Ali bin Abi Thalib RA dikenal sebagai sosok dermawan dan ikhlas dalam bersedekah. Dia pernah menyedekahkan satu-satunya harta yang dimilikinya sebesar 6 dirham. Uang itu mestinya akan dipakai untuk membelikan makan dua putranya.
Kisah sedekah Sayyidina Ali diceritakan dalam kitab al-Mawaaidz al-Ushfuuriyyah dari riwayat Ja'far bin Muhammad dari ayahnya yang mendengar dari kakeknya mengenai perilaku Ali. Kisah ini turut dikutip A.R. Shohibul Ulum dalam bukunya Tebarkan Salam dan Berilah Makan, juga terdapat dalam buku Sedekah Pengubah Nasib karya Aditya Akbar Hakim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diceritakan, suatu hari Ali RA bertanya kepada istrinya, Fatimah RA, apakah ada makanan untuknya pada hari itu. Fatimah pun mengatakan dengan jujur dia tak punya apa pun selain uang 6 dirham, upah memintal bulu-bulu domba milik Salman al-Farisi. Fatimah berencana menggunakan uang itu untuk membelikan makanan dua putranya, Hasan dan Husain.
Ali RA lalu meminta uang tersebut dan bergegas membelikan makanan untuk Hasan dan Husain. Di perjalanan, dia bertemu seorang laki-laki yang berkata, "Siapa yang mau meminjami Tuhan Yang Maha Pengasih dan Yang Selalu Menepati Janji?"
Tanpa berpikir panjang, Ali RA langsung memberikan uang 6 dirham yang dia bawa kepada orang tersebut lalu kembali pulang dengan tangan kosong. Fatimah yang melihat suaminya tanpa membawa apa pun untuk putra mereka lantas menangis.
Sayyidina Ali RA kemudian menjelaskan kepada Fatimah apa yang terjadi di perjalanannya. "Istriku yang mulia, aku telah meminjamkannya kepada Allah." Mendengar hal itu, sontak Fatimah berhenti menangis dan gembira atas apa yang dilakukan suaminyya.
Kemudian Ali RA keluar rumah untuk bertemu Rasulullah SAW. Di tengah perjalanan, dia bertemu seorang laki-laki Badui yang menawarkan untanya seharga 100 dirham. Ali RA mengatakan tak punya uang, tetapi laki-laki itu minta Ali RA membayar belakangan.
Ali RA pun setuju. Dibawalah unta itu ke rumah. Namun, di tengah perjalanan dia disapa seorang laki-laki yang ingin membeli untanya. Ali RA pun melepaskan dengan harga 300 dirham dan laki-laki itu membelinya kontan.
Selanjutnya Ali RA bergegas menemui Rasulullah SAW di masjid. Baginda Nabi SAW langsung tersenyum melihat kedatangan Ali RA.
"Hai Abu Hasan, kau yang bercerita atau aku yang bercerita?" sapa Rasulullah SAW.
"Engkau saja yang bercerita, wahai Rasulullah," jawab Sayyidina Ali RA.
Rasulullah SAW kemudian menanyakan kepada Ali RA siapa sosok Badui yang menjual unta dan Badui yang membeli untanya tadi. Ali RA pun menggeleng, "Allah dan Rasulnya lebih tahu."
"Berbahagialah kamu. Kamu telah meminjamkan 6 dirham kepada Allah. Allah memberimu 300 dirham. Tiap satu dirham mendapatkan ganti 50 dirham," jelas Rasulullah SAW.
"Badui yang pertama menemuimu itu Jibril, dan yang kedua itu Mikail," sambung beliau.
Ternyata sosok laki-laki Badui yang menemui Ali untuk bertransaksi unta adalah malaikat yang diutus Allah SWT. Kisah sedekah Ali bin Abi Thalib RA ini menjadi teladan bagi siapa pun yang ingin memberikan pinjaman kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan.

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam