Round Up

Hanya Luka yang Dibawa Pulang dari Perantauan Saodah ke Arab Saudi

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 01 Okt 2025 09:00 WIB
Buruh Migran Asal Sukabumi (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Di Kampung Nangerang, Desa Purwasedar, Ciracap, Sukabumi, kepulangan seorang ibu buruh migran seharusnya menjadi kabar bahagia. Namun, bagi Saodah (56), rumah yang akhirnya ia pijak kembali setelah 16 tahun di Arab Saudi, menjadi saksi kisah pilu yang tak terbayangkan.

Ia kembali bukan dengan tangan penuh hasil kerja, melainkan tubuh penuh luka, trauma mendalam, dan hak-hak yang tak sebanding dengan penderitaan panjang.

"Niat saya ke Arab Saudi itu untuk bekerja, tapi tiba di sana saya malah dipukulin sama majikan, jadi memang selama bekerja saya dipukulin sama majikan, terus dipukulin," katanya saat ditemui di rumahnya, Selasa (30/9/2025).

Cerita Saodah bagai potongan mimpi buruk yang tak berkesudahan. Ia bukan hanya dipukuli, tetapi juga nyaris diperkosa, dirantai di halaman rumah, hingga dijemur di bawah terik matahari.

"Saya mau diperkosa sama majikan itu, saya enggak bisa komunikasi ke kampung halaman, beli hp enggak boleh. Saya dimarahi terus. Di Saudi itu 16 tahun, jadi enggak bisa komunikasi dengan keluarga. Penyiksaan terus saya alami," ucapnya.

Tiga kali ia dirantai ke tiang besi, disiram air, dipukuli. Luka-luka itu masih berbekas hingga kini, di paha dan punggungnya, saksi bisu dari penyiksaan panjang.

Hak finansial yang ia dapat pun jauh dari kata layak. Dalam 16 tahun, hanya Rp140 juta yang sempat diberikan, ditambah selembar cek Bank Riyadh senilai 35 ribu riyal-yang hingga kini tak bisa dicairkan.

Penantian Panjang Keluarga

Di Sukabumi, keluarganya bertahun-tahun menunggu kabar. Putra sulungnya, Heri, bahkan sempat mengira sang ibu telah tiada.

"Selama 16 tahun pernah laporan, ke pihak desa, ke pihak sponsor. Hanya sponsor waktu itu bilang enggak tahu, lapor ke desa hingga kecamatan kalau ke polsek belum pernah," tutur Heri.

Putus asa, keluarga sampai meminta bantuan orang pintar. "Sampai kami pernah ke orang pintar katanya sudah meninggal," kenangnya.

Namun, keajaiban itu datang pada Mei 2025. Saodah pulang. "Rasanya seperti mimpi. Dulu saya pikir ibu sudah meninggal, tapi ternyata masih bisa kembali. Walaupun keadaannya begini, tetap saya syukuri," ujar Heri.



Simak Video " Video Al Hilal Kandas di 16 Besar Liga Champions AFC Lewat Adu Penalti"


(sya/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork