Dalil Puasa Nisfu Syaban, Apakah Termasuk Hadits Shahih?

Dalil Puasa Nisfu Syaban, Apakah Termasuk Hadits Shahih?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Jumat, 30 Jan 2026 20:00 WIB
Ilustrasi Nisfu Syaban
Malam Nisfu Syaban (Foto: Adnan Khalid/Pixabay)
Jakarta -

Nisfu Syaban jatuh pada pertengahan bulan Syaban, tepatnya tanggal 15. Biasanya, momen ini diisi dengan berbagai amalan termasuk puasa Nisfu Syaban.

Menurut buku Pintar Menjahit untuk Pemula karya Herdiansyah Achmad, hukum puasa Nisfu Syaban adalah sunnah. Cara pengerjaannya sama seperti puasa sunnah biasa, yang membedakan hanya pada niat.

Lantas, adakah dalil terkait puasa Nisfu Syaban?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalil Puasa Nisfu Syaban Sifatnya Lemah

Dilansir dari kitab Fiqh As Sunnah oleh Sayyid Sabiq terjemahan Khairul Amru Harahap, tidak ada dalil shahih terkait puasa Nisfu Syaban dengan keyakinan memiliki keutamaan tertentu. Namun, terdapat hadits yang berasal dari Mu'awiyah bin Abdillah bin Ja'far dengan status lemah.

ADVERTISEMENT

Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Jika masuk malam pertengahan bulan Syaban maka salatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya. Karena Allah turun ke langit dunia ketika matahari terbenam..." (HR Ibnu Majah)

Kemudian diterangkan dalam buku Kumpulan Tanya Jawab Bid'ah dalam Ibadah susunan Hammud bin Abdullah Al Mathr yang diterbitkan Darul Falah, muslim yang rutin puasa Ayyamul Bidh pada 13, 14 dan 15 setiap bulan maka tak masalah baginya mengerjakan puasa pada 15 Syaban (Nisfu Syaban).

Berkaitan dengan itu, orang yang berpuasa pada 15 Syaban dianggap seperti berpuasa pada bulan-bulan lain atau tidak mengkhususkan hari itu.

Meski tidak ada dalil shahih mengenai puasa Nisfu Syaban, terdapat dalil yang shahih berkenaan dengan puasa pada bulan Syaban. Hal ini sesuai dengan hadits Aisyah RA yang berkata:

"Tidaklah aku melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan, dan tidaklah aku melihatnya puasa paling banyak dalam sebulan, kecuali bulan Syaban." (HR Bukhari dan Muslim)

Selain itu ada juga hadits lain yang berasal dari Ummu Salamah RA.

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Syaban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan." (HR Abu Dawud dan An-Nasa'i. Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Kapan Puasa Nisfu Syaban 2026?

Mengacu pada Kalender Hijriah Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, puasa Nisfu Syaban berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026. Puasa dilakukan sejak matahari terbit sampai terbenam.

Niat Puasa Nisfu Syaban

Masih dari sumber yang sama, berikut niat puasa Nisfu Syaban yang bisa dibaca muslim.

1. Niat Puasa Nisfu Syaban Malam Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu souma ghadin 'an ada'i sunnati Sya'bana lillahi ta'ala.

Artinya: "Hamba niat puasa sunah Syaban esok hari karena Allah SWT."

2. Niat Puasa Nisfu Syaban Jika Kesiangan

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu souma hadzalyaumi 'an ada'i sunnati Sya'bana lillahi ta'ala.

Artinya: "Hamba niat puasa sunah Syaban hari ini karena Allah SWT."



(aeb/erd)
Amalan Nisfu Syaban

Amalan Nisfu Syaban

99 konten
Nisfu Syaban adalah waktu pertengahan bulan Syaban yang jatuh pada 15 Syaban dalam kalender Hijriah. Rasulullah SAW dalam haditsnya menganjurkan muslim untuk memperbanyak ibadah pada momen tersebut.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads