Surabaya Kian Terik, Ini Penjelasan dan Imbauan BMKG

Surabaya Kian Terik, Ini Penjelasan dan Imbauan BMKG

Aprilia Devi - detikJatim
Selasa, 21 Apr 2026 09:00 WIB
Ilustrasi musim kemarau
Ilustrasi musim kemarau (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Cuaca panas terik kian terasa di Surabaya dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi ini berkaitan dengan masa peralihan musim atau pancaroba dari hujan ke kemarau.

"Cuaca panas terik yang dirasakan di wilayah Surabaya dalam beberapa hari terakhir merupakan kondisi yang wajar terjadi pada masa peralihan atau pancaroba dari musim hujan menuju musim kemarau," ujar Prakirawan BMKG Juanda, Andrie Wijaya saat dikonfirmasi detikJatim, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, berkurangnya tutupan awan menjadi salah satu faktor meningkatnya suhu udara di siang hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada periode ini, tutupan awan cenderung berkurang sehingga radiasi matahari yang diterima permukaan bumi menjadi lebih maksimal, menyebabkan suhu udara terasa lebih panas terutama pada siang hari," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, pengaruh angin timuran dari Australia yang bersifat kering turut memperkuat kondisi panas di wilayah Jawa Timur.

"Selain itu, mulai dominannya angin timuran yang bersifat kering dari wilayah Australia turut mengurangi potensi pembentukan awan hujan," imbuhnya.

Meski cuaca cenderung panas, Andrie mengingatkan potensi hujan masih bisa terjadi secara tiba-tiba karena kondisi atmosfer yang belum stabil.

"Meskipun demikian, kondisi atmosfer yang masih labil pada masa pancaroba juga memungkinkan terjadinya hujan secara tiba-tiba pada sore atau malam hari yang dapat disertai petir dan angin kencang," katanya.

Ia menambahkan, suhu panas terik ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga musim kemarau berakhir.

"Kondisi panas terik akan berlanjut hingga musim kemarau berakhir," tegasnya.

Oleh karena itu, Andrie mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap dampak cuaca panas sekaligus perubahan cuaca yang cepat.

"Masyarakat diimbau untuk menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang cepat," tuturnya.

Masyarakat juga diimbau untuk mempersiapkan langkah antisipasi jelang musim kemarau.

"Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk mulai menghemat penggunaan air sebagai langkah antisipasi memasuki musim kemarau," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads