapa hari terakhir. Namun, di tengah cuaca panas pol, hujan juga masih sering datang.
BMKG menyebut, kondisi ini merupakan bagian dari masa peralihan atau pancaroba, yakni transisi dari musim hujan ke musim kemarau.
Prakirawan BMKG Juanda, Thariq Harun menjelaskan, pada kondisi ini, masih ada potensi hujan yang bisa turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih tepatnya saat ini masa peralihan. Diprediksi hingga awal Mei," ujar Thariq saat dikonfirmasi detikJatim, Senin (6/4/2026).
Pada periode ini, karakter cuaca cenderung tidak menentu. Suhu udara bisa terasa lebih terik pada siang hari, namun di sisi lain masih berpotensi terjadi hujan.
Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada. Terutama terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih bisa terjadi selama masa peralihan.
"Waspada bencana hidrometeorologi pada masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau seperti hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, petir, puting beliung dan hujan es," jelasnya.
Selain itu, perubahan kondisi cuaca yang cukup ekstrem dalam satu hari juga berpotensi memicu gangguan kesehatan. Warga pun diimbau untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.
"Masyarakat diimbau menjaga pola hidup sehat karena perubahan kondisi cuaca di masa peralihan dapat memicu berbagai penyakit," tambahnya.
Untuk aktivitas luar ruangan, masyarakat juga disarankan menggunakan pelindung diri guna menghindari dampak paparan sinar matahari yang cukup terik.
"Bisa menggunakan pelindung kulit dan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan, menghindari paparan matahari langsung," tuturnya.
Di sisi lain, meski hujan masih berpotensi turun, masyarakat tetap diminta bijak dalam penggunaan air bersih sebagai langkah antisipasi menuju musim kemarau.
"Bijaklah menggunakan air bersih dan melakukan gerakan memanen air hujan untuk memenuhi kebutuhan air," katanya.
Thariq juga mengingatkan pentingnya memperbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas agar masyarakat dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca.
"Selalu update informasi cuaca dari BMKG sebelum beraktivitas di luar ruangan untuk kenyamanan dan keselamatan," pungkasnya.
(auh/hil)











































