Hari kebangkitan adalah peristiwa bangkitnya manusia dari alam kubur untuk berkumpul di Padang Mahsyar. Dalam Al-Qur'an telah disebutkan bagaimana perumpamaan hari kebangkitan tersebut.
Peristiwa hari kebangkitan ini temaktub dalam surah Az Zumar ayat 68. Allah SWT berfirman,
ŲŲŲŲŲŲØŽŲ ŲŲŲ Ø§ŲØĩŲŲŲŲØąŲ ŲŲØĩŲØšŲŲŲ Ų ŲŲŲ ŲŲŲ Ø§ŲØŗŲŲŲ Ų°ŲŲ°ØĒŲ ŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲ Ø§ŲŲØ§ŲØąŲØļŲ Ø§ŲŲŲŲØ§ Ų ŲŲŲ Ø´ŲØ§Û¤ØĄŲ اŲŲŲŲ°ŲŲ Û ØĢŲŲ ŲŲ ŲŲŲŲØŽŲ ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲØŽŲØąŲ°Ų ŲŲØ§ŲØ°ŲØ§ ŲŲŲ Ų ŲŲŲŲØ§Ų Ų ŲŲŲŲŲØ¸ŲØąŲŲŲŲŲ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Sangkakala pun ditiup sehingga matilah semua (makhluk) yang (ada) di langit dan di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian, ia ditiup sekali lagi. Seketika itu, mereka bangun (dari kuburnya dan) menunggu (keputusan Allah)."
Kepastian hari kebangkitan juga disebutkan dalam surah Al Hajj ayat 7. Sebagaimana Allah SWT berfirman,
ŲŲŲØ§ŲŲŲŲ Ø§ŲØŗŲŲØ§ØšŲØŠŲ Ø§Ų°ØĒŲŲŲØŠŲ ŲŲŲØ§ ØąŲŲŲØ¨Ų ŲŲŲŲŲŲØ§Û ŲŲØ§ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲØ¨ŲØšŲØĢŲ Ų ŲŲŲ ŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ¨ŲŲŲØąŲ
Artinya: "Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur."
Disebutkan dalam Kitab An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim karya Imam Ibnu Katsir dan diterjemahkan oleh Ali Nurdin, tiupan kebangkitan disebut dengan al-ba'ts. Ini merupakan tiupan ketiga yang dilakukan Malaikat Israfil. Pendapat ini dianggap mendekati kebenaran menurut Ibnu al-'Arabi, Ibnu Katsir, Ibnu Taimiyah, al-Safarini, dan sejumlah ulama lain.
Perumpamaan Hari Kebangkitan
Mahir Ahmad Ash-Shufiy mengatakan dalam Al-Ba'ts wa An-Nusyur sebagaimana diterjemahkan oleh Badruddin dkk, Allah SWT telah memberikan gambaran bagaimana perumpamaan hari kebangkitan sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an.
Perumpamaan pertama diambil dari kisah Ashabul Kahfi yang termuat dalam surah Al Kahfi. Mereka adalah orang-orang yang ditidurkan oleh Allah SWT selama 309 tahun, kemudian dibangkitkan dan dihidupkan kembali.
Sebagaimana Allah SWT berfirman,
اŲŲ Ų ØŲØŗŲØ¨ŲØĒŲ Ø§ŲŲŲŲ Ø§ŲØĩŲØŲ°Ø¨Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲØąŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ŲŲŲŲØ§ Ų ŲŲŲ Ø§Ų°ŲŲ°ØĒŲŲŲØ§ ØšŲØŦŲØ¨Ųا ŲŠ Ø§ŲØ°Ų اŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØĒŲŲŲØŠŲ اŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ŲŲŲŲØ§ ØąŲØ¨ŲŲŲŲØ§Ų Ø§Ų°ØĒŲŲŲØ§ Ų ŲŲŲ ŲŲŲØ¯ŲŲŲŲŲ ØąŲØŲŲ ŲØŠŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲØĻŲ ŲŲŲŲØ§ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲ ŲØąŲŲŲØ§ ØąŲØ´ŲØ¯ŲØ§ ŲĄŲ ŲŲØļŲØąŲبŲŲŲØ§ ØšŲŲŲ°ŲŲ Ø§Ų°Ø°ŲØ§ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲŲŲŲ ØšŲØ¯ŲØ¯ŲØ§Û ŲĄŲĄ ØĢŲŲ ŲŲ Ø¨ŲØšŲØĢŲŲŲ°ŲŲŲ Ų ŲŲŲŲØšŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŲØ˛ŲبŲŲŲŲŲ Ø§ŲØŲØĩŲ°Ų ŲŲŲ ŲØ§ ŲŲØ¨ŲØĢŲŲŲŲØ§ اŲŲ ŲØ¯Ųا āŖ ŲĄŲĸ
Artinya: "Apakah engkau mengira bahwa sesungguhnya para penghuni gua dan (yang mempunyai) raqÄĢm benar-benar merupakan keajaiban di antara tanda-tanda (kebesaran) Kami? (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu berdoa, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan mudahkanlah bagi kami petunjuk untuk segala urusan kami." Maka, Kami tutup telinga mereka di dalam gua itu selama bertahun-tahun." (QS Al Kahfi: 9-12)
Lalu, Allah SWT berfirman,
...ŲŲŲŲØ°Ų°ŲŲŲŲ Ø¨ŲØšŲØĢŲŲŲ°ŲŲŲ Ų ŲŲŲŲØĒŲØŗŲØ§Û¤ØĄŲŲŲŲŲØ§ بŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲÛ ŲŲØ§ŲŲ ŲŲØ§Û¤ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ų ŲŲØ¨ŲØĢŲØĒŲŲ ŲÛ ŲŲØ§ŲŲŲŲØ§ ŲŲØ¨ŲØĢŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲ ŲØ§ اŲŲŲ Ø¨ŲØšŲØļŲ ŲŲŲŲŲ ŲÛ ŲŲØ§ŲŲŲŲØ§ ØąŲØ¨ŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲØšŲŲŲŲ Ų Ø¨ŲŲ ŲØ§ ŲŲØ¨ŲØĢŲØĒŲŲ ŲÛ
Artinya: "Demikianlah, Kami membangunkan mereka agar saling bertanya di antara mereka (sendiri). Salah seorang di antara mereka berkata, "Sudah berapa lama kamu berada (di sini)?" Mereka menjawab, "Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari." Mereka (yang lain lagi) berkata, "Tuhanmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini)..." (QS Al Kahfi: 19)
Mahir Ahmad Ash-Shufiy menjelaskan, maksud perumpamaan hari kebangkitan dalam surah Al Kahfi ini adalah bagaimana Allah SWT membangkitkan orang yang telah tidur dalam kurun waktu 309 tahun. Kondisinya masih sama sebagaimana sebelum tidur, sehingga mereka menyangka bahwa mereka hanya tidur sehari atau setengah hari.
Perumpamaan kedua tentang bagaimana hari kebangkitan terdapat dalam surah Al Baqarah dari kisah Uzair yang telah dimatikan oleh Allah SWT selama 100 tahun, kemudian dibangkitkan dan dihidupkan kembali.
Allah SWT berfirman,
اŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲØ°ŲŲŲ Ų ŲØąŲŲ ØšŲŲŲ°Ų ŲŲØąŲŲŲØŠŲ ŲŲŲŲŲŲŲ ØŽŲØ§ŲŲŲŲØŠŲ ØšŲŲŲ°Ų ØšŲØąŲŲŲØ´ŲŲŲØ§Û ŲŲØ§ŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°Ų ŲŲØŲŲŲ ŲŲ°Ø°ŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ Ø¨ŲØšŲØ¯Ų Ų ŲŲŲØĒŲŲŲØ§ Û ŲŲØ§ŲŲ ŲØ§ØĒŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ Ų ŲØ§ØĻŲØŠŲ ØšŲØ§Ų Ų ØĢŲŲ ŲŲ Ø¨ŲØšŲØĢŲŲŲ Û ŲŲØ§ŲŲ ŲŲŲ Ų ŲŲØ¨ŲØĢŲØĒŲ Û ŲŲØ§ŲŲ ŲŲØ¨ŲØĢŲØĒŲ ŲŲŲŲŲ ŲØ§ اŲŲŲ Ø¨ŲØšŲØļŲ ŲŲŲŲŲ ŲÛ ŲŲØ§ŲŲ Ø¨ŲŲŲ ŲŲŲØ¨ŲØĢŲØĒŲ Ų ŲØ§ØĻŲØŠŲ ØšŲØ§Ų Ų ŲŲØ§ŲŲØ¸ŲØąŲ Ø§ŲŲŲ°Ų ØˇŲØšŲØ§Ų ŲŲŲ ŲŲØ´ŲØąŲØ§Ø¨ŲŲŲ ŲŲŲ Ų ŲŲØĒŲØŗŲŲŲŲŲŲ Û ŲŲØ§ŲŲØ¸ŲØąŲ Ø§ŲŲŲ°Ų ØŲŲ ŲØ§ØąŲŲŲÛ ŲŲŲŲŲŲØŦŲØšŲŲŲŲŲ Ø§Ų°ŲŲØŠŲ ŲŲŲŲŲŲŲØ§ØŗŲ ŲŲØ§ŲŲØ¸ŲØąŲ Ø§ŲŲŲŲ Ø§ŲŲØšŲØ¸ŲØ§Ų Ų ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ´ŲØ˛ŲŲŲØ§ ØĢŲŲ ŲŲ ŲŲŲŲØŗŲŲŲŲŲØ§ ŲŲØŲŲ ŲØ§ Û ŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ ØĒŲØ¨ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲ Û ŲŲØ§ŲŲ Ø§ŲØšŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ØšŲŲŲ°Ų ŲŲŲŲŲ Ø´ŲŲŲØĄŲ ŲŲØ¯ŲŲŲØąŲ ŲĸŲĨŲŠ
Artinya: "Atau, seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh menutupi (reruntuhan) atap-atapnya. Dia berkata, "Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah kehancurannya?" Lalu, Allah mematikannya selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya (kembali). Dia (Allah) bertanya, "Berapa lama engkau tinggal (di sini)?" Dia menjawab, "Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari." Allah berfirman, "Sebenarnya engkau telah tinggal selama seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, (tetapi) lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang-belulang) dan Kami akan menjadikanmu sebagai tanda (kekuasaan Kami) bagi manusia. Lihatlah tulang-belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging (sehingga hidup kembali)." Maka, ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, "Aku mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS Al Baqarah: 259)
Jumhur salaf mengatakan bahwa orang yang melewati suatu negeri yang temboknya telah roboh dalam ayat tersebut adalah Uzair. Dia adalah orang saleh dari bani Israil.
Allah SWT juga menggambarkan bagaimana perumpamaan hari kebangkitan melalui kisah menghidupkan kembali burung yang berada di tangan Nabi Ibrahim AS. Allah SWT menerangkan kisah ini dalam Al-Qur'an setelah kisah Uzair. Allah SWT berfirman,
ŲŲØ§ŲØ°Ų ŲŲØ§ŲŲ Ø§ŲØ¨ŲØąŲ°ŲŲŲ Ų ØąŲØ¨ŲŲ Ø§ŲØąŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲ ØĒŲØŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲØĒŲ°ŲÛ ŲŲØ§ŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ Ų ØĒŲØ¤ŲŲ ŲŲŲ ÛŲŲØ§ŲŲ Ø¨ŲŲŲ°Ų ŲŲŲŲ°ŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲØˇŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ¨ŲŲŲ ÛŲŲØ§ŲŲ ŲŲØŽŲØ°Ų Ø§ŲØąŲØ¨ŲØšŲØŠŲ Ų ŲŲŲŲ Ø§ŲØˇŲŲŲŲØąŲ ŲŲØĩŲØąŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ ØĢŲŲ ŲŲ Ø§ØŦŲØšŲŲŲ ØšŲŲŲ°Ų ŲŲŲŲŲ ØŦŲØ¨ŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ ØŦŲØ˛ŲØĄŲØ§ ØĢŲŲ ŲŲ Ø§Ø¯ŲØšŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŖŲØĒŲŲŲŲŲŲŲ ØŗŲØšŲŲŲØ§ ÛŲŲØ§ØšŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ØšŲØ˛ŲŲŲØ˛Ų ØŲŲŲŲŲŲ Ų āŖ ŲĸŲĻŲ
Artinya: "(Ingatlah) ketika Ibrahim berkata, "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati." Dia (Allah) berfirman, "Belum percayakah engkau?" Dia (Ibrahim) menjawab, "Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang." Dia (Allah) berfirman, "Kalau begitu, ambillah empat ekor burung, lalu dekatkanlah kepadamu (potong-potonglah). Kemudian, letakkanlah di atas setiap bukit satu bagian dari tiap-tiap burung. Selanjutnya, panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." Ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS Al Baqarah: 260)
(kri/lus)












































Komentar Terbanyak
Profil Raja Charles III yang Disebut Seorang Muslim
Menag Yakin LPDU Himpun Rp 1.000 T per Tahun, dari Mana Sumbernya?
Kemenhaj Wacanakan War Tiket Jadi Mekanisme Naik Haji Tanpa Antre