Hari Ini Malam 27 Ramadan, Perbanyak Baca Doa Lailatul Qadar

Langkah Emas Raih Kemenangan

Hari Ini Malam 27 Ramadan, Perbanyak Baca Doa Lailatul Qadar

Kristina - detikHikmah
Senin, 16 Mar 2026 14:45 WIB
Ilustrasi lailatul qadar
Ilustrasi malam Lailatul Qadar. Foto: Freepik
Jakarta -

Ramadan 1447 H sebentar lagi akan berlalu. Malam ini, umat Islam Indonesia yang memulai puasa pada 19 Februari 2026 akan memasuki malam ke-27 Ramadan.

Malam ke-27 Ramadan termasuk malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Imam an-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin memaparkan sejumlah hadits yang menyebut Rasulullah SAW selalu beriktikaf pada malam terakhir Ramadan dan menganjurkan umatnya mencari Lailatul Qadar.

وَعَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُجَاوِرُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، وَيَقُولُ : تَحرُّوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ. (متفق عليه)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: Dari Aisyah, dia bercerita, Rasulullah giat sekali beriktikaf pada sepuluh malam yang terakhir Ramadan. Beliau bersabda, "Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan." (Muttafaq Alaih, hadits shahih)

Dalam riwayat lain dikatakan:

ADVERTISEMENT

وَعَنْ عَائِشَةَ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ. (رواه البخاري)

Artinya: Dari Aisyah, Rasulullah bersabda, "Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan." (HR Al-Bukhari, hadits shahih)

Baginda Nabi SAW menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dan membangunkan keluarganya. Beliau beribadah dengan sungguh-sungguh, sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih lainnya yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.

Dalil Lailatul Qadar pada Malam 27 Ramadan

Ada pendapat yang meyakini Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27 Ramadan. Pendapat ini bersandar pada hadits dari Ubay bin Ka'ab berikut:

عن زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ يَقُولُ سَأَلْتُ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقُلْتُ إِنَّ أَخَاكَ ابْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ مَنْ يَقُمُ الْحَوْلَ يُصِبْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَقَالَ رَحِمَهُ اللَّهُ أَرَادَ أَنْ لَا يَتَّكِلَ النَّاسُ أَمَا إِنَّهُ قَدْ عَلِمَ أَنَّهَا فِي رَمَضَانَ وَأَنَّهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ وَأَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعِ وَعِشْرِينَ ثُمَّ حَلَفَ لَا يَسْتَثْنِي أَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعِ وَعِشْرِينَ فَقُلْتُ بِأَيِّ شَيْءٍ تَقُولُ ذَلِكَ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ قَالَ بِالْعَلَامَةِ أَوْ بِالْآيَةِ الَّتِي أَخْبَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا تَطْلُعُ يَوْمَئِذٍ لَا شُعَاعَ لَهَا

Artinya: Dari Zirr bin Hubaisy RA dia berkata, "Aku pernah bertanya pada Ubay bin Ka'ab RA, lalu aku berkata, 'Saudaramu, Ibnu Mas'ud pernah berkata, "Siapa beribadah setahun penuh, maka ia akan mendapatkan Lailatul Qadar." Lalu Ubay bin Ka'ab berkata, "Ibnu Mas'ud bermaksud agar orang-orang tidak menyempitkan (waktu untuk beribadah). la sudah tahu bahwa Lailatul Qadar ada di bulan Ramadan, pada sepuluh malam yang terakhir, yaitu pada malam ke-27.' Kemudian Ubay bin Ka'ab bersumpah tanpa pengecualian bahwa Lailatul Qadar ada pada malam ke-27. Aku bertanya kepada Ubay bin Ka'ab, 'Atas dasar apa kamu berkata demikian, wahai Abu Mundzir?' la menjawab, 'Atas dasar tanda yang telah diberitahukan kepada kami oleh Rasulullah SAW bahwa pada hari itu matahari tidak memancarkan sinarnya." (HR Muslim)

Hadits tersebut terdapat dalam kitab At-Tadzhib fi Adillati Matnil Ghaya wa Taqrib karya Imam Muslim yang diterjemahkan Abu Ahsan bin Usman dengan judul Kitab Puasa dan Kitab I'tikaf: Seri Mukhtashar Shahih Muslim.

Hadits serupa juga terdapat dalam Sunan Abi Sawud, Musnad Ahmad, dan Sunan Tirmidzi. At-Tirmidzi mengatakan hadits yang menyebut malam Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-27 Ramadan statusnya hasan shahih.

Selain dari riwayat Ubay bin Ka'ab, Ibnu Umar RA juga mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ مُتَحَرِّهَا، فَلْيَتَحَرَّهَا فِي لَيْلَة سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ

Artinya: "Siapa saja yang berupaya untuk mendapati Lailatul Qadar, hendaklah ia berupaya untuk mendapatinya pada malam ke-27." (HR Ahmad dalam Musnad-nya)

Meski terdapat hadits yang menyebut Lailatul Qadar kemungkinan terjadi pada malam ke-27 Ramadan, hanya Allah SWT yang mengetahui waktu pastinya. Rasulullah SAW sempat akan memberitahukan waktunya tetapi Allah SWT mencabut pengetahuan tentangnya. Nabi SAW kemudian menganjurkan umatnya bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan.

Doa Malam Lailatul Qadar

Sayyidah Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang doa apa yang dibaca pada malam Lailatul Qadar. Rasulullah SAW kemudian mengajarkan doa berikut:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī

Artinya, "Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pengampun yang menyukai ampunan. Aku mohon kepada-Mu, ampunilah aku."

Bacaan doa malam Lailatul Qadar tersebut terdapat dalam hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi dan dia mengatakannya hasan shahih.

Wallahu a'lam.




(kri/inf)
ramadan penuh hikmah
Berburu Keutamaan Lailatul Qadar

Berburu Keutamaan Lailatul Qadar

108 konten
Keistimewaan Ramadan juga terletak pada malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Itulah malam Lailatul Qadar. Malam ini disebut jatuh pada salah satu malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads