Kondisi Rumput Si Jalak Harupat Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Kondisi Rumput Si Jalak Harupat Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Yuga Hassani - detikJabar
Senin, 21 Sep 2026 18:33 WIB
Stadion Si Jalak Harupat.
Stadion Si Jalak Harupat. (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung pastikan fasilitas Stadion Si Jalak Harupat (SJH) siap menggelar pertandingan grup B FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen internasional tersebut akan diselenggarakan pada 25 September hingga 5 Oktober 2026 mendatang.

Sejumlah pertandingan di stadion kebanggaan warga Kabupaten Bandung itu akan dilaksanakan oleh tim-tim dari grup B. Di antaranya Pakistan, Vietnam, Filipina, dan Thailand.

Sementara itu pada grup A akan diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Pertandingan di laga tersebut berisikan tim Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah mengatakan, sebelumnya stadion tersebut telah dilakukan assesmen oleh PSSI dan pihak FIFA ASEAN Cup 2026. Salah satu yang harus dilakukan perbaikan adalah pada bagian rumput.

"Saat ini sudah ada perbaikan-perbaikan dari vendor yang memang disiapkan oleh FIFA. Alhamdulillah, perbaikan rumput saat ini sudah hampir 95 persen," ujar Dicky, kepada awak media, Senin (21/9/2026).

ADVERTISEMENT

Pihaknya menjelaskan proses perbaikan telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Sehingga stadion tersebut sudah siap untuk dipakai gelaran FIFA ASEAN Cup 2026.

"Jadi intinya, kami dari Si Jalak Harupat siap menggelar pertandingan Piala ASEAN Cup 2026 untuk Grup B," katanya.

Dicky mengungkapkan stadion tersebut telah terbiasa menyelenggarakan turnamen atau event internasional. Salah satunya adalah suksesnya penyelenggaraan Piala Dunia U-17 pada tahun 2023 lalu.

"Kita optimistis karena memang Si Jalak Harupat sudah memiliki standardisasi dan lisensi PSSI internasional. Kita juga sudah menyelenggarakan Piala Dunia U-17 pada 2023," jelasnya.

Dia menginginkan turnamen internasional tersebut bisa berdampak tidak hanya terkait pertandingan. Menurutnya dampak lainnya adalah adanya peningkatan perekonomian bagi warga sekitar.

"Kami ingin penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup ini tidak hanya sukses dalam pertandingan, tetapi juga multiple effect-nya. Mudah-mudahan bisa berimbas terhadap ekonomi masyarakat, sport tourism, dan sport industry. Ini juga menjadi harapan besar bagi Kabupaten Bandung," kata Dicky.

"Nanti kami ada perintah untuk mengalokasikan UMKM di area stadion," pungkasnya.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads