Pernikahan menjadi satu hal yang diatur secara detail dalam Islam. Menikah bukan sekadar penyatuan dua insan yang saling mencintai, tetapi juga bernilai ibadah.
Pernikahan dalam Islam dikenal dengan istilah nikah, yang secara bahasa berarti menyatu atau berkumpul. Secara istilah, nikah adalah akad yang sah yang menjadikan hubungan antara pria dan wanita halal secara syar'i.
Dalam buku Panduan Lengkap Pernikahan Islami, Abduh Al-Barraq menjelaskan bahwa pernikahan merupakan suatu amalan yang memiliki keutamaan besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keutamaan ini yang pada akhirnya menduduki setengah dari kesempurnaan agama seseorang. Sebesar apapun iman seseorang, ia masih setengah dalam keimanannya ketika ia belum menikah.
Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,
"Apabila seorang hamba menikah maka sungguh orang itu telah menyempurnakan setengah agama maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya." (HR Baihaqi)
Hadits tersebut menjelaskan bahwa menikah sangatlah penting dilaksanakan bagi seorang muslim.
Ayat Al-Qur'an tentang Pernikahan
Berikut sejumlah ayat Al-Qur'an tentang pernikahan:
1. Surah Ar Rum Ayat 21
ŲŲŲ ŲŲŲ ØĄŲØ§ŲŲŲ°ØĒŲŲŲÛĻŲ ØŖŲŲŲ ØŽŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲ ØŖŲŲŲŲØŗŲŲŲŲ Ų ØŖŲØ˛ŲŲŲŲ°ØŦŲØ§ ŲŲŲØĒŲØŗŲŲŲŲŲŲŲØ§Û ØĨŲŲŲŲŲŲŲØ§ ŲŲØŦŲØšŲŲŲ Ø¨ŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲØ¯ŲŲØŠŲ ŲŲØąŲØŲŲ ŲØŠŲ Û ØĨŲŲŲŲ ŲŲŲ Ø°ŲŲ°ŲŲŲŲ ŲŲØĄŲاŲŲŲ°ØĒŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØĒŲŲŲŲŲŲØąŲŲŲŲ
Arab-Latin: Wa min ÄyÄtihÄĢ an khalaqa lakum min anfusikum azwÄjal litaskunÅĢ ilaihÄ wa ja'ala bainakum mawaddataw wa raá¸Ĩmah, inna fÄĢ ÅŧÄlika la`ÄyÄtil liqaumiy yatafakkaráģĨn
Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
2. Surah An Nisa Ayat 1
ŲŲŲ°ŲØŖŲŲŲŲŲŲØ§ ŲąŲŲŲŲØ§ØŗŲ ŲąØĒŲŲŲŲŲØ§Û ØąŲØ¨ŲŲŲŲŲ Ų ŲąŲŲŲØ°ŲŲ ØŽŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ŲŲŲŲŲØŗŲ ŲŲŲ°ØŲØ¯ŲØŠŲ ŲŲØŽŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲØ§ Ø˛ŲŲŲØŦŲŲŲØ§ ŲŲØ¨ŲØĢŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲ ŲØ§ ØąŲØŦŲØ§ŲŲØ§ ŲŲØĢŲŲØąŲا ŲŲŲŲØŗŲØ§ŲØĄŲ Û ŲŲŲąØĒŲŲŲŲŲØ§Û ŲąŲŲŲŲŲŲ ŲąŲŲŲØ°ŲŲ ØĒŲØŗŲØ§ŲØĄŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲÛĻ ŲŲŲąŲŲØŖŲØąŲØŲØ§Ų Ų Û ØĨŲŲŲŲ ŲąŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ØąŲŲŲŲØ¨Ųا
Arab-Latin: YÄ ayyuhan-nÄsuttaqáģĨ rabbakumullaÅŧÄĢ khalaqakum min nafsiw wÄá¸Ĩidatiw wa khalaqa min-hÄ zaujahÄ wa baᚥᚥa min-humÄ rijÄlang kaᚥÄĢraw wa nisÄ`Ä, wattaqullÄhallaÅŧÄĢ tasÄ`aláģĨna bihÄĢ wal-ar-á¸ĨÄm, innallÄha kÄna 'alaikum raqÄĢbÄ
Artinya: Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
3. Surah An Nur Ayat 32
ŲŲØŖŲŲŲŲØŲŲØ§Û ŲąŲŲØŖŲŲŲŲ°Ų ŲŲŲ° Ų ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲąŲØĩŲŲŲ°ŲŲØŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ØšŲØ¨ŲادŲŲŲŲ Ų ŲŲØĨŲŲ ŲØ§ŲØĻŲŲŲŲ Ų Û ØĨŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲØ§Û ŲŲŲŲØąŲØ§ŲØĄŲ ŲŲØēŲŲŲŲŲŲ Ų ŲąŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲ ŲŲØļŲŲŲŲŲÛĻ Û ŲŲŲąŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲ°ØŗŲØšŲ ØšŲŲŲŲŲ Ų
Arab-Latin: Wa angkiá¸Ĩul-ayÄmÄ mingkum waášŖ-ášŖÄliá¸ĨÄĢna min 'ibÄdikum wa imÄ`ikum, iy yakáģĨnáģĨ fuqarÄ`a yugnihimullÄhu min faá¸lih, wallÄhu wÄsi'un 'alÄĢm
Artinya: Nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu, baik laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
4. Surah An Nahl Ayat 72
ŲŲŲąŲŲŲŲŲŲ ØŦŲØšŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲ ØŖŲŲŲŲØŗŲŲŲŲ Ų ØŖŲØ˛ŲŲŲŲ°ØŦŲØ§ ŲŲØŦŲØšŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲ ØŖŲØ˛ŲŲŲŲ°ØŦŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŲŲŲØ¯ŲØŠŲ ŲŲØąŲØ˛ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲ ŲąŲØˇŲŲŲŲŲØ¨ŲŲ°ØĒŲ Û ØŖŲŲŲØ¨ŲŲąŲŲØ¨ŲŲ°ØˇŲŲŲ ŲŲØ¤ŲŲ ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ¨ŲŲŲØšŲŲ ŲØĒŲ ŲąŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲØąŲŲŲŲ
Arab-Latin: WallÄhu ja'ala lakum min anfusikum azwÄjaw wa ja'ala lakum min azwÄjikum banÄĢna wa á¸Ĩafadataw wa razaqakum minaáš-ášayyibÄt, a fa bil-bÄášili yu`mináģĨna wa bini'matillÄhi hum yakfuráģĨn
Artinya: Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?"
Merujuk pada Tafsir Tahlili Kemenag, nikmat-nikmat Allah SWT yang dijabarkan dalam surah An Nahl ayat 72 yakni nikmat berpasang-pasangan dan menghasilkan keturunan hingga nikmat berupa rezeki yang baik. Berdasarkan penafsiran Ibnu Katsir, atas rahmat-Nya, laki-laki dan perempuan diciptakan berpasangan untuk membentuk keluarga.
Dari keluarga tersebut kemudian diharapkan menghasilkan keturunan anak dan cucu-cucu yang dapat mengemban tugas sebagai khalifah di muka bumi ini atau hafadah. Sementara itu, penafsiran lainnya dari Qatadah, Abu Malik, dan Al-Hasan Al-Basri mengatakan, hafadah juga dapat bermakna penolong, para pembantu, dan para pelayan.
5. Surah Az Zariyat Ayat 49
ŲŲŲ ŲŲ ŲŲŲŲŲ Ø´ŲŲŲØĄŲ ØŽŲŲŲŲŲŲŲØ§ Ø˛ŲŲŲØŦŲŲŲŲŲ ŲŲØšŲŲŲŲŲŲŲ Ų ØĒŲØ°ŲŲŲŲØąŲŲŲŲ
Arab-Latin: Wa ming kulli syai`in khalaqnÄ zaujaini la'allakum taÅŧakkaráģĨn
Artinya: Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, Allah SWT menciptakan semua makhluk dengan berpasang-pasang. Mulai dari bumi dan langit, matahari dan rembulan, terang dan gelap, iman dan kafir, hidup dan celaka. Demikian juga dengan semua makhluk hidup dan tumbuhan.
Hadits tentang Pernikahan
Dalam hadits, Rasulullah SAW juga beberapa kali menjelaskan dan menegaskan pentingnya menikah.
Rasulullah SAW melarang setiap muslim berpacaran, "Janganlah laki-laki dan perempuan berdua-duaan, karena ketiganya setan menemaninya." (HR Bukhari Muslim)
Dalam riwayat lain, Abdullah bin Mas'ud RA mengatakan Rasulullah SAW bersabda,
ŲŲØ§ Ų ŲØšŲØ´ŲØąŲ Ø§ŲØ´ŲŲØ¨ŲØ§Ø¨Ų Ų ŲŲŲ Ø§ØŗŲØĒŲØˇŲØ§ØšŲ Ų ŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲØ¨ŲØ§ØĄŲØŠŲ ŲŲŲŲŲŲØĒŲØ˛ŲŲŲŲØŦŲØ ŲŲØĨŲŲŲŲŲŲ ØŖŲØēŲØļŲŲ ŲŲŲŲØ¨ŲØĩŲØąŲØ ŲŲØŖŲØŲØĩŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲØąŲØŦŲØ ŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲ Ų ŲŲØŗŲØĒŲØˇŲØšŲ ŲŲØšŲŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲØ§ŲØĩŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØĨŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲ ŲØŦØ§ØĄŲ
Artinya: "Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang sudah mampu menanggung nafkah, hendaknya dia menikah. Karena menikah lebih mampu menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Sementara siapa saja yang tidak mampu, maka hendaknya ia berpuasa. Karena puasa bisa menjadi tameng syahwat baginya." (HR Bukhari dan Muslim)
Kemudian, dalam hadits dari Abu Ayyub RA, ia menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
ØŖŲØąŲØ¨ŲØšŲ Ų ŲŲŲ ØŗŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲØąŲØŗŲŲŲŲŲŲŲ: اŲŲŲØŲŲŲŲØ§ØĄŲØ ŲŲØ§ŲØĒŲŲØšŲØˇŲŲØąŲØ ŲŲØ§ŲØŗŲŲŲŲØ§ŲŲØ ŲŲØ§ŲŲŲŲŲŲØ§ØŲ
Artinya: "Ada empat perkara yang termasuk sunnah para Rasul: rasa-malu, memakai wewangian, bersiwak, dan menikah." (HR At-Tirmidzi)
Rasulullah SAW juga bersabda, "Tiga golongan yang merupakan hak atas Allah 'Azza Wajalla untuk membantu mereka yaitu Sahaya yang mengadakan perjanjian pembebasan dirinya yang ingin menunaikan kewajibannya, orang yang menikah ingin menjaga kesucian dirinya, dan orang yang berjihad di jalan Allah." (HR an-Nasa'i)
(dvs/kri)












































Komentar Terbanyak
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Mengenang Thessaloniki, Kota Muslim di Yunani yang Hilang
Kisah Wanita Pemberani 'Sang Perisai Rasulullah' di Perang Uhud