Pada malam yang lebih baik dari seribu bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon ampun kepada Allah SWT. Ada sejumlah doa memohon ampunan yang bisa diamalkan saat Lailatul Qadar.
Doa-doa ini bersumber dari hadits Rasulullah SAW maupun doa yang sering diamalkan para ulama. Lantas, apa saja doa memohon ampunan yang bisa diamalkan saat Lailatul Qadar? Simak bacaannya berikut ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
6 Doa Memohon Ampunan Saat Lailatul Qadar
Berikut ini adalah beberapa doa memohon ampunan yang bisa diamalkan saat Lailatul Qadar sesuai anjuran Rasulullah SAW mengacu pada sejumlah hadits.
1. Doa Ampunan dari Aisyah RA
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ، تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Arab latin: Allaahumma innaka 'afuwwun kariim, tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Mulia. Engkau senang memberi maaf, maka maafkanlah aku." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad, dari Aisyah)
2. Doa Ampunan dari Ibnu Umar RA
رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Arab latin: Rabbighfirlii wa tub 'alayya innaka antat tawwaabur rahiim
Artinya: "Wahai Rabb, ampunilah aku, terimalah tobatku, sungguh Engkau Maha Penerima tobat dan Maha Penyayang." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi, dari Ibnu Umar)
3. Doa Ampunan dari Abu Bakar RA
اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ
Arab latin: Allahumma innii zhalamtu nafsii zhulman katsiiran wa laa yaghfirudzunuuba illa anta faghfir lii maghfiratan min 'indika, warhamnii innaka antal ghafuurur rahiim
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku menzalimi diriku dengan kezhaliman yang banyak, dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau, ampunilah aku dengan pengampunan dari sisi-Mu, kasihanilah aku, sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (HR Bukhari dan Muslim, dari Abu Bakar)
4. Doa Ampunan dari Abu Musa Al-Asy'ari RA
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ، وَجَهْلِيْ، وَإِسْرَافِيْ فِي أَمْرِيْ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ جَدِّيْ وَهَزْلِيْ، وَخَطَئِيْ وَعَمْدِيْ، وَكُلُّ ذلِكَ عِنْدِيْ، اللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ، وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ، وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ، وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Arab latin: Allahummaghfirlii khathiiatii wa jahlii wa israfii fii amrii wamaa anta a'lamu bihi minnii. Allahummaghfirlii jaddii wa hazlii wa khata-i wa 'amdi wa kullu zalika 'indii. Allahummaghfirli maa qaddamtu wamaa akhkhartu wamaa asrartu wama a'lantu wamaa anta a'lamu bihi minnii, antal muqaddimu wa antal muakhkhiru wa anta 'ala kulli syai-in qadir.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, keberlebih-lebihan dalam perkaraku, dan apa yang Engkau lebih mengetahui daripada aku. Ya Allah, ampunilah diriku dalam kesungguhanku, kelalaianku, kesalahanku, kesengajaanku, dan semua itu adalah berasal dari sisiku. Ya Allah, ampunilah aku dari segala dosa yang telah aku lakukan dan yang belum aku lakukan, segala dosa yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan, dan dosa yang Engkau lebih mengetahui daripada aku, Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Yang Maha Mengakhirkan, dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (HR Bukhari dan Muslim, dari Abu Musa Al-Asy'ari)
5. Bacaan Istighfar
أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ
Arab latin: Astaghfiru llâhal 'adhim
Artinya: "Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung."
6. Sayyidul Istighfar
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكُ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِن شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكِ َعَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ فَاغْفِر لِيْ فَإِنهَّ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Arab latin: Allahumma anta rabbi laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzubika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya wa abuu-u laka bidzanbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta
Artinya: "Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau." (HR Bukhari, dari Syaddad bin Aus)
Kapan Malam Lailatul Qadar 2026?
Rasulullah SAW menganjurkan mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Dengan begitu, malam yang istimewa ini berlangsung mulai malam ke-21 Ramadan.
Berdasarkan sidang isbat, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Maka, malam ke-21 Ramadan bertepatan dengan Selasa, 10 Maret 2026 malam.
Dalam Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi disebutkan, Lailatul Qadar berada pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir. Rasulullah SAW bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: "Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan." (HR Bukhari)
Berikut adalah tanggal perkiraan malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan 2026:
- Malam 21 Ramadan: Selasa, 10 Maret 2026 malam
- Malam 23 Ramadan: Kamis, 12 Maret 2026 malam
- Malam 25 Ramadan: Sabtu, 14 Maret 2026 malam
- Malam 27 Ramadan: Senin, 16 Maret 2026 malam
- Malam 29 Ramadan: Rabu, 18 Maret 2026 malam
Namun, waktu pastinya tetap menjadi rahasia Allah SWT. Hanya saja, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026