Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Cimahi periode 2026 sampai 2030 melalui Musda Partai Golkar Jawa Barat, di Kota Cimahi, Senin (21/9/2026).
Sebelumnya, Ngatiyana merupakan kader PKB. Hampir dua tahun menjabat sebagai orang nomor satu di Cimahi, pensiunan TNI itu melanjutkan kiprah politiknya ke partai berlambang pohon beringin yang pada Pilkada 2024 lalu merupakan oposisi.
"Ya hari ini di Musda Partai Golkar, untuk Kota Cimahi ditetapkan saya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Cimahi masa bakti 2026-2030. Ini semuanya adalah sebuah perjuangan, sebuah perjalanan hidup," kata Ngatiyana saat ditemui, Senin (21/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses penetapan nama Ngatiyana sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Cimahi berjalan singkat. Hanya dalam waktu sepekan mulai dari proses penjaringan kader sebagai calon ketua, sampai akhirnya Ngatiyana keluar sebagai calon tunggal.
"Ini sangat singkat sekali proses untuk penetapan atau pemilihan ketua DPD ini. Dalam waktu seminggu ini, sudah terbentuk kemudian tiga hari lalu, alhamdulillah hari Jumat disampaikan, Senin terlaksana Musda," kata Ngatiyana.
Sebelum berpindah kendaraan politik, Ngatiyana mengklaim ia sudah berpamitan dan meminta izin pada PKB. Ia juga menyebut sudah meminta izin ke partai koalisi yang mengusungnya di Pilkada 2024, seperti Partai Gerindra dan PAN.
"Alhamdulillah, saya sudah mohon izin juga dengan adanya situasi dan kondisi seperti ini. Saya silaturahmi ke PKB, walaupun kemarin bapak Sekjen sedang dinas luar. Tetapi kami sudah menyampaikan, mohon petunjuk dan bagaimana arahannya tentang kegiatan ini," kata Ngatiyana.
"Kami juga sudah meminta petunjuk kepada partai koalisi, termasuk Gerindra maupun PAN. Sudah kami sampaikan dan semuanya mengizinkan dan memberikan dukungan," imbuhnya.
Ngatiyana masih malu-malu saat kepindahannya dikaitkan dengan rencana kembali maju pada Pilkada 2029 mendatang. Ia menegaskan ingin fokus menyelesaikan masa baktinya sebagai Wali Kota Cimahi periode 2024-2029 terlebih dahulu.
"Kalau untuk 2029, kita lihat nanti. Tahu sendiri jiwa saya. Kalau memang itu takdir Allah, pasti akan jalan sendiri. Dan kita juga menyadari, berikan kesempatan kepada orang lain apabila orang lain tidak ada pendukungnya, baru saya siap. Itu prinsip bagi saya," kata Ngatiyana.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Muttaqin, mengatakan Ngatiyana akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Cimahi karena kiprahnya selama ini.
"Seperti yang saya sampaikan tadi dalam sambutan (Ngatiyana). Lalu kenapa Ngatiyana? Karena beliau yang melahirkan Partai Golkar, jadi beliau harus bertanggung jawab terhadap anaknya. Kira-kira begitu," kata Daniel.
Sementara soal kemungkinan Ngatiyana disiapkan sebagai bakal calon Wali Kota Cimahi tahun 2029 mendatang, tak menutup kemungkinan hal itu akan terjadi.
"Soal dipersiapkan buat 2029? Beliau baru terpilih. Tapi kalau target itu, mungkin," kata Daniel.
Simak Video "Mencicipi Susu Domba yang Segar di Cimahi "
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
