Kisah Mabrurnya Haji Penjual Sepatu yang Tak Pernah Naik Haji

Kisah Mabrurnya Haji Penjual Sepatu yang Tak Pernah Naik Haji

Kristina - detikHikmah
Selasa, 02 Jun 2026 05:00 WIB
Ilustrasi penjual sepatu Damaskus yang hajinya mabrur meski tak pernah berangkat haji
Ilustrasi penjual sepatu Damaskus yang hajinya mabrur meski tak pernah berangkat haji. Foto: AI/ChatGPT
Jakarta -

Di Damaskus, Suriah ada seorang penjual sepatu bernama Ali bin al-Muwaffaq. Sudah 40 tahun dia menabung untuk pergi haji, qadarullah saat uangnya terkumpul, ujian pun datang.

Diceritakan dalam buku 198 Kisah Haji Wali-wali Allah oleh Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny, Ali bin Muwaffaq telah menyisihkan 350 dirham dari hasil dagang sepatu yang rencananya untuk berangkat haji. Suatu hari, istrinya yang sedang mengandung mencium aroma masakan tetangga sebelah. Sang istri pun minta Ali bin Muwaffaq mendatangi rumah itu untuk mendapat sedikit makanan.

Ketika Ali bin Muwaffaq datang dan menjelaskan maksud dan tujuannya, tetangga itu pun menangis dan mengatakan sudah tiga hari dia dan anak-anaknya tidak makan apa pun. Hari itu, dia melihat seekor keledai mati dan mengambilnya untuk dimasak. "Ini bukan makanan yang halal bagimu," kata orang itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendengar cerita itu, hati Ali bin Muwaffaq terasa terbakar. Dia lantas bergegas pulang dan mengambil 350 dirham uangnya untuk diberikan kepada keluarga tersebut. "Belanjakanlah ini untuk anakmu," katanya.

Ternyata, niat haji Ali bin Muwaffaq telah diterima Allah SWT dan tercatat sebagai haji mabrur, dosa-dosanya pun telah dihapuskan. Hal ini diketahui dari mimpi seorang ulama hadits terkemuka, Abdullah bin al-Mubarak al-Hanzhali al-Marwazi rahimahullah.

ADVERTISEMENT

Kala itu, Abdullah bin al-Mubarak tengah berada di Makkah untuk menunaikan haji. Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, dia tertidur dan bermimpi melihat dua malaikat turun dari langit.

Malaikat itu berbincang tentang jumlah jemaah haji dan berapa di antara mereka yang diterima.

"Berapa orangkah haji yang datang tahun ini?" tanya salah satu malaikat kepada lainnya.

"Enam ratus ribu orang," jawab malaikat lainnya.

"Berapa banyakkah mereka yang ibadah hajinya diterima?" tanya malaikat itu.

"Tidak ada satu pun," jawab malaikat lainnya.

Malaikat kaget dan kembali menanyakan bagaimana nasib jemaah yang jauh-jauh datang dari belahan bumi sana dengan berbagai kesulitan dan kelelahan perjalanan. Malaikat lainnya mengatakan hanya ada satu orang yang hajinya diterima, dia adalah Ali bin al-Muwaffaq, seorang penjual sepatu di Damaskus.

"Dia tidak datang menunaikan haji, tapi hajinya diterima dan seluruh dosanya diampuni," jelas malaikat itu.

Begitu terbangun, Abdullah bin al-Mubarak gemetar. Dia bergegas ke Damaskus membuktikan kebenaran mimpinya itu. Di sana dia bertemu Ali bin al-Muwaffaq, persis seperti dikatakan para malaikat.

Wallahu a'lam.




(kri/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads