Dalil Menikah dalam Islam, Dijelaskan dalam Al-Qur'an dan Hadits

Dalil Menikah dalam Islam, Dijelaskan dalam Al-Qur'an dan Hadits

Devi Setya - detikHikmah
Sabtu, 14 Jun 2025 13:04 WIB
Dalil Menikah dalam Islam, Dijelaskan dalam Al-Quran dan Hadits
ilustrasi pernikahan Foto: Getty Images/iStockphoto/Kostyazar
Jakarta -

Pernikahan menjadi satu hal yang diatur secara detail dalam Islam. Menikah bukan sekadar penyatuan dua insan yang saling mencintai, tetapi juga bernilai ibadah.

Pernikahan dalam Islam dikenal dengan istilah nikah, yang secara bahasa berarti menyatu atau berkumpul. Secara istilah, nikah adalah akad yang sah yang menjadikan hubungan antara pria dan wanita halal secara syar'i.

Dalam buku Panduan Lengkap Pernikahan Islami, Abduh Al-Barraq menjelaskan bahwa pernikahan merupakan suatu amalan yang memiliki keutamaan besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keutamaan ini yang pada akhirnya menduduki setengah dari kesempurnaan agama seseorang. Sebesar apapun iman seseorang, ia masih setengah dalam keimanannya ketika ia belum menikah.

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,

ADVERTISEMENT

"Apabila seorang hamba menikah maka sungguh orang itu telah menyempurnakan setengah agama maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya." (HR Baihaqi)

Hadits tersebut menjelaskan bahwa menikah sangatlah penting dilaksanakan bagi seorang muslim.

Ayat Al-Qur'an tentang Pernikahan

Berikut sejumlah ayat Al-Qur'an tentang pernikahan:

1. Surah Ar Rum Ayat 21

ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ ØĄŲŽØ§ŲŠŲŽŲ°ØĒؐ؇ؐÛĻŲ“ ØŖŲŽŲ†Ų’ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŲ… ؅ؑؐ؆ؒ ØŖŲŽŲ†ŲŲØŗŲŲƒŲŲ…Ų’ ØŖŲŽØ˛Ų’ŲˆŲŽŲ°ØŦŲ‹Ø§ ؄ؑؐØĒŲŽØŗŲ’ŲƒŲŲ†ŲŲˆŲ“Ø§ÛŸ ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽŲƒŲŲ… Ų…Ų‘ŲŽŲˆŲŽØ¯Ų‘ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ ۚ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ؁ؐ؉ Ø°ŲŽŲ°Ų„ŲŲƒŲŽ Ų„ŲŽØĄŲŽØ§ŲŠŲŽŲ°ØĒŲ Ų„Ų‘ŲŲ‚ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų ŲŠŲŽØĒŲŽŲŲŽŲƒŲ‘ŲŽØąŲŲˆŲ†ŲŽ

Arab-Latin: Wa min āyātihÄĢ an khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunÅĢ ilaihā wa ja'ala bainakum mawaddataw wa raá¸Ĩmah, inna fÄĢ Åŧālika la`āyātil liqaumiy yatafakkaráģĨn

Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

2. Surah An Nisa Ayat 1

ŲŠŲŽŲ°Ų“ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ ŲąŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ŲąØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ÛŸ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲ‰ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽŲƒŲŲ… ؅ؑؐ؆ Ų†Ų‘ŲŽŲŲ’ØŗŲ ŲˆŲŽŲ°Ø­ŲØ¯ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ Ø˛ŲŽŲˆŲ’ØŦŲŽŲ‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ¨ŲŽØĢŲ‘ŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…ŲŽØ§ ØąŲØŦŲŽØ§Ų„Ų‹Ø§ ŲƒŲŽØĢŲŲŠØąŲ‹Ø§ ŲˆŲŽŲ†ŲØŗŲŽØ§Ų“ØĄŲ‹ ۚ ŲˆŲŽŲąØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ÛŸ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲ‰ ØĒŲŽØŗŲŽØ§Ų“ØĄŲŽŲ„ŲŲˆŲ†ŲŽ Ø¨ŲŲ‡ŲÛĻ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’ØŖŲŽØąŲ’Ø­ŲŽØ§Ų…ŲŽ ۚ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ØąŲŽŲ‚ŲŲŠØ¨Ų‹Ø§

Arab-Latin: Yā ayyuhan-nāsuttaqáģĨ rabbakumullaÅŧÄĢ khalaqakum min nafsiw wāá¸Ĩidatiw wa khalaqa min-hā zaujahā wa baᚥᚥa min-humā rijālang kaᚥÄĢraw wa nisā`ā, wattaqullāhallaÅŧÄĢ tasā`aláģĨna bihÄĢ wal-ar-á¸Ĩām, innallāha kāna 'alaikum raqÄĢbā

Artinya: Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

3. Surah An Nur Ayat 32

ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†ŲƒŲØ­ŲŲˆØ§ÛŸ ŲąŲ„Ų’ØŖŲŽŲŠŲŽŲ°Ų…ŲŽŲ‰Ų° Ų…ŲŲ†ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲąŲ„ØĩŲ‘ŲŽŲ°Ų„ŲØ­ŲŲŠŲ†ŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØĨŲŲ…ŲŽØ§Ų“ØĻŲŲƒŲŲ…Ų’ ۚ ØĨؐ؆ ŲŠŲŽŲƒŲŲˆŲ†ŲŲˆØ§ÛŸ ŲŲŲ‚ŲŽØąŲŽØ§Ų“ØĄŲŽ ŲŠŲØēŲ’Ų†ŲŲ‡ŲŲ…Ų ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ؅ؐ؆ ŲŲŽØļؒ؄ؐ؇ؐÛĻ Û— ŲˆŲŽŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ°ØŗŲØšŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ…ŲŒ

Arab-Latin: Wa angkiá¸Ĩul-ayāmā mingkum waášŖ-ášŖÄliá¸ĨÄĢna min 'ibādikum wa imā`ikum, iy yakáģĨnáģĨ fuqarā`a yugnihimullāhu min faḍlih, wallāhu wāsi'un 'alÄĢm

Artinya: Nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu, baik laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.

4. Surah An Nahl Ayat 72

ŲˆŲŽŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŲ… ؅ؑؐ؆ؒ ØŖŲŽŲ†ŲŲØŗŲŲƒŲŲ…Ų’ ØŖŲŽØ˛Ų’ŲˆŲŽŲ°ØŦŲ‹Ø§ ŲˆŲŽØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŲ… ؅ؑؐ؆ؒ ØŖŲŽØ˛Ų’ŲˆŲŽŲ°ØŦŲŲƒŲŲ… Ø¨ŲŽŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ­ŲŽŲŲŽØ¯ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽØąŲŽØ˛ŲŽŲ‚ŲŽŲƒŲŲ… Ų…Ų‘ŲŲ†ŲŽ ŲąŲ„ØˇŲ‘ŲŽŲŠŲ‘ŲØ¨ŲŽŲ°ØĒؐ ۚ ØŖŲŽŲŲŽØ¨ŲŲąŲ„Ų’Ø¨ŲŽŲ°ØˇŲŲ„Ų ŲŠŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲˆŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ¨ŲŲ†ŲØšŲ’Ų…ŲŽØĒؐ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲŽŲƒŲ’ŲŲØąŲŲˆŲ†ŲŽ

Arab-Latin: Wallāhu ja'ala lakum min anfusikum azwājaw wa ja'ala lakum min azwājikum banÄĢna wa á¸Ĩafadataw wa razaqakum minaáš­-áš­ayyibāt, a fa bil-bāᚭili yu`mináģĨna wa bini'matillāhi hum yakfuráģĨn

Artinya: Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?"

Merujuk pada Tafsir Tahlili Kemenag, nikmat-nikmat Allah SWT yang dijabarkan dalam surah An Nahl ayat 72 yakni nikmat berpasang-pasangan dan menghasilkan keturunan hingga nikmat berupa rezeki yang baik. Berdasarkan penafsiran Ibnu Katsir, atas rahmat-Nya, laki-laki dan perempuan diciptakan berpasangan untuk membentuk keluarga.

Dari keluarga tersebut kemudian diharapkan menghasilkan keturunan anak dan cucu-cucu yang dapat mengemban tugas sebagai khalifah di muka bumi ini atau hafadah. Sementara itu, penafsiran lainnya dari Qatadah, Abu Malik, dan Al-Hasan Al-Basri mengatakan, hafadah juga dapat bermakna penolong, para pembantu, dan para pelayan.

5. Surah Az Zariyat Ayat 49

ŲˆŲŽŲ…ŲŲ† ŲƒŲŲ„Ų‘Ų Ø´ŲŽŲ‰Ų’ØĄŲ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚Ų’Ų†ŲŽØ§ Ø˛ŲŽŲˆŲ’ØŦŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ°ŲŽŲƒŲ‘ŲŽØąŲŲˆŲ†ŲŽ

Arab-Latin: Wa ming kulli syai`in khalaqnā zaujaini la'allakum taÅŧakkaráģĨn

Artinya: Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, Allah SWT menciptakan semua makhluk dengan berpasang-pasang. Mulai dari bumi dan langit, matahari dan rembulan, terang dan gelap, iman dan kafir, hidup dan celaka. Demikian juga dengan semua makhluk hidup dan tumbuhan.

Hadits tentang Pernikahan

Dalam hadits, Rasulullah SAW juga beberapa kali menjelaskan dan menegaskan pentingnya menikah.

Rasulullah SAW melarang setiap muslim berpacaran, "Janganlah laki-laki dan perempuan berdua-duaan, karena ketiganya setan menemaninya." (HR Bukhari Muslim)

Dalam riwayat lain, Abdullah bin Mas'ud RA mengatakan Rasulullah SAW bersabda,

ŲŠŲŽØ§ Ų…ŲŽØšŲ’Ø´ŲŽØąŲŽ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽØ¨ŲŽØ§Ø¨Ų Ų…ŲŽŲ†Ų Ø§ØŗŲ’ØĒŲŽØˇŲŽØ§ØšŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØ§ØĄŲŽØŠŲŽ ŲŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŽØĒŲŽØ˛ŲŽŲˆŲ‘ŲŽØŦŲ’ØŒ ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽØēŲŽØļŲ‘Ų Ų„ŲŲ„Ų’Ø¨ŲŽØĩŲŽØąŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ­Ų’ØĩŲŽŲ†Ų Ų„ŲŲ„Ų’ŲŲŽØąŲ’ØŦŲØŒ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØˇŲØšŲ’ ŲŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ø¨ŲØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽŲ‡Ų ؈ØŦØ§ØĄŲŒ

Artinya: "Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang sudah mampu menanggung nafkah, hendaknya dia menikah. Karena menikah lebih mampu menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Sementara siapa saja yang tidak mampu, maka hendaknya ia berpuasa. Karena puasa bisa menjadi tameng syahwat baginya." (HR Bukhari dan Muslim)

Kemudian, dalam hadits dari Abu Ayyub RA, ia menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

ØŖŲŽØąŲ’Ø¨ŲŽØšŲŒ ؅ؐ؆ؒ ØŗŲŲ€Ų†ŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ: Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲŠŲŽŲ€Ø§ØĄŲØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĒŲ‘ŲŽØšŲŽØˇŲ‘ŲØąŲØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŲˆŲŽØ§ŲƒŲØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų†Ų‘ŲŲƒŲŽØ§Ø­Ų

Artinya: "Ada empat perkara yang termasuk sunnah para Rasul: rasa-malu, memakai wewangian, bersiwak, dan menikah." (HR At-Tirmidzi)

Rasulullah SAW juga bersabda, "Tiga golongan yang merupakan hak atas Allah 'Azza Wajalla untuk membantu mereka yaitu Sahaya yang mengadakan perjanjian pembebasan dirinya yang ingin menunaikan kewajibannya, orang yang menikah ingin menjaga kesucian dirinya, dan orang yang berjihad di jalan Allah." (HR an-Nasa'i)




(dvs/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads