Catat! Ini Perbuatan yang Menghapus Pahala Kebaikan

Catat! Ini Perbuatan yang Menghapus Pahala Kebaikan

Rahma Ambar Nabilah - detikHikmah
Sabtu, 25 Nov 2023 15:00 WIB
Catat! Ini Perbuatan yang Menghapus Pahala Kebaikan
Foto: Getty Images/iStockphoto/
Jakarta -

Pahala akan didapatkan oleh setiap muslim dengan melakukan amal kebaikan. Pahala terus bertambah seiring dengan amalan baik yang dikerjakan.

Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk taat dan tidak merusak pahala-pahala yang telah didapatkannya. Termaktub dalam surah Muhammad ayat 33-34, Allah SWT berfirman,

۞ ŲŠŲ°Ų“Ø§ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų°Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§ŲŽØˇŲŲŠŲ’ØšŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽØ§ŲŽØˇŲŲŠŲ’ØšŲŲˆØ§ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲØ¨Ų’ØˇŲŲ„ŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§ŲŽØšŲ’Ų…ŲŽØ§Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲŖŲŖ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲƒŲŽŲŲŽØąŲŲˆŲ’Ø§ ŲˆŲŽØĩŲŽØ¯Ų‘ŲŲˆŲ’Ø§ ØšŲŽŲ†Ų’ ØŗŲŽØ¨ŲŲŠŲ’Ų„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ Ų…ŲŽØ§ØĒŲŲˆŲ’Ø§ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲƒŲŲŲ‘ŲŽØ§ØąŲŒ ŲŲŽŲ„ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲ‘ŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲŖŲ¤

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul serta jangan batalkan amal-amalmu! Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah, kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, Allah tidak akan mengampuni mereka."

Setiap muslim harus senantiasa mewaspadai setiap tindakan yang diperbuatnya. Hal itu harus dilakukan karena terdapat hal-hal yang dapat menghapus pahala. Berikut hal-hal yang dapat menghapus pahala.

ADVERTISEMENT

Hal-hal yang Menghapus Pahala

1. Syirik

Dirangkum dari buku Matematika Pahala karya Asrifin An Nakhrawie, syirik adalah perbuatan yang menghapus pahala. Syirik merupakan dosa besar yang menduduki peringkat pertama di antara dosa-dosa lainnya.

Syirik adalah perbuatan menyekutukan Allah SWT. Maka dari itulah syirik tergolong sebagai dosa yang tidak mudah mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Dalam surah An Nisa ayat 48 Allah SWT berfirman,

Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲ‘ŲØ´Ų’ØąŲŽŲƒŲŽ Ø¨ŲŲ‡Ų– ŲˆŲŽŲŠŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ų…ŲŽØ§ Ø¯ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø°Ų°Ų„ŲŲƒŲŽ Ų„ŲŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲ‘ŲŽØ´ŲŽØ§Û¤ØĄŲ ۚ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲ‘ŲØ´Ų’ØąŲŲƒŲ’ Ø¨ŲØ§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų Ø§ŲŲ’ØĒŲŽØąŲ°Ų“Ų‰ Ø§ŲØĢŲ’Ų…Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų‹Ø§ Ų¤Ų¨

Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar."

Dalam surah Az Zumar ayat 65, Allah SWT juga berfirman,

ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ Ø§ŲŲˆŲ’Ø­ŲŲŠŲŽ Ø§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ŲˆŲŽØ§ŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ؅ؐ؆ؒ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŲƒŲŽÛš Ų„ŲŽŲ‰Ų•ŲŲ†Ų’ Ø§ŲŽØ´Ų’ØąŲŽŲƒŲ’ØĒŲŽ Ų„ŲŽŲŠŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŽØˇŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØšŲŽŲ…ŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØĒŲŽŲƒŲŲˆŲ’Ų†ŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŽŲ°ØŗŲØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲĻŲĨ

Artinya: "Sungguh, benar-benar telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang (para nabi) sebelummu, "Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan gugurlah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang rugi."

2. Riya'

Dikutip dari buku Amalan-amalan Pemelihara Iman karya Abu Bakar Jabir Al-Jaza'iry, setiap muslim dilarang melakukan perbuatan riya'. Riya' ketika melakukan perbuatan baik, melakukan sesuatu bukan karena Allah SWT, namun hanya untuk mendapat pujian dari orang lain, atau karena melakukan sesuatu bukan karena Allah SWT.

Contoh dari riya' adalah menyebut-nyebut sedekahnya di setiap kesempatan hingga menyakiti perasaan yang menerima sedekah itu. Hal ini dapat merusak pahala dari sedekah itu sendiri.

Dalam surah Al Baqarah ayat 264 Allah SWT berfirman,

ŲŠŲ°Ų“Ø§ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų°Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ø§ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲØ¨Ų’ØˇŲŲ„ŲŲˆŲ’Ø§ ØĩŲŽØ¯ŲŽŲ‚Ų°ØĒŲŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ†Ų‘Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø§ŲŽØ°Ų°Ų‰Û™ ŲƒŲŽØ§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ ŲŠŲŲ†Ų’ŲŲŲ‚Ų Ų…ŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‡Ų— ØąŲØĻŲŽØ§Û¤ØĄŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†Ų Ø¨ŲØ§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų’Ø§Ų°ØŽŲØąŲÛ— ŲŲŽŲ…ŲŽØĢŲŽŲ„ŲŲ‡Ų— ŲƒŲŽŲ…ŲŽØĢŲŽŲ„Ų ØĩŲŽŲŲ’ŲˆŲŽØ§Ų†Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ØĒŲØąŲŽØ§Ø¨ŲŒ ŲŲŽØ§ŲŽØĩŲŽØ§Ø¨ŲŽŲ‡Ų— ŲˆŲŽØ§Ø¨ŲŲ„ŲŒ ŲŲŽØĒŲŽØąŲŽŲƒŲŽŲ‡Ų— ØĩŲŽŲ„Ų’Ø¯Ų‹Ø§ ۗ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ‚Ų’Ø¯ŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ„Ų°Ų‰ Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ Ų…Ų‘ŲŲ…Ų‘ŲŽØ§ ŲƒŲŽØŗŲŽØ¨ŲŲˆŲ’Ø§ ۗ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ‡Ų’Ø¯ŲŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲ°ŲŲØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲĸŲĻŲ¤

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, lalu batu itu diguyur hujan lebat sehingga tinggallah (batu) itu licin kembali. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir."

3. Ujub/Membanggakan Diri Sendiri

Dirangkum dari buku Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Muhammad Al-Utsaimin, Allah SWT melarang para hamba-Nya mengganggap diri mereka suci. Dengan kata lain, dengan memuji diri mereka sendiri karena bangga kepada orang lain.

Dalam surah Luqman ayat 18 Allah SWT berfirman,

ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲØĩŲŽØšŲ‘ŲØąŲ’ ØŽŲŽØ¯Ų‘ŲŽŲƒŲŽ Ų„ŲŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ…Ų’Ø´Ų ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲ’Øļؐ Ų…ŲŽØąŲŽØ­Ų‹Ø§Û— Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲØ­ŲØ¨Ų‘Ų ŲƒŲŲ„Ų‘ŲŽ Ų…ŲØŽŲ’ØĒŲŽØ§Ų„Ų ŲŲŽØŽŲŲˆŲ’ØąŲÛš ŲĄŲ¨

Artinya: "Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri."

4. Murtad

Dalam surah Al Baqarah ayat 217 Allah SWT berfirman,

ŲŠŲŽØŗŲ’Ų€Ų”ŲŽŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽŲƒŲŽ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲ‡Ų’ØąŲ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØąŲŽØ§Ų…Ų ؂ؐØĒŲŽØ§Ų„Ų ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲÛ— Ų‚ŲŲ„Ų’ ؂ؐØĒŲŽØ§Ų„ŲŒ ŲŲŲŠŲ’Ų‡Ų ŲƒŲŽØ¨ŲŲŠŲ’ØąŲŒ ۗ ŲˆŲŽØĩŲŽØ¯Ų‘ŲŒ ØšŲŽŲ†Ų’ ØŗŲŽØ¨ŲŲŠŲ’Ų„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ŲˆŲŽŲƒŲŲŲ’ØąŲŒÛĸ Ø¨ŲŲ‡Ų– ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽØŗŲ’ØŦŲØ¯Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØąŲŽØ§Ų…Ų ŲˆŲŽØ§ŲØŽŲ’ØąŲŽØ§ØŦŲ Ø§ŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŲ‡Ų– Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡Ų Ø§ŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ۚ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŲØĒŲ’Ų†ŲŽØŠŲ Ø§ŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØĒؒ؄ؐ ۗ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØ˛ŲŽØ§Ų„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ŲŠŲŲ‚ŲŽØ§ØĒŲŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø­ŲŽØĒŲ‘Ų°Ų‰ ŲŠŲŽØąŲØ¯Ų‘ŲŲˆŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ØšŲŽŲ†Ų’ Ø¯ŲŲŠŲ’Ų†ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ø§ŲŲ†Ų Ø§ØŗŲ’ØĒŲŽØˇŲŽØ§ØšŲŲˆŲ’Ø§ ۗ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲ‘ŲŽØąŲ’ØĒŲŽØ¯ŲØ¯Ų’ Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ ØšŲŽŲ†Ų’ Ø¯ŲŲŠŲ’Ų†ŲŲ‡Ų– ŲŲŽŲŠŲŽŲ…ŲØĒŲ’ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ ŲƒŲŽØ§ŲŲØąŲŒ ŲŲŽØ§ŲŲˆŲ„Ų°Û¤Ų‰Ų•ŲŲƒŲŽ Ø­ŲŽØ¨ŲØˇŲŽØĒŲ’ Ø§ŲŽØšŲ’Ų…ŲŽØ§Ų„ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø§Ų°ØŽŲØąŲŽØŠŲ ۚ ŲˆŲŽØ§ŲŲˆŲ„Ų°Û¤Ų‰Ų•ŲŲƒŲŽ Ø§ŲŽØĩŲ’Ø­Ų°Ø¨Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØąŲÛš Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§ ØŽŲ°Ų„ŲØ¯ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ŲĸŲĄŲ§

Artinya: "Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, "Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Namun, menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Fitnah (pemusyrikan dan penindasan) lebih kejam daripada pembunuhan." Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu jika mereka sanggup. Siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya lalu dia mati dalam kekafiran, sia-sialah amal mereka di dunia dan akhirat. Mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya."




(dvs/dvs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads