Jika di pagi hari belum suci dari hadats besar, bolehkah mandi wajib sebelum sahur? Sahkah puasa seseorang tersebut?
Mandi wajib atau juga disebut dengan mandi janabah. Secara istilah, mandi wajib adalah menuangkan air ke seluruh tubuh dengan tata cara tertentu demi menghilangkan hadats besar.
Baca juga: 6 Rukun Wudhu yang Wajib Diperhatikan Muslim |
Dijelaskan oleh Shofiyun Nahidloh, dkk, dalam bukunya yang berjudul Kajian Fiqih: Asrama Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura, penyebab seseorang harus mandi wajib ada bermacam-macam. Di antaranya yakni berhubungan badan, haid, nifas, dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika seseorang sedang mengalami hadats besar dan dirinya belum mandi wajib, maka ia tidak bisa melakukan beberapa jenis ibadah. Mulai dari salat wajib dan sunnah, tawaf wajib dan sunah, dan lain sebagainya.
Hadats besar bisa menimpa seseorang di waktu kapan saja, termasuk ketika bulan Ramadhan atau saat dirinya hendak berpuasa. Bahkan Allah SWT mengizinkan hamba-hamba-Nya untuk menggauli istri-istri mereka di malam bulan puasa.
Hal ini sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam surah Al Baqarah ayat 187 yang berbunyi,
ØŖŲØŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲØŠŲ ŲąŲØĩŲŲŲŲØ§Ų Ų ŲąŲØąŲŲŲŲØĢŲ ØĨŲŲŲŲŲ° ŲŲØŗŲØ§ŲØĻŲŲŲŲ Ų Û ŲŲŲŲŲ ŲŲØ¨ŲØ§ØŗŲ ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØŖŲŲØĒŲŲ Ų ŲŲØ¨ŲØ§ØŗŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲ Û ØšŲŲŲŲ Ų ŲąŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲØĒŲŲ Ų ØĒŲØŽŲØĒŲØ§ŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲŲØŗŲŲŲŲ Ų ŲŲØĒŲØ§Ø¨Ų ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØšŲŲŲØ§ ØšŲŲŲŲŲ Ų Û ŲŲŲąŲŲŲŲŲŲ°ŲŲ Ø¨ŲŲ°Ø´ŲØąŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲąØ¨ŲØĒŲØēŲŲØ§Û Ų ŲØ§ ŲŲØĒŲØ¨Ų ŲąŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų Û ŲŲŲŲŲŲŲØ§Û ŲŲŲąØ´ŲØąŲبŲŲØ§Û ØŲØĒŲŲŲŲ° ŲŲØĒŲØ¨ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ŲąŲŲØŽŲŲŲØˇŲ ŲąŲŲØŖŲبŲŲŲØļŲ Ų ŲŲŲ ŲąŲŲØŽŲŲŲØˇŲ ŲąŲŲØŖŲØŗŲŲŲØ¯Ų Ų ŲŲŲ ŲąŲŲŲŲØŦŲØąŲ Û ØĢŲŲ ŲŲ ØŖŲØĒŲŲ ŲŲŲØ§Û ŲąŲØĩŲŲŲŲØ§Ų Ų ØĨŲŲŲŲ ŲąŲŲŲŲŲŲŲ Û ŲŲŲŲØ§ ØĒŲØ¨ŲŲ°Ø´ŲØąŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŖŲŲØĒŲŲ Ų ØšŲŲ°ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲąŲŲŲ ŲØŗŲŲ°ØŦŲØ¯Ų Û ØĒŲŲŲŲŲ ØŲدŲŲØ¯Ų ŲąŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ ØĒŲŲŲØąŲبŲŲŲŲØ§ Û ŲŲØ°ŲŲ°ŲŲŲŲ ŲŲØ¨ŲŲŲŲŲŲ ŲąŲŲŲŲŲŲ ØĄŲØ§ŲŲŲ°ØĒŲŲŲÛĻ ŲŲŲŲŲŲØ§ØŗŲ ŲŲØšŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØĒŲŲŲŲŲŲŲ
Artinya: "Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa."
Lalu, muncullah pertanyaan tentang mandi wajib sebelum berpuasa. Bolehkah mandi wajib setelah sahur? Dan sahkah puasa yang dilakukannya? Berikut pembahasannya!
Bolehkah Mandi Wajib setelah Sahur?
Apabila air terlalu dingin, hawa yang menusuk, atau karena alasan tertentu, sebagian orang ada yang mengakhirkan mandi wajibnya hingga pagi hari sebelum fajar. Padahal di hari itu, orang tersebut wajib melakukan puasa karena haidnya sudah selesai atau jima'nya sudah selesai.
Lalu, bolehkah mandi wajib setelah sahur?
Mengenai hal ini, Muh. Hambali dalam bukunya yang berjudul Panduan Muslim Kaffah Sehari-Hari dari Kandungan hingga Kematian menyatakan bahwa mayoritas ulama, yakni keempat mazhab, membolehkan seseorang untuk menunda mandi wajib hingga setelah terbit fajar.
Sebab, mandi wajib tidak mempengaruhi sah atau tidaknya puasa seseorang. Bahkan jika mandi wajib itu ditunda baik secara sengaja maupun karena lupa sampai waktu fajar tiba.
Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA dan Ummu Salamah RA, bahwasanya, "Nabi Muhammad SAW pernah memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub karena berjima'. Kemudian (setelah waktu Subuh tiba) beliau mandi dan berpuasa." (HR Bukhari dan Muslim)
Di lain sisi, Dyayadi M. T. dalam bukunya yang berjudul Puasa sebagai Terapi menyatakan bahwa sahur adalah bagian dari ibadah. Maka sebaiknya sebelum makan sahur sudah dalam keadaan suci.
Jika ketiduran sampai bangun setelah masuk waktu Subuh, puasanya tetap sah, dengan catatan sejak masuk imsak sampai terbangun tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Dalam buku tersebut juga dijelaskan bahwa berhubungan suami istri setelah sahur itu masih diperbolehkan. Dengan syarat segera menyudahi kegiatan tersebut sebelum waktu imsak dan segera mandi wajib sebelum imsak tersebut.
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
Waketum MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
MUI Sebut Perjanjian Dagang RI-AS Bertentangan dengan UU, Ini Poin yang Dikritik
Bule Protes Suara Tadarusan, Kemenag Tegaskan Aturan Toa Masjid