Pandangan Kylian Mbappe mengenai situasi politik di negaranya menuai kritik tajam dan dianggap mengganggu fokus Prancis di Piala Dunia 2026. Pelatih Les Blues, Didier Deschamps buka suara membela kapten timnya tersebut.
Mbappe yang dibesarkan di pinggiran utara Paris dalam keluarga keturunan Aljazair dan Kamerun, mengemukakan kritiknya terhadap partai National Rally. Ia melempar kritik karena pimpinan partai sayap kanan tersebut, Marine Le Pen kerap berujar mempersoalkan keberagaman asal usul para pemain tim nasional Prancis.
"Saya tahu apa artinya dan konsekuensi apa yang dapat ditimbulkannya bagi negara saya ketika orang-orang seperti mereka berkuasa," kata kapten Prancis itu dikutip dari The Guardian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pandangan yang disampaikan Mbappe tersebut mendapat kritik dari Michel Platini, legenda hidup timnas Prancis. Sikapnya dinilai dapat memicu perselisihan.
"Anda bermain untuk seluruh rakyat Prancis, begitu Anda mengambil sikap, Anda akan berselisih dengan separuh dunia," tegas Platini.
Mengetahui anak asuhnya diterpa kritik, Didier Deschamps membela keputusan Mbappe bersuara. Menurutnya, pandangan politik bukanlah hal tabu untuk dikemukakan, termasuk bagi pesepak bola.
"Situasi geopolitik itu kompleks, tetapi itu tidak menjadikannya topik tabu. Kami membicarakan semuanya, baik itu antar pemain di antara mereka sendiri maupun di antara kami," ujar Deschamps.
Pelatih yang mengantar Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 tersebut menghormati kebebasan berekspresi para pemainnya. Ia tak melarang sekalipun yang disampaikan cukup sensitif.
"Anda memiliki kebebasan berekspresi, begitu pula para pemain saya. Saya tidak akan melarang mereka berbicara. Mereka sangat menyadari bahwa ada topik-topik sensitif, mereka adalah warga negara," terangnya.
Deschamps tak begitu mempersoalkan pandangan politik Mbappe karena itu adalah hak warga negara. Yang terpenting baginya adalah performa anak asuhnya dalam pertandingan.
"Dia juga seorang warga negara, yang berhak merasa terpengaruh. Ini akan memicu perdebatan tetapi dia akan tetap dikritik, baik dia berbicara atau tidak. Satu-satunya penilaian yang akan saya buat didasarkan pada apa yang terjadi di lapangan," pungkasnya.
