- Mukjizat-mukjizat Nabi Isa AS 1.Mampu Berbicara Saat Bayi 2. Dilahirkan Tanpa Sosok Ayah 3. Menghidupkan Burung dari Tanah Liat 4. Menghidupkan Orang yang Sudah Mati 5. Menyembuhkan Orang Buta dan Penyakit Kusta 6. Bisa Menurunkan Hidangan dari Langit 7. Dianugerahi Kitab Injil 8. Mampu Mengetahui Hal Gaib 9. Mengetahui Apa yang Manusia Simpan di Rumah 10. Diangkat ke Langit oleh Allah SWT 11. Tanda Datangnya Hari Kiamat
Nabi Isa AS merupakan salah satu nabi yang Allah SWT anugerahi berbagai mukjizat luar biasa. Mukjizat tersebut diberikan sebagai bukti kekuasaan Allah sekaligus penguat dakwah Nabi Isa AS kepada kaumnya.
Kisah tentang mukjizat Nabi Isa AS tidak hanya dikenal dalam sejarah, tetapi juga diceritakan secara jelas dalam Al-Qur'an. Mukjizat-mukjizat ini menjadi tanda kebesaran Allah SWT dan mengajarkan umat Islam untuk semakin menguatkan iman. Berikut rangkuman kisah mukjizat Nabi Isa AS yang disebutkan dalam Al-Qur'an.
Mukjizat-mukjizat Nabi Isa AS
Berikut mukjizat-mukjizat Nabi Isa yang dijelaskan dalam Al-Quran mengutip buku Aqidah Akhlaq karya Taofik Yusmansyah dan buku Agama Manusia & Tuhan, Dalam Perspektif Al Qur'an karya mBah Lul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1.Mampu Berbicara Saat Bayi
Salah satu mukjizat Nabi Isa AS adalah kemampuannya berbicara ketika masih bayi. Mukjizat ini terjadi ketika Maryam dituduh berbuat zina karena melahirkan tanpa suami. Atas izin Allah SWT, Nabi Isa AS yang masih bayi berbicara untuk membela ibunya. Ia menyatakan bahwa dirinya adalah hamba Allah yang kelak akan menjadi nabi, dan dianugerahi kitab Injil. Kisah ini dijelaskan dalam surah Maryam ayat 30,
قَالَ اِنِّيْ عَبْدُ اللّٰهِ ۗاٰتٰىنِيَ الْكِتٰبَ وَجَعَلَنِيْ نَبِيًّا
Qāla innī 'abdullāh(i), ātāniyal-kitāba wa ja'alanī nabiyyā(n).
Artinya: "Dia (Isa) berkata, 'Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia (akan) memberiku Kitab (Injil) dan menjadikan aku seorang nabi.'"
2. Dilahirkan Tanpa Sosok Ayah
Nabi Isa AS dilahirkan tanpa kehadiran seorang ayah. Peristiwa ini merupakan mukjizat besar yang menegaskan kekuasaan Allah SWT yang tidak terbatas. Allah menciptakan Nabi Isa AS sebagai tanda kebesaran-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam surah Maryam ayat 19-21. Berikut bacaan surahnya,
-Surah Maryam ayat 19
قَالَ اِنَّمَآ اَنَا۠ رَسُوْلُ رَبِّكِۖ لِاَهَبَ لَكِ غُلٰمًا زَكِيًّا
Qāla innamā ana rasūlu rabbik(a), li'ahaba laki gulāman zakiyyā(n).
Artinya: "Dia (Jibril) berkata, 'Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberikan anugerah seorang anak laki-laki yang suci kepadamu.'"
-Surah Maryam ayat 20
قَالَتْ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّلَمْ يَمْسَسْنِيْ بَشَرٌ وَّلَمْ اَكُ بَغِيًّا
Qālat annā yakūnu lī gulāmuw wa lam yamsasnī basyaruw wa lam aku bagiyyā(n).
Artinya: "Dia (Maryam) berkata, 'Bagaimana (mungkin) aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada seorang (laki-laki) pun yang menyentuhku dan aku bukan seorang pelacur?'"
-Surah Maryam ayat 21
قَالَ كَذٰلِكِۚ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌۚ وَلِنَجْعَلَهٗٓ اٰيَةً لِّلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِّنَّاۚ وَكَانَ اَمْرًا مَّقْضِيًّا
Qāla każālik(a), qāla rabbuka huwa 'alayya hayyin(un), wa linaj'alahū āyatal lin-nāsi wa raḥmatam minnā, wa kāna amram maqḍiyyā(n).
Artinya: "Dia (Jibril) berkata, 'Demikianlah.' Tuhanmu berfirman, 'Hal itu sangat mudah bagi-Ku dan agar Kami menjadikannya sebagai tanda (kebesaran-Ku) bagi manusia dan rahmat dari Kami. Hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan.'"
3. Menghidupkan Burung dari Tanah Liat
Allah SWT menganugerahi Nabi Isa AS mukjizat mampu membentuk tanah liat menyerupai burung. Ketika ditiup, atas izin Allah SWT, tanah liat tersebut berubah menjadi burung yang hidup. Mukjizat ini disebutkan dalam surah Ali Imran ayat 49,
وَرَسُوْلًا اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ەۙ اَنِّيْ قَدْ جِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۙاَنِّيْٓ اَخْلُقُ لَكُمْ مِّنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ فَاَنْفُخُ فِيْهِ فَيَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚوَاُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ وَاُحْيِ الْمَوْتٰى بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚوَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُوْنَ وَمَا تَدَّخِرُوْنَ ۙفِيْ بُيُوْتِكُمْ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَۚ
Wa rasūlan ilā banī isrā'īl(a), annī qad ji'tukum bi'āyatim mir rabbikum, annī akhluqu lakum minaṭ-ṭīni kahai'atiṭ-ṭairi fa'anfukhu fihi fayakūnu ṭairam bi'iżnillāh(i), wa ubarri'ul-akmaha wal-abraṣa wa uḥyil-mautā bi'iżnillāh(i), wa unabbi'ukum bimā ta'kulūna wa mā taddakhirūna fī buyūtikum, inna fī żālika la'āyatal lakum in kuntum mu'minīn(a).
Artinya: "(Allah akan menjadikannya) sebagai seorang rasul kepada Bani Israil. (Isa berkata,) "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, sesungguhnya aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah yang berbentuk seperti burung. Lalu, aku meniupnya sehingga menjadi seekor burung dengan izin Allah. Aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit buras (belang) serta menghidupkan orang-orang mati dengan izin Allah. Aku beri tahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kerasulanku) bagimu jika kamu orang-orang mukmin."
4. Menghidupkan Orang yang Sudah Mati
Mukjizat besar Nabi Isa AS lainnya adalah kemampuannya menghidupkan orang yang telah meninggal dunia. Mukjizat ini bukan berasal dari kekuatan dirinya, melainkan semata-mata atas izin Allah SWT sebagai bukti kenabiannya. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT dalam surah Al-Ma'idah ayat 110,
اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِيْ عَلَيْكَ وَعَلٰى وَالِدَتِكَ ۘاِذْ اَيَّدْتُّكَ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِى الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۚوَاِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَ ۚوَاِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ بِاِذْنِيْ فَتَنْفُخُ فِيْهَا فَتَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِيْ وَتُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ بِاِذْنِيْ ۚوَاِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتٰى بِاِذْنِيْ ۚوَاِذْ كَفَفْتُ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ عَنْكَ اِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ
Iż qālallāhu yā 'īsabna maryamażkur ni'matī 'alaika wa 'alā wālidatik(a), iż ayyattuka birūḥil-qudus(i), tukallimun-nāsa fil-mahdi wa kahlā(n), wa iż 'allamtukal-kitāba wal-ḥikmata wat-taurāta wal-injīl(a), wa iż takhluqu minaṭ-ṭīni kahai'atiṭ-ṭairi bi'iżnī fa tanfukhu fīhā fa takūnu ṭairam bi'iżnī wa tubri'ul-akmaha wal-abraṣa bi'iżnī, wa iż tukhrijul-mautā bi'iżnī, wa iż kafaftu banī isrā'īla 'anka iż ji'tahum bil-bayyināti fa qālal-lażīna kafarū minhum in hāżā illā siḥrum mubīn(un).
Artinya: "(Ingatlah) ketika Allah berfirman, 'Wahai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Ruhulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. (Ingatlah) ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) hikmah, Taurat, dan Injil. (Ingatlah) ketika engkau membentuk dari tanah (sesuatu) seperti bentuk burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) pada waktu engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.'"
5. Menyembuhkan Orang Buta dan Penyakit Kusta
Allah SWT menganugerahi Nabi Isa AS mukjizat untuk menyembuhkan berbagai penyakit berat. Atas izin Allah, beliau mampu menyembuhkan orang buta sejak lahir dan penderita kusta, serta penyakit lainnya.
Mukjizat penyembuhan ini dilakukan dengan doa dan kelembutan, menegaskan bahwa kesembuhan sejati datang dari Allah SWT. Kisah ini disebutkan dalam surah Al-Ma'idah ayat 110,
...وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي...
...wa tubri'ul-akmaha wal-abraṣa bi'iżnī..
Artinya: ".... (Ingatlah) ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku..."
6. Bisa Menurunkan Hidangan dari Langit
Mukjizat Nabi Isa selanjutnya adalah menurunkan makanan dari langit, sebagaimana diceritakan dalam Al-Quran surah Al-Ma'idah ayat 112-115,
-Surah Al-Maidah ayat 112
اِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّوْنَ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيْعُ رَبُّكَ اَنْ يُّنَزِّلَ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ ۗقَالَ اتَّقُوا اللّٰهَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Iż qālal-ḥawāriyyūna yā 'īsabna maryama hal yastaṭī'u rabbuka ay yunazzila 'alainā mā'idatam minas-samā'(i), qālattaqullāha in kuntum mu'minīn(a).
Artinya: "(Ingatlah) ketika para pengikut setia Isa berkata, 'Wahai Isa putra Maryam, sanggupkah (bersediakah) Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?' Isa menjawab, 'Bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang mukmin.'"
-Surah Al-Maidah ayat 113
قَالُوْا نُرِيْدُ اَنْ نَّأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَىِٕنَّ قُلُوْبُنَا وَنَعْلَمَ اَنْ قَدْ صَدَقْتَنَا وَنَكُوْنَ عَلَيْهَا مِنَ الشّٰهِدِيْنَ
Qālū nurīdu an na'kula minhā wa taṭma'inna qulūbunā wa na'lama an qad ṣadaqtanā wa nakūna 'alaihā minasy-syāhidīn(a).
Artinya: "Mereka berkata, 'Kami ingin makan darinya (hidangan itu) dan agar tentram hati kami serta agar kami yakin bahwa engkau telah berkata benar kepada kami, dan atasnya (hidangan itu) kami termasuk orang-orang yang menjadi saksi.'"
-Surah Al-Maidah ayat 114
قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللّٰهُمَّ رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
Qāla 'īsabnu maryamallāhumma rabbanā anzil 'alainā mā'idatam minas-samā'i takūnu lanā 'īdal li'awwalinā wa ākhirinā wa āyatam minka warzuqnā wa anta khairur-rāziqīn(a).
Artinya: "Isa putra Maryam berdoa, 'Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu. Berilah kami rezeki. Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.'"
-Surah Al-Maidah ayat 115
قَالَ اللّٰهُ اِنِّيْ مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ فَاِنِّيْٓ اُعَذِّبُهٗ عَذَابًا لَّآ اُعَذِّبُهٗٓ اَحَدًا مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ
Qālallāhu innī munazziluhā 'alaikum, famay yakfur ba'du minkum fa innī u'ażżibuhū 'ażābal lā u'ażzibuhū aḥadam minal-'ālamīn(a).
Artinya: "Allah berfirman, 'Sesungguhnya Aku akan menurunkannya (hidangan itu) kepadamu. Siapa yang kufur di antaramu setelah (turun hidangan) itu, sesungguhnya Aku akan mengazabnya dengan azab yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara (manusia) seluruh alam.'"
7. Dianugerahi Kitab Injil
Nabi Isa AS juga dianugerahi mukjizat berupa kitab Injil dari Allah SWT. Kitab ini berisi petunjuk dan ajaran untuk membimbing Bani Israil agar tetap menjalankan kebenaran dan menaati perintah Allah SWT.
Pemberian Injil menjadi bukti kenabian Nabi Isa serta sarana menyebarkan wahyu Allah kepada umatnya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surah Al-Ma'idah ayat 46,
وَقَفَّيْنَا عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ بِعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرٰىةِ ۖوَاٰتَيْنٰهُ الْاِنْجِيْلَ فِيْهِ هُدًى وَّنُوْرٌۙ وَّمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَهُدًى وَّمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِيْنَۗ
Wa qaffainā 'alā āṡārihim bi'īsabni maryama muṣaddiqal limā baina yadaihi minat-taurāh(ti), wa ātaināhul-injīla fīhi hudaw wa nūr(un), wa muṣaddiqal limā baina yadaihi minat-taurāti wa hudaw wa mau'iẓatal lil-muttaqīn(a).
Artinya: "Kami meneruskan jejak mereka (para nabi Bani Israil) dengan (mengutus) Isa putra Maryam yang membenarkan apa (kitab suci) yang sebelumnya, yaitu Taurat. Kami menurunkan Injil kepadanya (yang) di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya; yang membenarkan kitab suci yang sebelumnya, yaitu Taurat; dan menjadi petunjuk serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa."
8. Mampu Mengetahui Hal Gaib
Nabi Isa AS diberikan mukjizat oleh Allah SWT berupa kemampuan mengetahui hal-hal gaib yang tidak bisa dijangkau oleh panca indera manusia. Beliau dapat memberitahukan kepada seseorang apa yang telah dimakan atau disimpan di rumah mereka.
Mukjizat ini menunjukkan kebesaran Allah dan menjadi tanda kenabian Nabi Isa, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surah Ali Imran ayat 49,
...وَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُوْنَ وَمَا تَدَّخِرُوْنَ ۙفِيْ بُيُوْتِكُمْ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَۚ
... wa unabbi'ukum bimā ta'kulūna wa mā taddakhirūna fī buyūtikum, inna fī żālika la'āyatal lakum in kuntum mu'minīn(a).
Artinya: "... Aku beri tahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kerasulanku) bagimu jika kamu orang-orang mukmin.'"
9. Mengetahui Apa yang Manusia Simpan di Rumah
Nabi Isa AS juga dianugerahi kemampuan luar biasa untuk mengetahui apa yang disimpan atau disembunyikan manusia di rumah mereka.
Mukjizat ini menunjukkan pengetahuan gaib yang diberikan Allah SWT kepadanya, bukan karena kekuatan pribadi, melainkan semata-mata tanda kenabian dan kuasa Allah.
Kemampuan ini tercantum dalam Al-Quran Surat Ali Imran ayat 49,
وَأُنَبِّئُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Wa unabbi'ukum bimā ta'kulūna wa mā taddakhirūna fī buyūtikum, inna fī żālika la'āyatal lakum in kuntum mu'minīn(a).
Artinya: "Dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kerasulanku) bagimu jika kamu orang-orang mukmin."
10. Diangkat ke Langit oleh Allah SWT
Pada usia sekitar 33 tahun, Nabi Isa AS diangkat oleh Allah SWT ke langit (surga) untuk menyelamatkannya dari kaum yang zalim yang hendak menyalib beliau. Peristiwa ini merupakan bentuk penghormatan dan pelindungan dari Allah, sekaligus menunjukkan keistimewaan Nabi Isa AS.
Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran surah Ali Imran ayat 55,
اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسٰٓى اِنِّيْ مُتَوَفِّيْكَ وَرَافِعُكَ اِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَجَاعِلُ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْكَ فَوْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ ۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيْمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
Iż qālallāhu yā 'īsā innī mutawaffīka wa rāfi'uka ilayya wa muṭahhiruka minal-lażīna kafarū wa jā'ilul-lażīnattaba'ūka fauqal-lażīna kafarū ilā yaumil-qiyāmah(ti), ṡumma ilayya marji'ukum fa aḥkumu bainakum fīmā kuntum fīhi takhtalifūn(a).
Artinya: "(Ingatlah) ketika Allah berfirman, 'Wahai Isa, sesungguhnya Aku mengambilmu, mengangkatmu kepada-Ku, menyucikanmu dari orang-orang yang kufur, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu lebih unggul daripada orang-orang yang kufur hingga hari Kiamat. Kemudian, kepada-Kulah kamu kembali, lalu Aku beri keputusan tentang apa yang selalu kamu perselisihkan.'"
11. Tanda Datangnya Hari Kiamat
Nabi Isa AS akan turun ke bumi sebelum hari kiamat, menjadikannya salah satu tanda dekatnya kiamat. Hal ini tercantum di dalam Al-Quran surah Az-Zukhruf ayat 61,
وَاِنَّهٗ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُوْنِۗ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ
Wa innahū la'ilmul lis-sā'ati falā tamtarunna bihā wattabi'ūn(i), hāżā ṣirāṭum mustaqīm(un).
Artinya: "Sesungguhnya dia (Isa) itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali kamu ragu tentang (kiamat) itu dan ikutilah (petunjuk)-Ku. Ini adalah jalan yang lurus."
Itulah 11 mukjizat Nabi Isa AS yang disebutkan dalam Al-Qur'an, bukti nyata kebesaran Allah SWT dan tanda kenabian beliau yang menguatkan iman kita.

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam