3 Perumpamaan Hari Kebangkitan yang Disebut dalam Al-Qur'an

3 Perumpamaan Hari Kebangkitan yang Disebut dalam Al-Qur'an

Kristina - detikHikmah
Senin, 13 Feb 2023 17:30 WIB
3 Perumpamaan Hari Kebangkitan yang Disebut dalam Al-Quran
Ilustrasi perumpamaan hari kebangkitan. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Hari kebangkitan adalah peristiwa bangkitnya manusia dari alam kubur untuk berkumpul di Padang Mahsyar. Dalam Al-Qur'an telah disebutkan bagaimana perumpamaan hari kebangkitan tersebut.

Peristiwa hari kebangkitan ini temaktub dalam surah Az Zumar ayat 68. Allah SWT berfirman,

ŲˆŲŽŲ†ŲŲŲØŽŲŽ ؁ؐ؉ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŲˆŲ’ØąŲ ŲŲŽØĩŲŽØšŲŲ‚ŲŽ Ų…ŲŽŲ†Ų’ ؁ؐ؉ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…Ų°ŲˆŲ°ØĒؐ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲ’Øļؐ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ų…ŲŽŲ†Ų’ Ø´ŲŽØ§Û¤ØĄŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ۗ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ Ų†ŲŲŲØŽŲŽ ŲŲŲŠŲ’Ų‡Ų Ø§ŲØŽŲ’ØąŲ°Ų‰ ŲŲŽØ§ŲØ°ŲŽØ§ Ų‡ŲŲ…Ų’ Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŒ ŲŠŲ‘ŲŽŲ†Ų’Ø¸ŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Sangkakala pun ditiup sehingga matilah semua (makhluk) yang (ada) di langit dan di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian, ia ditiup sekali lagi. Seketika itu, mereka bangun (dari kuburnya dan) menunggu (keputusan Allah)."

Kepastian hari kebangkitan juga disebutkan dalam surah Al Hajj ayat 7. Sebagaimana Allah SWT berfirman,

ADVERTISEMENT

ŲˆŲ‘ŲŽØ§ŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽØ§ØšŲŽØŠŲŽ Ø§Ų°ØĒŲŲŠŲŽØŠŲŒ Ų„Ų‘ŲŽØ§ ØąŲŽŲŠŲ’Ø¨ŲŽ ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§Û™ ŲˆŲŽØ§ŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ŲŠŲŽØ¨Ų’ØšŲŽØĢŲ Ų…ŲŽŲ†Ų’ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØ¨ŲŲˆŲ’ØąŲ

Artinya: "Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur."

Disebutkan dalam Kitab An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim karya Imam Ibnu Katsir dan diterjemahkan oleh Ali Nurdin, tiupan kebangkitan disebut dengan al-ba'ts. Ini merupakan tiupan ketiga yang dilakukan Malaikat Israfil. Pendapat ini dianggap mendekati kebenaran menurut Ibnu al-'Arabi, Ibnu Katsir, Ibnu Taimiyah, al-Safarini, dan sejumlah ulama lain.

Perumpamaan Hari Kebangkitan

Mahir Ahmad Ash-Shufiy mengatakan dalam Al-Ba'ts wa An-Nusyur sebagaimana diterjemahkan oleh Badruddin dkk, Allah SWT telah memberikan gambaran bagaimana perumpamaan hari kebangkitan sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an.

Perumpamaan pertama diambil dari kisah Ashabul Kahfi yang termuat dalam surah Al Kahfi. Mereka adalah orang-orang yang ditidurkan oleh Allah SWT selama 309 tahun, kemudian dibangkitkan dan dihidupkan kembali.

Sebagaimana Allah SWT berfirman,

Ø§ŲŽŲ…Ų’ Ø­ŲŽØŗŲØ¨Ų’ØĒŲŽ Ø§ŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§ŲŽØĩŲ’Ø­Ų°Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽŲ‡Ų’ŲŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØąŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŲˆŲ’Ø§ ؅ؐ؆ؒ Ø§Ų°ŲŠŲ°ØĒŲŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØŦŲŽØ¨Ų‹Ø§ ŲŠ Ø§ŲØ°Ų’ Ø§ŲŽŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’ŲŲØĒŲ’ŲŠŲŽØŠŲ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽŲ‡Ų’ŲŲ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆŲ’Ø§ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§Ų“ Ø§Ų°ØĒŲŲ†ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ Ų„Ų‘ŲŽØ¯ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲ‘ŲŽŲ‡ŲŽŲŠŲ‘ŲØĻŲ’ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ Ø§ŲŽŲ…Ų’ØąŲŲ†ŲŽØ§ ØąŲŽØ´ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ŲĄŲ  ŲŲŽØļŲŽØąŲŽØ¨Ų’Ų†ŲŽØ§ ØšŲŽŲ„Ų°Ų“Ų‰ Ø§Ų°Ø°ŲŽØ§Ų†ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽŲ‡Ų’ŲŲ ØŗŲŲ†ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽØ¯ŲŽØ¯Ų‹Ø§Û™ ŲĄŲĄ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø¨ŲŽØšŲŽØĢŲ’Ų†Ų°Ų‡ŲŲ…Ų’ Ų„ŲŲ†ŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŽ Ø§ŲŽŲŠŲ‘Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲØ˛Ų’Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ø§ŲŽØ­Ų’ØĩŲ°Ų‰ Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ Ų„ŲŽØ¨ŲØĢŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§ŲŽŲ…ŲŽØ¯Ų‹Ø§ āŖ– ŲĄŲĸ

Artinya: "Apakah engkau mengira bahwa sesungguhnya para penghuni gua dan (yang mempunyai) raqÄĢm benar-benar merupakan keajaiban di antara tanda-tanda (kebesaran) Kami? (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu berdoa, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan mudahkanlah bagi kami petunjuk untuk segala urusan kami." Maka, Kami tutup telinga mereka di dalam gua itu selama bertahun-tahun." (QS Al Kahfi: 9-12)

Lalu, Allah SWT berfirman,

...ŲˆŲŽŲƒŲŽØ°Ų°Ų„ŲŲƒŲŽ Ø¨ŲŽØšŲŽØĢŲ’Ų†Ų°Ų‡ŲŲ…Ų’ Ų„ŲŲŠŲŽØĒŲŽØŗŲŽØ§Û¤ØĄŲŽŲ„ŲŲˆŲ’Ø§ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’Û— Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ų‚ŲŽØ§Û¤Ų‰Ų•ŲŲ„ŲŒ Ų…Ų‘ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲƒŲŽŲ…Ų’ Ų„ŲŽØ¨ŲØĢŲ’ØĒŲŲ…Ų’Û— Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆŲ’Ø§ Ų„ŲŽØ¨ŲØĢŲ’Ų†ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų‹Ø§ Ø§ŲŽŲˆŲ’ Ø¨ŲŽØšŲ’ØļŲŽ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲÛ— Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆŲ’Ø§ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ø§ŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ Ų„ŲŽØ¨ŲØĢŲ’ØĒŲŲ…Ų’Û—

Artinya: "Demikianlah, Kami membangunkan mereka agar saling bertanya di antara mereka (sendiri). Salah seorang di antara mereka berkata, "Sudah berapa lama kamu berada (di sini)?" Mereka menjawab, "Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari." Mereka (yang lain lagi) berkata, "Tuhanmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini)..." (QS Al Kahfi: 19)

Mahir Ahmad Ash-Shufiy menjelaskan, maksud perumpamaan hari kebangkitan dalam surah Al Kahfi ini adalah bagaimana Allah SWT membangkitkan orang yang telah tidur dalam kurun waktu 309 tahun. Kondisinya masih sama sebagaimana sebelum tidur, sehingga mereka menyangka bahwa mereka hanya tidur sehari atau setengah hari.

Perumpamaan kedua tentang bagaimana hari kebangkitan terdapat dalam surah Al Baqarah dari kisah Uzair yang telah dimatikan oleh Allah SWT selama 100 tahun, kemudian dibangkitkan dan dihidupkan kembali.

Allah SWT berfirman,

Ø§ŲŽŲˆŲ’ ŲƒŲŽØ§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ Ų…ŲŽØąŲ‘ŲŽ ØšŲŽŲ„Ų°Ų‰ Ų‚ŲŽØąŲ’ŲŠŲŽØŠŲ ŲˆŲ‘ŲŽŲ‡ŲŲŠŲŽ ØŽŲŽØ§ŲˆŲŲŠŲŽØŠŲŒ ØšŲŽŲ„Ų°Ų‰ ØšŲØąŲŲˆŲ’Ø´ŲŲ‡ŲŽØ§Ûš Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§ŲŽŲ†Ų‘Ų°Ų‰ ŲŠŲØ­Ų’ŲŠŲ– Ų‡Ų°Ø°ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽ Ų…ŲŽŲˆŲ’ØĒŲŲ‡ŲŽØ§ ۚ ŲŲŽØ§ŲŽŲ…ŲŽØ§ØĒŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ų…ŲØ§ØĻŲŽØŠŲŽ ØšŲŽØ§Ų…Ų ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø¨ŲŽØšŲŽØĢŲŽŲ‡Ų— ۗ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ŲƒŲŽŲ…Ų’ Ų„ŲŽØ¨ŲØĢŲ’ØĒŲŽ ۗ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ų„ŲŽØ¨ŲØĢŲ’ØĒŲ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų‹Ø§ Ø§ŲŽŲˆŲ’ Ø¨ŲŽØšŲ’ØļŲŽ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲÛ— Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø¨ŲŽŲ„Ų’ Ų„Ų‘ŲŽØ¨ŲØĢŲ’ØĒŲŽ Ų…ŲØ§ØĻŲŽØŠŲŽ ØšŲŽØ§Ų…Ų ŲŲŽØ§Ų†Ų’Ø¸ŲØąŲ’ Ø§ŲŲ„Ų°Ų‰ ØˇŲŽØšŲŽØ§Ų…ŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØ´ŲŽØąŲŽØ§Ø¨ŲŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽØĒŲŽØŗŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų’ ۚ ŲˆŲŽØ§Ų†Ų’Ø¸ŲØąŲ’ Ø§ŲŲ„Ų°Ų‰ Ø­ŲŲ…ŲŽØ§ØąŲŲƒŲŽÛ— ŲˆŲŽŲ„ŲŲ†ŲŽØŦŲ’ØšŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų°ŲŠŲŽØŠŲ‹ Ų„Ų‘ŲŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ŲˆŲŽØ§Ų†Ų’Ø¸ŲØąŲ’ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’ØšŲØ¸ŲŽØ§Ų…Ų ŲƒŲŽŲŠŲ’ŲŲŽ Ų†ŲŲ†Ų’Ø´ŲØ˛ŲŲ‡ŲŽØ§ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ Ų†ŲŽŲƒŲ’ØŗŲŲˆŲ’Ų‡ŲŽØ§ Ų„ŲŽØ­Ų’Ų…Ų‹Ø§ ۗ ŲŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ ØĒŲŽØ¨ŲŽŲŠŲ‘ŲŽŲ†ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų— ۙ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§ŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų Ø§ŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ØšŲŽŲ„Ų°Ų‰ ŲƒŲŲ„Ų‘Ų Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ Ų‚ŲŽØ¯ŲŲŠŲ’ØąŲŒ ŲĸŲĨŲŠ

Artinya: "Atau, seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh menutupi (reruntuhan) atap-atapnya. Dia berkata, "Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah kehancurannya?" Lalu, Allah mematikannya selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya (kembali). Dia (Allah) bertanya, "Berapa lama engkau tinggal (di sini)?" Dia menjawab, "Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari." Allah berfirman, "Sebenarnya engkau telah tinggal selama seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, (tetapi) lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang-belulang) dan Kami akan menjadikanmu sebagai tanda (kekuasaan Kami) bagi manusia. Lihatlah tulang-belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging (sehingga hidup kembali)." Maka, ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, "Aku mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS Al Baqarah: 259)

Jumhur salaf mengatakan bahwa orang yang melewati suatu negeri yang temboknya telah roboh dalam ayat tersebut adalah Uzair. Dia adalah orang saleh dari bani Israil.

Allah SWT juga menggambarkan bagaimana perumpamaan hari kebangkitan melalui kisah menghidupkan kembali burung yang berada di tangan Nabi Ibrahim AS. Allah SWT menerangkan kisah ini dalam Al-Qur'an setelah kisah Uzair. Allah SWT berfirman,

ŲˆŲŽØ§ŲØ°Ų’ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§ŲØ¨Ų’ØąŲ°Ų‡Ų–Ų…Ų ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§ŲŽØąŲŲ†ŲŲŠŲ’ ŲƒŲŽŲŠŲ’ŲŲŽ ØĒŲØ­Ų’ŲŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲˆŲ’ØĒŲ°Ų‰Û— Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§ŲŽŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ØĒŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†Ų’ Û—Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø¨ŲŽŲ„Ų°Ų‰ ŲˆŲŽŲ„Ų°ŲƒŲŲ†Ų’ Ų„Ų‘ŲŲŠŲŽØˇŲ’Ų…ŲŽŲ‰Ų•ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ų‚ŲŽŲ„Ų’Ø¨ŲŲŠŲ’ Û—Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ŲŲŽØŽŲØ°Ų’ Ø§ŲŽØąŲ’Ø¨ŲŽØšŲŽØŠŲ‹ Ų…Ų‘ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„ØˇŲ‘ŲŽŲŠŲ’ØąŲ ŲŲŽØĩŲØąŲ’Ų‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ اØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’ ØšŲŽŲ„Ų°Ų‰ ŲƒŲŲ„Ų‘Ų ØŦŲŽØ¨ŲŽŲ„Ų Ų…Ų‘ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ ØŦŲØ˛Ų’ØĄŲ‹Ø§ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§Ø¯Ų’ØšŲŲ‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲŠŲŽØŖŲ’ØĒŲŲŠŲ’Ų†ŲŽŲƒŲŽ ØŗŲŽØšŲ’ŲŠŲ‹Ø§ Û—ŲˆŲŽØ§ØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų’ Ø§ŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ØšŲŽØ˛ŲŲŠŲ’Ø˛ŲŒ Ø­ŲŽŲƒŲŲŠŲ’Ų…ŲŒ āŖ– ŲĸŲĻŲ 

Artinya: "(Ingatlah) ketika Ibrahim berkata, "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati." Dia (Allah) berfirman, "Belum percayakah engkau?" Dia (Ibrahim) menjawab, "Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang." Dia (Allah) berfirman, "Kalau begitu, ambillah empat ekor burung, lalu dekatkanlah kepadamu (potong-potonglah). Kemudian, letakkanlah di atas setiap bukit satu bagian dari tiap-tiap burung. Selanjutnya, panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." Ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS Al Baqarah: 260)




(kri/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads