Saudi Masuki Fase Terpanas dalam Setahun, Warga Diimbau Waspada Sengatan Matahari

Saudi Masuki Fase Terpanas dalam Setahun, Warga Diimbau Waspada Sengatan Matahari

Devi Setya - detikHikmah
Sabtu, 18 Jul 2026 16:05 WIB
Muslim pilgrims walk, holding their umbrellas at the Mina tent camp, in Mecca, Saudi Arabia, during the annual hajj pilgrimage, Monday, June 26, 2023. Muslim pilgrims are converging on Saudi Arabias holy city of Mecca for the largest hajj since the coronavirus pandemic severely curtailed access to one of Islams five pillars. (AP Photo/Amr Nabil)
Foto: AP/Amr Nabil
Jakarta -

Arab Saudi resmi memasuki periode yang dikenal sebagai Jamrat Al Qaydh, fase yang secara tradisional dianggap sebagai puncak musim panas di Kerajaan. Selama beberapa pekan ke depan, sebagian besar wilayah diperkirakan mengalami suhu tertinggi sepanjang tahun, disertai angin panas dan tingkat kelembapan yang meningkat, terutama di kawasan pesisir.

Dilansir dari Gulf News, Sabtu (18/7/2026) para ahli mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko cuaca ekstrem dengan membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari serta menjaga kecukupan cairan tubuh guna mencegah gangguan kesehatan akibat panas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jamrat Al Qaydh, Fase Terpanas dalam Setahun

Periode Jamrat Al Qaydh dimulai pada pertengahan Juli dan diperkirakan berlangsung hingga awal Agustus. Dalam tradisi masyarakat Arab, fase ini telah lama dikenal sebagai masa ketika suhu udara mencapai titik tertinggi.

Menurut anggota Masyarakat Astronomi Afaq, Barjas Al-Fulaih, fase tersebut juga dikenal sebagai "Tabbakh Al Tamr" atau "pemasak kurma", karena panas yang sangat tinggi mempercepat proses pematangan buah kurma hingga memasuki tahap rutab, yakni kondisi ketika kurma menjadi lunak dan segar.

ADVERTISEMENT

Selain menjadi penanda musim panen kurma, periode ini juga identik dengan cuaca yang sangat terik, angin panas yang lebih aktif, serta meningkatnya kelembapan di wilayah pesisir.

Bertepatan dengan Fase Astronomi Al Han'ah

Tahun ini, dimulainya Jamrat Al Qaydh bertepatan dengan awal periode Al Han'ah, yaitu fase kedua dari rasi Gemini dalam kalender astronomi tradisional Arab.

Al Han'ah berlangsung selama 13 hari dan merupakan fase astronomi keempat pada musim panas menurut kalender tradisional yang selama berabad-abad digunakan masyarakat Arab untuk memantau perubahan musim dan kondisi iklim.

Kalender tersebut masih menjadi salah satu referensi budaya dalam mengenali pergantian musim, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas pertanian pada kondisi cuaca.

Warga Diminta Hindari Paparan Matahari Langsung

Seiring meningkatnya suhu udara, masyarakat diimbau untuk mengikuti berbagai panduan keselamatan selama musim panas.

Barjas Al-Fulaih mengingatkan agar masyarakat menghindari paparan sinar matahari secara langsung pada jam-jam terpanas, khususnya antara tengah hari hingga sore hari.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih dan cairan lainnya agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kelelahan akibat panas (heat exhaustion) maupun sengatan panas (heat stroke), yang dapat membahayakan kesehatan apabila tidak segera ditangani.

Debu, Hujan, dan Hujan Es Masih Berpotensi Terjadi

Di tengah dominasi cuaca panas, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi juga memperkirakan sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami fenomena cuaca lainnya.

Angin yang membawa debu diprakirakan melanda beberapa wilayah, di antaranya di Jazan, Asir, Al-Baha, Makkah dan Tabuk.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kemungkinan hujan es diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Jazan, Asir, Al-Baha, Makkah, dan Wilayah Timur.

Adapun wilayah Madinah diperkirakan mengalami hujan ringan di sejumlah lokasi.

Pusat Meteorologi Nasional juga memperkirakan suhu udara akan terus meningkat di beberapa wilayah, terutama di Provinsi Timur dan Riyadh.

Sementara itu, kondisi perairan Laut Merah dipengaruhi angin yang bertiup dari arah barat laut hingga barat dengan kecepatan sekitar 20-45 kilometer per jam di bagian utara dan tengah.

Di wilayah selatan Laut Merah, angin diperkirakan bertiup dari arah barat laut hingga utara dengan kecepatan 15-50 kilometer per jam.



(dvs/dvs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads