Dzikir Petang Penangkal Musibah yang Diajarkan Rasulullah

Dzikir Petang Penangkal Musibah yang Diajarkan Rasulullah

Kristina - detikHikmah
Senin, 13 Jul 2026 17:47 WIB
Ilustrasi Berdoa.
Ilustrasi mengamalkan dzikir petang penangkal musibah. Foto: Mohamed Hassan/Pixabay
Jakarta -

Rasulullah SAW pernah mengajarkan sebuah dzikir yang apabila dibaca bisa menjadi pelindung dari segala musibah. Dzikir ini bisa diamalkan pada pagi, sore, dan malam hari.

Dzikir penangkal musibah ini dipaparkan Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar terjemahan Arif Hidayat mengacu pada riwayat dalam Sunan Abu Dawud dan Sunan At-Tirmidzi dari Utsman bin Affan RA. Dalam riwayat Abu Dawud dikatakan, orang yang membaca dzikir ini sebanyak tiga kali, maka tidak akan tertimpa musibah secara tiba-tiba.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidakkah seseorang yang mengucapkan kalimat pada waktu pagi, sore, malam, dan setiap harinya dengan 'Dengan menyebut nama Allah yang tiada suatu pun di bumi dan di langit yang dapat membahayakan-Nya, Dia adalah Dzat yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui' sebanyak tiga kali maka ia tidak akan dibahayakan dengan sesuatu." (HR At-Tirmidzi dan ia menyatakan hasan shahih)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun bacaan dzikir yang dimaksud adalah sebagai berikut.

Bacaan Dzikir Petang Penangkal Musibah

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

ADVERTISEMENT

Bismillāhilladhī lā yaḍurru ma'asmihi shay'un fīl-arḍi wa lā fīs-samā'i wa huwa as-samī'ul-'alīm

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang tiada suatu pun di bumi dan di langit yang dapat membahayakan-Nya, Dia adalah Dzat yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui."

Selain dzikir tersebut, Rasulullah SAW juga mengajarkan bacaan lain untuk diamalkan begitu masuk waktu petang. Berikut bacaannya:

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وِبِالإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا

Radhītu billāhi rabbā, wa bil islāmi dīnā, wa bi Muhammadin shallallāhu 'alaihi wa sallama nabiyyan wa rasūlā.

Artinya: "Aku rela Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabiku."

Orang yang memanjatkan dzikir tersebut, kata Rasulullah SAW, maka dia berhak mendapat ridha Allah SWT. Hal ini bersandar pada hadits dalam Sunan At-Tirmidzi dari Tsauban RA.

Dzikir Petang untuk Membebaskan Diri dari Neraka

Dalam Sunan Abu Dawud terdapat hadits tentang bacaan dzikir petang dengan sanad yang bagus dan Abu Dawud dia tidak mendhaifkannya. Dzikir ini dapat membebaskan seseorang dari neraka. Berikut bacaannya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ

Allahumma innii ashbahtu usyhiduka wa usyhiduhamalata 'arsyika, wa malaa'ikataka wa jamii'a khalqika, annaka antallahu laa ilaaha illaa anta wahdaka laa syariika laka, wa anna Muhammadan 'abduka wa rasuuluk.

Artinya: "Ya Allah aku telah memasuki waktu pagi, dengan persaksian-Mu dan disaksikan para pemangku 'Arsy-Mu, para malaikat, dan seluruh makhluk-Mu, sesungguhnya Engkau adalah Allah yang tiada Ilah selain Engkau, sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan Rasul-Mu."

Menurut hadits, membaca dzikir tersebut pada pagi dan petang akan membebaskan seperempat dirinya dari neraka. Membacanya dua kali akan membebaskan setengah dirinya dari neraka. Membacanya tiga kali akan membebaskan tiga perempat dirinya dari api neraka dan mengucapkannya empat kali akan membebaskan sepenuhnya dari api neraka.

Wallahu a'lam.



(kri/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads