Malam Nisfu Syaban adalah malam yang istimewa dalam satu tahun. Banyak muslim menghidupkan malam ini dengan berbagai amalan, salah satunya sholat Nisfu Syaban.
Bagi umat Islam yang ingin melakukan sholat tersebut, mengetahui jadwal pastinya sangat penting agar tidak melewatkan momen berharga untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Untuk itu, berikut penjelasan lengkap mengenai waktu pelaksanaan hingga tinjauan hukum berdasarkan pendapat para ulama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sholat Nisfu Syaban 2026 Tanggal 2 Februari Malam
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, 15 Syaban 1447 H atau Nisfu Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Mengingat sistem penanggalan Hijriah memulai hari setelah matahari terbenam, maka sholat Nisfu Syaban bisa dikerjakan pada Senin, 2 Februari 2026 malam, tepatnya setelah sholat Magrib.
Hukum Sholat Nisfu Syaban
Ulama berbeda pendapat terkait hukum sholat Nisfu Syaban. Sebagian menganjurkan, tapi kebanyakan menyebut tak ada dalil kuat. Dalam Ihya 'Ulumuddin terjemahan Purwanto, Imam al-Ghazali mengatakan pada malam Nisfu Syaban umat Islam dianjurkan melaksanakan sholat 100 rakaat. Setiap rakaatnya bisa membaca surah Al-Fatihah dan 10 kali surah Al-Ikhlas.
Sementara Ibnu Dihyah dalam Asna Al-Mathalib yang dinukil dari buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan susunan Abu Maryam Kautsar mengatakan tidak ada satu pun riwayat yang shahih tentang malam Nisfu Syaban dan para perawi yang jujur tidak menyampaikan adanya sholat khusus pada malam ini.
Keutamaan Nisfu Syaban
Terdapat perbedaan pendapat terkait keutamaan Nisfu Syaban di kalangan ulama. Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya 'Ulumuddin mengatakan Nisfu Syaban termasuk salah satu malam yang memiliki keutamaan.
Kata Imam al-Ghazali, umat Islam tidak boleh mengabaikan malam-malam yang istimewa--salah satunya malam Nisfu Syaban--karena malam tersebut adalah masa untuk beramal dan waktu terbaik untuk berniaga dalam perkara agama. Barang siapa lalai dan lengah pada masa tersebut, maka dia tidak akan menuai laba.
Dalam kitab Mukasyafatul Qulub, Imam al-Ghazali memaparkan hadits tentang keutamaan malam Nisfu Syaban. Rasulullah SAW bersabda, "Allah melihat para hamba-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu dia mengampuni penduduk bumi kecuali dua laki-laki, yaitu orang musyrik dan orang yang bertengkar."
Nisfu Syaban juga disebut sebagai malam penghapus dosa dan malam kehidupan berdasarkan hadits al-Mudziri, "Barang siapa yang menghidupkan dua malam hari raya dan malam Nisfu Syaban, maka hatinya tidak mati di saat hati orang-orang mati."
Sementara Al-Hafizh Abu Syamah dalam Al-Ba'its 'ala Inkaril Bida yang dinukil dari buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan oleh Abu Maryam Kautsar Amru mengatakan, "Para ulama ahli hadits shahih dan kritik perawi mengatakan, 'Tidak terdapat satu pun hadits shahih yang menyebutkan keutamaan malam Nisfu Syaban'."
Wallahu a'lam.

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam