Malam Lailatul Qadar Menurut Imam al-Ghazali Jika Awal Puasa Kamis

Langkah Emas Raih Kemenangan

Malam Lailatul Qadar Menurut Imam al-Ghazali Jika Awal Puasa Kamis

Kristina - detikHikmah
Minggu, 15 Mar 2026 06:00 WIB
Ilustrasi malam lailatul qadar yang terletak pada akhir Ramadan.
Ilustrasi malam Lailatul Qadar. Foto: Getty Images/iStockphoto/pinnacleanimates
Jakarta -

Malam Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan. Allah SWT menggambarkan kemuliaannya dalam Al-Qur'an surah Al-Qadr.

Allah SWT berfirman:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar." (QS Al-Qadr: 1-5)

ADVERTISEMENT

Menurut Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, beribadah pada Lailatul Qadar bernilai tinggi di sisi Allah SWT. Ibadah pada malam ini melebihi ibadah seribu bulan.

Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan, tepatnya pada malam-malam ganjilnya. Dalam hadits shahih dikatakan:

وَعَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهُ، ﷺ يُجَاوِرُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، وَيَقُولُ : تَحرُّوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ. (متفق عليه)

Artinya: "Dari Aisyah, dia bercerita, Rasulullah giat sekali beriktikaf pada sepuluh malam yang terakhir Ramadan. Beliau bersabda, 'Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan'." (Muttafaq 'Alaih, shahih)

Aisyah RA juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَعَنْ عَائِشَةَ فِي الْوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: "Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan." (HR Bukhari)

Hadits-hadits tersebut terdapat dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi.

Rumus Malam Lailatul Qadar Imam al-Ghazali

Hujjatul Islam Imam al-Ghazali mengatakan prediksi turunnya malam Lailatul Qadar ditentukan oleh awal Puasa Ramadan. Menurut penjelasan dalam buku Sukses Berburu Lailatul Qadar karya Muhammad Adam Hussein yang mengutip Kitab I'anatut Thalibin, berikut rumus prediksi Lailatul Qadar menurut Imam al-Ghazali:

  • Jika awal puasa hari Minggu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29
  • Jika awal puasa hari Senin, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21
  • Jika awal puasa hari Selasa, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27
  • Jika awal puasa hari Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29
  • Jika awal puasa hari Kamis, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25
  • Jika awal puasa hari Jumat,maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27
  • Jika awal puasa hari Sabtu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23

Prediksi Imam al-Ghazali itu senada dengan prediksi dari hadits Abi Alhasan Assyadzili. Haditsnya terdapat dalam Kitab Hasyiyah as-Showi 'ala Tafsir al-Jalalain.

Meski demikian, kepastian Lailatul Qadar hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Rasulullah SAW sempat akan memberitahukan hal ini tetapi Allah SWT mencabut pengetahuan tentangnya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ubadah bin Shamit, Rasulullah SAW pergi menemui para sahabat untuk mengabarkan Lailatul Qadar. Namun, saat itu ada perselisihan antara dua orang muslim. Rasulullah SAW bersabda:

إِنِّيْ خَرَجْتُ لِأُخْبِرَكُمْ بِلَيْلَةِ القَدْرِ، فتلاحَى فُلَانٌ وَفُلاَنٌ، فَرُفِعَتْ، فَعَسَى أَنْ يَكُوْنَ خَيْرًا لَكُمْ، فَالْتَمِسُوْهَا فِي التَّاسِعَةِ وَالسَّابِعَةِ وَالْخَامِسَةِ

Artinya: "Aku datang kemari untuk mengabarkan tentang Lailatul Qadar, tetapi si Fulan dan si Fulan berselisih, maka kabar itu (tanggal turunnya) pun telah diangkat, mungkin itu yang lebih baik bagi kalian carilah ia (Lailatul Qadar) pada tanggal tujuh, sembilan, atau kelima (maksudnya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan)." (Shahih Bukhari)

Wallahu a'lam.




(kri/dvs)
Berburu Keutamaan Lailatul Qadar

Berburu Keutamaan Lailatul Qadar

108 konten
Keistimewaan Ramadan juga terletak pada malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Itulah malam Lailatul Qadar. Malam ini disebut jatuh pada salah satu malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads