Doa Pulang Haji Mabrur, Amalkan agar Ibadah Diterima Allah SWT

Doa Pulang Haji Mabrur, Amalkan agar Ibadah Diterima Allah SWT

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Selasa, 02 Jun 2026 05:45 WIB
Jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Batam (BTH 1) meninggalkan hotel di Mekah, Arab Saudi, Minggu (31/5/2026) malam, untuk bertolak ke Jeddah dan terbang kembali ke Tanah Air. (MCH 2026)
Ilustrasi kepulangan jemaah haji (Foto: Dokumentasi MCH 2026)
Jakarta -

Jemaah haji telah pulang ke Tanah Air secara bertahap. Untuk itu, memanjatkan doa pulang haji agar mabrur adalah hal tepat yang bisa dilakukan keluarga untuk menyambut kedatangannya.

Menjadi haji mabrur adalah harapan setiap muslim yang pergi ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima. Menurut buku Catatan Ramadhan tulisan Kholid A Harras, kata mabrur berasal dari barra-yaburru-barran atau al-barra, al-birrun yang artinya berbuat baik atau patuh, sedangkan al-birrun adalah kebaikan atau ketaatan dan kesalehan, bisa juga diartikan diterima.

Kata mabrur diperuntukkan bagi lelaki, sementara perempuan adalah mabruroh. Hadits terkait haji mabrur merujuk pada sabda Nabi SAW berikut:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Haji yang mabrur tidak ada balasan lain baginya kecuali surga." (HR Bukhari dan Muslim)

Para ulama mengatakan haji mabrur berarti tidak dicampuri dengan dosa-dosa. Ungkapan ini mengandung arti kebaikan haji yang diperoleh jemaah telah membentengi dirinya dari dosa-dosa besar maupun kecil, sebagaimana dijelaskan dalam buku Sederhana Indah yang ditulis Didin Hafidhudin.

ADVERTISEMENT

Dalam Islam, haji termasuk rukun Islam yang wajib ditunaikan bagi muslim yang mampu. Dari Abu Hurairah RA berkata:

"Rasulullah SAW pernah ditanya, 'Amal apa yang paling afdhal?' Beliau menjawab, 'Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.' Beliau ditanya lagi, 'Setelah itu amal apa?' Beliau menjawab, 'Jihad di jalan Allah.' Beliau ditanya lagi. 'Selanjutnya apa?' Beliau menjawab, 'Haji yang mabrur'." (HR Bukhari Muslim)

Doa Pulang Haji Mabrur: Arab, Latin dan Arti

Doa pulang haji mabrur ini bisa diamalkan kerabat yang menyambutnya. Setidaknya ada tiga versi doa yang bisa diamalkan muslim.

1. Doa Pulang Haji Mabrur Versi Pertama

Doa pulang haji agar menjadi mabrur yang pertama ini dikutip dari buku Untaian Mutiara Doa karya Ali Manshur. Berikut bacaannya,

اللهُمَّ اجْعَلْهَا حَاجًا مَبْرُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا

Allaahummaj-'alhaa hajjan mabruuran wa dzanban maghfuuraan.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah ia (ibadah) sebagai ibadah haji yang mabrur dan dosa yang diampuni."

2. Doa Pulang Haji Mabrur Versi Kedua

Ada juga doa pulang haji mabrur versi lainnya yang dinukil dari buku Fiqh As Sunnah Sayyid Sabiq terjemahan Khairul Amru Harahap.

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Zawwadakallaahut-taqwaa, wa ghafara dzan-baka, wa yassara lakal-khaira haitsu maa kunta.

Artinya: "Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam jalan kebaikan di mana pun kau berada."

3. Doa Pulang Haji Mabrur Versi Ketiga

Masih dari buku yang sama, ada juga doa pulang haji agar menjadi mabrur veri lainnya. Bacaannya sebagai berikut,

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

Astaudi'ullaha diinaka wa amaanataka wa khawaatima 'amalik.

Artinya: "Aku menitipkan agamamu, amalanmu dan akhir amal perbuatanmu kepada Allah."

Ciri yang Terlihat dari Haji Mabrur

Dinukil dari buku 65 Kultum Kamtibmas susunan Syarif Hidayatullah dan buku Bimbingan Lengkap Haji dan Umrah karya M Syukron Maksum, ada beberapa ciri yang terlihat jika seseorang meraih predikat haji mabrur. Apa saja itu?

  1. Santun dalam berkata-kata (thayyibul kalam)
  2. Menebarkan kedamaian (ifsya'us salam)
  3. Memiliki kepedulian sosial (ith'amut tha'am)
  4. Semakin taat kepada Allah SWT dan rasul-Nya
  5. Akhlaknya lebih baik dan banyak bersedekah
  6. Semangat berdakwah
  7. Baik dalam menjaga amanah
  8. Suka menolong sesama
  9. Gemar menyambung kembali silaturahmi
  10. Semakin mencintai ilmu dan majelis ilmu

Ciri Haji Mabrur dari Hadits Nabi SAW

Selain ciri di atas, ada juga ciri haji mabrur dari hadits Nabi Muhammad SAW. Riwayat tersebut berasal dari Jabir RA dengan sanad hasan dikatakan:

"Sesungguhnya wujud dari haji mabrur adalah (tertanamnya sifat asih) dengan memberi makanan (kepada yang berhak) dan ucapannya lembut." (HR Ahmad)

Lalu pada redaksi lainnya Rasulullah SAW menjawab, "Memberi makanan dan menebarkan kedamaian."

Kebalikan dari Haji Mabrur

Kebalikan dari haji mabrur adalah haji mardud. Diterangkan dalam buku Yang Tersembunyi di Balik Ritual Haji susunan M Sadat Ismail, mardud berasal dari akar kata "radda-yaruddu" yang artinya menolak dan mengembalikan. Makna kata mardud sebagai maf'ul berarti ditolak sehingga haji mardud diartikan sebagai haji yang ditolak Allah SWT.

Imam Al Ghazali dalam Asrar al-Haj yang diterjemahkan Mujiburrahman menyebut hadits terkait haji mardud. Dari Abu Hurairah Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa menyengaja datang ke Baitullah ini sebab pekerjaan haram, maka ia adalah pribadi yang tidak taat kepada Allah SWT. Apabila ia bersiap berangkat, kedua kakinya menaiki kendaraan, kemudian kendaraannya berjalan dan ia berkata, 'Labbaika Allahumma Labbaik (Kami datang menyambut panggilan-Mu ya Allah, kami datang menyambut panggilan-Mu),' maka malaikat berseru dari langit menjawab, 'Tidak ada sambutan untukmu dan tidak ada kebahagiaan bagimu. Pekerjaanmu haram, pakaianmu haram, kendaraanmu haram dan perbekalanmu haram. Pulanglah kamu membawa haji mardud (ditolak), bukan haji mabrur (diterima), dan bergembiralah dengan hajimu yang buruk.'

Apabila seseorang menunaikan haji menggunakan harta halal, ia menaiki kendaraan, kemudian kendaraanya berjalan dan ia berkata, 'Labbaik Allahumma Labbaik', maka malaikat berseru dari langit menjawab, 'Kami menyambut kamu dan semoga kebahagian menyertaimu. Kamu wajib mendapatkan apa yang kamu cintai, kendaraanmu halal dan pakaianmu halal serta perbekalanmu halal, maka pulanglah membawa haji mabrur, bukan mardud, dan mulailah berkerja." (Abu Dzar dalam kitab Manasik)

Wallahu a'lam.




(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads