Basnang Said mengukir sejarah baru di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) RI. Pria asal Soppeng, Sulawesi Selatan ini resmi dilantik oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren Kemenag pertama pada Selasa (15/9/2026).
Pelantikan Basnang Said sebagai orang nomor satu di Ditjen Pesantren tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 114/TPA Tahun 2026. Pembentukan Ditjen Pesantren sebagai satuan kerja Eselon I yang berdiri sendiri ini berlandaskan Perpres Nomor 18 Tahun 2026 dan PMA Nomor 16 Tahun 2026.
Lantas, bagaimana rekam jejak dan profil Basnang Said hingga mampu dipercaya mengemban amanah ini?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profil Basnang Said
Mengutip laman Pondok Pesantren As'adiyah Sengkang, Basnang Said lahir di Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, pada 2 Desember 1976. Tumbuh dari latar belakang keluarga yang sederhana, kecintaannya pada ilmu agama dipupuk sejak dini di lingkungan pesantren.
Pendidikan dasarnya ditempuh di MI As'adiyah Lompulle. Ia kemudian melanjutkan jenjang menengah di MTs I Putera Pondok Pesantren As'adiyah Sengkang (lulus 1990) dan MA Putera Pondok Pesantren As'adiyah Sengkang (lulus 1993). Lingkungan As'adiyah tidak hanya membekali Basnang dengan keilmuan Islam yang kuat, tetapi juga menempa karakter dan kepemimpinannya.
Haus akan ilmu pengetahuan, alumni As'adiyah ini melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Seluruh jenjang pendidikan tingginya diselesaikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar:
- Sarjana Agama (S1): Fakultas Tarbiyah UIN Alauddin Makassar (Lulus 1998).
- Magister Agama (S2): Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar (Lulus 2001).
- Program Doktor (S3): Menempuh studi doktoral di UIN Alauddin Makassar (Lulus 2011)
Karier Basnang Said
Sebelum menjabat sebagai Dirjen Pesantren, Basnang Said telah berkarier di Kemenag RI. Ia memulai kariernya sebagai PNS Departemen Agama Kabupaten Polewali Mandar.
Basnang Said juga bekerja sebagai dosen Fakultas Agama Islam Universitas Al-Asy'ariyah Polewali Sulawesi Barat. Seiring berjalannya waktu, ia didapuk menjadi dekan di fakultas tersebut pada 2006-2010.
Sampai akhirnya, Basnang Said menduduki posisi strategis di Kemenag sebagai Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam setelah lolos seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT). Selain itu, Basnang Said juga merupakan Ketua Komisi Pesantren Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Kini, setelah Ditjen Pesantren resmi terpisah dari Ditjen Pendidikan Islam, Menag Nasaruddin Umar menitipkan pesan khusus kepada Basnang Said untuk langsung tancap gas.
"Dalam tempo 100 hari pondok pesantren ini ada kejutan-kejutan positif yang Anda bisa lakukan, dan orang bisa merasakan, 'Oh ini bedanya dulu dan sekarang'," ujar Menag Nasaruddin Umar saat pelantikan di Jakarta.
Sebagai Dirjen Pesantren pertama, Basnang Said kini diemban tugas besar untuk membangun tata kelola kelembagaan baru serta memperkuat sinergi dengan ribuan pondok pesantren di seluruh Indonesia.
