Malaikat Nempel Jemaah Haji Sepulang dari Tanah Suci, Benarkah?

Malaikat Nempel Jemaah Haji Sepulang dari Tanah Suci, Benarkah?

Kristina - detikHikmah
Selasa, 02 Jun 2026 13:15 WIB
Jamaah haji kloter pertama debarkasi Medan tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (2/6/2026). Sebanyak 360 orang haji kloter pertama debarkasi Medan asal Kota Binjai dan Kota Medan tiba di tanah air us
Jamaah haji kloter pertama debarkasi Medan tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (2/6/2026). Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar
Jakarta -

Jemaah haji memiliki keistimewaan sepulang dari Tanah Suci, terlebih jika ibadahnya mabrur atau diterima Allah SWT. Satu hal yang kerap disebut, mereka akan diikuti malaikat hingga tiba di rumahnya. Mitos atau fakta?

Dalam khazanah keislaman, orang pulang haji diikuti malaikat bukan sekadar mitos tetapi ada dalil yang menjelaskan tentang hal ini. Pembahasan ini mengacu pada hadits tentang safar. Safar yang dimaksud adalah perjalanan dengan tujuan mencari ridha Allah SWT seperti haji, umrah, menuntut ilmu, berdakwah, berperang di jalan Allah, silaturahmi, dan perjalanan kebaikan lainnya.

Dalam buku Kewajiban dan Adab Musafir karya A. Aziz Salim Basyarahil terdapat riwayat dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW yang menerangkan orang yang bepergian dengan tujuan yang diridhai Allah akan diikuti malaikat sampai dia pulang ke rumahnya. Begini bunyi haditsnya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak seorang keluar meninggalkan rumahnya kecuali di pintu rumahnya ada dua panji. Sebuah di tangan malaikat dan sebuahnya lagi di tangan setan. Kalau tujuannya kepada apa yang diridhai (disenangi) Allah Azza Wa Jalla, maka dia diikuti malaikat dengan panjinya sampai dia pulang ke rumahnya. Apabila tujuannya kepada apa yang dimurkai Allah, maka setan dengan panjinya mengikutinya sampai dia pulang ke rumahnya." (HR Ahmad dan At-Thabarani)

Namun, detikHikmah belum menemukan status hadits tersebut.

ADVERTISEMENT

Doa Orang Pulang Haji Mustajab hingga 40 Hari Setelah Kepulangan

Imam al-Ghazali dalam Asrar al-Haj terjemahan Mujiburrahman mengatakan salah satu kebiasaan generasi salaf adalah menyambut kepulangan orang-orang yang selesai haji, mencium kening mereka, dan minta didoakan sesegera mungkin sebelum mereka dilumuri dosa. Sebab, menurut sebuah riwayat, orang yang pulang haji telah diampuni dan dihapuskan dosa-dosanya.

Itulah mengapa muncul anjuran minta doa kepada orang yang pulang haji. Sebagaimana Imam Ahmad meriwayatkan dari hadits Ibnu Umar secara marfu':

إِذَا لَقِيْتَ الْحَاجَّ فَسَلَّمْ عَلَيْهِ وَصَافِحْهُ وَمُرْهُ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ قَبْلَ أَنْ يَدْخُلَ بَيْتَهُ فَإِنَّهُ مَغْفُوْرٌ لَهُ.

Artinya: "Apabila engkau berjumpa dengan orang yang baru pulang haji, maka ucapkan salam kepadanya, jabat tangannya, dan mintalah dia memohonkan ampunan untukmu sebelum dia memasuki rumahnya karena dia adalah orang yang diampuni." (HR Ahmad)

Umat Islam dianjurkan minta didoakan orang pulang haji agar dosanya diampuni Allah SWT. Menurut ulama besar dan ahli fikih mazhab Syafi'i, Syekh Sulaiman Al-Bujairami dalam Hasyiyah Al-Bujairami Ala Al-Khatib, seperti dinukil MUI Digital, doa orang yang pulang haji mustajab hingga 40 hari sejak hari kedatangannya.

وَيُنْدَبُ لِلْحَاجِّ الدُّعَاءُ لِغَيْرِهِ بِالْمَغْفِرَةِ وَإِنْ لَمْ يَسْأَلْ وَلِغَيْرِهِ سُؤَالُ الدُّعَاءِ مِنْهُ بِهَا وَذَكَرَ أَنَّهُ أَيِ الدُّعَاءَ يَمْتَدُّ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا مِنْ قُدُوْمِهِ

Artinya: "Disunahkan bagi orang yang baru pulang haji untuk mendoakan orang lain agar diampuni (dosanya), meskipun orang tersebut tidak memintanya. Dan bagi orang lain, dianjurkan untuk memintakan doa ampunan dari orang yang usai haji. Disebutkan bahwa anjuran doa (sepulang dari haji) ini berlaku hingga 40 hari sejak hari kedatangannya."

Pendapat lain menyebut anjuran minta doa ini berlaku sebelum jemaah haji itu masuk rumahnya. Sementara pendapat lain mengatakan anjuran tersebut terus berlanjut hingga sisa bulan Zulhijah, Muharam, Safar, dan 20 hari bulan Rabiul Awal.

Wallahu a'lam.




(kri/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads