Dzikir Malam Lailatul Qadar Sesuai Sunnah yang Bisa Diamalkan

Langkah Emas Raih Kemenangan

Dzikir Malam Lailatul Qadar Sesuai Sunnah yang Bisa Diamalkan

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Kamis, 12 Mar 2026 18:30 WIB
Ilustrasi dzikir
Ilustrasi dzikir. Foto: Freepik
Jakarta -

Saat malam Lailatul Qadar, berdzikir menjadi salah satu amalan yang dianjurkan untuk dilakukan umat Islam ketika menghidupkan malam-malam terakhir di bulan Ramadan.

Melalui dzikir, seorang muslim dapat mengingat Allah SWT sekaligus memperbanyak doa dan permohonan ampunan.

Dalam sejumlah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah membaca dzikir serta doa untuk memohon rahmat dan ampunan dari Allah SWT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dzikir yang Bisa Dibaca Saat Malam Lailatul Qadar

Ada beberapa dzikir yang dianjurkan untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar, khususnya setelah melaksanakan salat malam. Dzikir ini dapat diamalkan untuk memperbanyak istighfar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dikutip dari buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet karya Ibnu Watiniyah, berikut beberapa bacaan dzikir yang dapat diamalkan setelah salam.

ADVERTISEMENT

1. Istighfar Tobat

اسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدِ الظَّالِمِينَ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا

Latin: Astaghfirullāhal 'aẓīm alladzī lā ilāha illā huwal ḥayyul qayyūm wa atūbu ilaih, taubata 'abdiẓ ẓālimīn lā yamliku linafsihī ḍarran wa lā naf'an wa lā mautan wa lā ḥayātan wa lā nusyūrā. (3 kali)

Artinya: "Hamba memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Mandiri. Hamba bertobat kepada-Nya, sebagai tobat seorang hamba yang banyak berbuat dosa, yang tidak memiliki daya untuk memberi mudarat maupun manfaat bagi dirinya sendiri, tidak pula memiliki kuasa atas kematian, kehidupan, maupun kebangkitan."

2. Istighfar Memohon Ampunan

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ عَظِيمٍ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لَنَا مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Latin: Astaghfirullāhal 'aẓīm min kulli dzanbin 'aẓīm lā yaghfiru dz-dzunūba illā anta, faghfir lanā maghfiratan min 'indika warḥamnā innaka antal ghafūrur raḥīm. (3 kali)

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dari setiap dosa besar. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Maka berikanlah kami ampunan dari sisi-Mu dan limpahkanlah rahmat kepada kami. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

3. Istighfar Pendek

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ

Latin: Astaghfirullāhal 'aẓīm. (70 kali)

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."

4. Dzikir Tauhid

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيٌّ دَائِمٌ لَا يَمُوتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Lā ilāha illallāh waḥdahū lā syarīka lahū, lahul mulku wa lahul ḥamdu yuḥyī wa yumīt, wa huwa ḥayyund dā'imun lā yamūt, biyadihil khair, wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr. (11, 33, atau 200 kali)

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan. Dia Maha Hidup dan tidak akan pernah mati. Di tangan-Nya segala kebaikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

5. Tasbih dan Istighfar

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Latin: Subḥānallāhi wa biḥamdih, subḥānallāhil 'aẓīm, astaghfirullāh. (11, 33, 101, atau 200 kali)

Artinya: "Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung. Aku memohon ampun kepada Allah."

6. Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Subḥānallāh wal ḥamdu lillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar. (3 kali)

Artinya: "Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."

7. Doa Memohon Ampunan

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا يَا كَرِيمُ

Latin: Allāhumma innaka 'afuwwun karīm, tuḥibbul 'afwa fa'fu 'annā yā karīm. (33 kali)

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah kami."

8. Doa Memohon Ampunan dan Rahmat

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ

Latin: Rabbighfir lī warḥamnī wa tub 'alayya. (7, 17, 70, atau 100 kali)

Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah tobatku."

9. Sayyidul Istighfar

Selain dzikir di atas, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Dalam kitab Fiqih Islam wa Adillatuhu, Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan bahwa malam-malam tersebut sebaiknya dihidupkan dengan berbagai ibadah, salah satunya memperbanyak membaca istighfar, terutama Sayyidul Istighfar.

Berikut bacaan Sayyidul Istighfar yang diriwayatkan dalam hadits Bukhari.

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allahumma anta rabbī lā ilāha illā anta khalaqtanī wa anā 'abduka wa anā 'alā 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'ūdzu bika min syarri mā ṣana'tu, abū'u laka bini'matika 'alayya wa abū'u bidzanbī faghfir lī fa innahu lā yaghfirudz dzunūba illā anta.

Artinya: Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu yang sedapat mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah aku lakukan. Aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yang dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri. (HR Bukhari)

Doa yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar

Selain membaca dzikir, dikutip dari buku 10 Malam Akhir Ramadhan karya Shabri Shaleh Anwar, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa ketika berharap mendapatkan malam Lailatul Qadar. Salah satu doa yang dianjurkan Rasulullah SAW adalah doa yang diajarkan kepada Aisyah RA.

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku."

Dzikir ini didasarkan pada hadits berikut.

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَي لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang sebaiknya aku ucapkan pada malam itu? Beliau menjawab: "Ucapkanlah: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni." (HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)



(inf/inf)
Berburu Keutamaan Lailatul Qadar

Berburu Keutamaan Lailatul Qadar

108 konten
Keistimewaan Ramadan juga terletak pada malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Itulah malam Lailatul Qadar. Malam ini disebut jatuh pada salah satu malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads