Salat taubat adalah salat yang dikerjakan dengan maksud untuk memohon ampunan Allah SWT atas segala dosa yang diperbuat. Tidak ada batasan yang pasti mengenai jumlah rakaatnya. Dan waktu pelaksanaannya juga dapat dilakukan malam ataupun siang hari.
Akan tetapi sebagian ulama menganjurkan salat taubat dikerjakan pada sepertiga malam terakhir, beriringan dengan waktu salat tahajud.
Menurut buku tulisan Idris bin Umar yang berjudul Perbaiki Sholatmu Niscaya Allah Akan Perbaiki Hidupmu, waktu sepertiga malam terakhir diyakini sebagai waktu yang paling mustajab dan penuh kekhusyukan untuk bermunajat kepada Allah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun dalil yang menganjurkannya seperti yang diriwayatkan sahabat Abu Bakr as-Shiddiq RA, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا، فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ ؛ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ
Artinya: "Tidaklah seorang hamba yang melakukan dosa, lalu ia bersuci dengan baik lalu ia berdiri untuk shalat dua rakaat, kemudian ia meminta ampunan kepada Allah melainkan Allah akan mengampuninya" (HR. Abu Dawud no.1521, Tirmidzi no.406, Ahmad no.2 dan Ibnu Majah no.1395).
Setelah Abu Bakar RA menyampaikan hadits ini, Rasulullah membacakan ayat:
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ ، وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
Artinya: "Dan orang-orang yang berbuat kekejian atau menzalami diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah, lalu mereka meminta ampunan untuk dosa-dosanya dan tidak ada yang mengampuni dosa melainkan Allah, dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu sedang mereka mengetahui" (QS. Ali Imran: 135).
Tata Cara Sholat Taubat
Berikut adalah tata cara melaksanakan salat Taubat yang dapat diikuti, dimulai dari niat hingga selesai dengan penuh ketulusan hati.
- Membaca niat
أصَلَّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latinnya: Ushallii sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah Taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala."
- Takbiratul ihram dan membaca surah Al-Fatihah
- Membaca surah dari Al-Qur'an
- Rukuk
- I'tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua
- Membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan salah satu surah Al-Qur'an
- Rukuk
- I'tidal
- Sujud pertama rakaat kedua
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua rakaat kedua
- Tahiyat akhir
- Salam
- Membaca istighfar
- Membaca doa setelah salat Taubat
Bacaan Doa setelah Salat Taubat
Setelah menunaikan salat Taubat, terdapat bacaan doa khusus yang dianjurkan untuk dilafalkan sebagai wujud penyesalan dan permohonan ampun kepada Allah SWT. Berikut ini adalah bacaan doa setelah salat Taubat yang diuraikan dalam buku Buku Panduan Sholat Lengkap karangan Saiful Hadi El Sutha.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا.
Latinnya: Astaghfirullaahal Azhiimal-ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata 'abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf'an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuran.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Maha Tegak, aku bertaubat (kembali) kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang telah berbuat kezhaliman, yang tiada lagi mempunyai untuk dirinya sendiri madharat atau pun manfaat, mati, hidup ataupun kebangkitan dari kematian nanti."
Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca doa berikut ini:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى صِدْقِكِ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Latinnya: Allaahumma anta Rabbii, laa ilaaha illaa anta. Khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaashidqika wa wa'dika mastatha'tu. A'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu'u laka bi ni'matika 'alayya wa abuu'u bi dzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha setia kepada janji-Mu sejauh yang aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kulakukan, aku mengakui semua nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku, karena tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."

Komentar Terbanyak
Mesir dan Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ , Jaga Nilai Masyarakat Setempat
Konflik Iran-AS Memanas, Gus Yahya Serukan Perdamaian
Orang Miskin Masuk Surga 500 Tahun Lebih Dulu Sebelum Orang Kaya