Doa Lailatul Qadar yang Dianjurkan Nabi, Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Langkah Emas Raih Kemenangan

Doa Lailatul Qadar yang Dianjurkan Nabi, Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Tia Kamilla - detikHikmah
Selasa, 10 Mar 2026 20:45 WIB
Doa Lailatul Qadar yang Dianjurkan Nabi, Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Ilustrasi berdoa. Foto: Getty Images/iStockphoto/Sarbinaz Mustafina
Jakarta -

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang paling istimewa di bulan Ramadan. Pada malam yang lebih baik dari seribu bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan memanjatkan doa.

Salah satu doa yang dianjurkan dibaca saat malam Lailatul Qadar adalah doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada Aisyah RA. Doa ini memohon ampunan kepada Allah SWT dan kerap diamalkan oleh umat Islam ketika mencari keberkahan di malam tersebut.

Berikut bacaan doa malam Lailatul Qadar dalam Arab, latin, dan artinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doa Malam Lailatul Qadar yang Dianjurkan Nabi

Doa malam Lailatul Qadar merujuk pada hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA. Ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW,

"Ya Rasulullah, jika aku mendapati malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?"

ADVERTISEMENT

Beliau menjawab,

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

Arab latin: "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni."

Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, menyukai ampunan, maka ampunilah aku." (HR. Tirmidzi)

Dalam buku Tiket ke Surga (Doa-Doa Mustajab) karya Abdul Majid dan Isfa'udin dijelaskan bahwa doa Lailatul Qadar adalah doa yang dibaca pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Malam ini biasanya dicari pada malam-malam ganjil, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan.

Doa ini dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW agar umat Islam mendapat kebaikan dan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat. Tak heran jika pada sepuluh hari terakhir Ramadan, Rasulullah SAW juga semakin giat beribadah. Beliau memperbanyak salat, doa, dan amalan lainnya dengan harapan bisa meraih malam Lailatul Qadar yang penuh keberkahan.

Cara Mengamalkan Doa Malam Lailatul Qadar

Mengutip situs resmi Nahdlatul Ulama, doa Lailatul Qadar bisa dibaca kapan saja selama bulan Ramadan. Namun, agar lebih maksimal, doa ini dianjurkan untuk diamalkan secara rutin pada 10 malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Hal ini karena mayoritas ulama Mazhab Syafi'i berpendapat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada rentang waktu tersebut.

Keutamaan Membaca Doa Malam Lailatul Qadar

Membaca doa pada malam Lailatul Qadar menjadi salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Pada malam yang penuh kemuliaan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk memohon ampunan kepada Allah SWT melalui doa.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa memperbanyak doa dan istighfar termasuk amalan sunnah yang dianjurkan ketika mencari malam Lailatul Qadar.

Pada malam Lailatul Qadar, setiap amal ibadah yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Qadr ayat 3,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ

Lailatul-qadri khairum min alfi syahr(in)

Artinya: "Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan."

Sebagian ulama menyebut pahala ibadah di malam Lailatul Qadar setara dengan 83 tahun, sehingga malam ini menjadi momen yang sangat istimewa untuk memperbanyak doa, salat, dan dzikir kepada Allah SWT.

Hadits Tentang Waktu Malam Lailatul Qadar

Menukil buku Latha'iful Ma'arif: Amalan-amalan Dalam Setahun karya Ibnu Rajab Al-Hanbali, dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW bermimpi melihat Lailatul Qadar pada tujuh malam terakhir Ramadan. Menanggapi hal itu, Rasulullah SAW bersabda,

"Aku melihat mimpi kalian memiliki titik temu pada tujuh malam terakhir. Maka dari itu, barangsiapa yang ingin mencarinya, maka hendaklah dia mencarinya pada tujuh malam terakhir."

Dalam riwayat Muslim lainnya, dari Abdullah bin Umar, Nabi Muhammad SAW juga bersabda, "Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir. Jika memang salah seorang dari kalian lemah atau tidak mampu, maka jangan sampai dia kalah di tujuh malam terakhir."

Rasulullah SAW pun mencontohkan kesungguhan dalam mencari Lailatul Qadar. Pada awalnya, beliau beri'tikaf pada sepuluh malam pertama Ramadan, lalu melanjutkannya pada sepuluh malam kedua. Hal itu dilakukan lebih dari sekali. Hingga akhirnya, beliau menetapkan i'tikaf pada sepuluh malam terakhir dan memerintahkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar pada waktu tersebut.

Meski begitu, waktu pasti Lailatul Qadar memang tidak disebutkan secara jelas. Namun, berdasarkan hadits-hadits yang ada, malam ini dianjurkan untuk dicari pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada tujuh malam terakhir, dan lebih ditekankan lagi pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.




(inf/inf)
Berburu Keutamaan Lailatul Qadar

Berburu Keutamaan Lailatul Qadar

108 konten
Keistimewaan Ramadan juga terletak pada malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Itulah malam Lailatul Qadar. Malam ini disebut jatuh pada salah satu malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads