Petugas Linjam Masjidil Haram Ungkap Titik Rawan Jemaah Haji Nyasar

Kabar Haji Bersama Telkomsel

Petugas Linjam Masjidil Haram Ungkap Titik Rawan Jemaah Haji Nyasar

Rachmatunnisa - detikHikmah
Kamis, 07 Mei 2026 10:15 WIB
Petugas Linjam PPIH Arab Saudi, Deka Ulfa Wiwik Irjayanti, membantu jemaah lansia melakukan sai menggunakan kursi roda.
Petugas Linjam PPIH Arab Saudi, Deka Ulfa Wiwik Irjayanti, membantu jemaah lansia melakukan sai menggunakan kursi roda. Foto: Rachmatunnisa/detikcom
Makkah -

Terpisah dari rombongan di kawasan Masjidil Haram menjadi masalah krusial yang sering dialami jemaah haji Indonesia, terutama lansia. Salah satu titik yang paling rawan membingungkan jemaah berada di sekitar Terminal Syib Amir dan jalur menuju WC 3.

Petugas Perlindungan Jemaah (Linjam) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Deka Ulfa Wiwik Irjayanti, mengatakan banyak jemaah salah arah saat hendak kembali ke terminal bus.

"Karena kita (jemaah Indonesia) itu juga kebanyakan di Terminal Syib Amir ya, kadang jemaah itu mikirnya WC 3, apa-apa (patokannya) WC 3," ujarnya ditemui tim Media Center Haji saat bertugas di Masjidil Haram, Rabu (6/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, lanjutnya, sebagian besar jemaah Indonesia justru berada di jalur Terminal Syib Amir yang akses keluarnya mengarah ke WC 9.

ADVERTISEMENT

"Sehingga kadang mereka keluar lagi ke Masjidil Haram ke arah WC 3, padahal mereka harusnya ke WC 9," jelasnya.

Menurut Deka, kondisi paling sulit terjadi ketika jemaah lansia tertinggal dari rombongan. Kepanikan membuat mereka semakin sulit mengingat arah jalan keluar.

"Karena banyak jemaah yang sudah sepuh-sepuh, itu kalau sudah tertinggal oleh teman-temannya itu menjadi ketakutan tersendiri," katanya.

Karena itu, PPIH Arab Saudi menempatkan tim Linjam di sembilan titik rawan di sekitar Masjidil Haram untuk membantu jemaah.

"Di titik-titik tertentu yang membingungkan jemaah itu sudah ada beberapa petugas kita di mana-mana," ujarnya.

Selain risiko terpisah dari rombongan, jemaah juga dihadapkan pada cuaca panas ekstrem di Makkah. Deka mengingatkan jemaah agar membawa perlindungan diri saat menuju Masjidil Haram.

"Untuk para jemaah diimbau untuk membawa payung, masker, topi, perlindungan diri, kalau bisa semprot-semprot air agar tetap lembap," sarannya.

Ia juga meminta jemaah tidak memaksakan diri terlalu sering beribadah di Masjidil Haram jika kondisi tubuh tidak memungkinkan.

"Kalau misalkan dirasa cuacanya terlalu panas, mending sholat di masjid hotel yang telah disediakan," ujarnya.

Menurut Deka, menjaga stamina jelang puncak haji jauh lebih penting agar jemaah tetap fit saat Armuzna. "Kita jaga kesehatan sehingga nanti pada saat Armuzna badan tetap fit, sehat, bisa beribadah haji di puncak haji dengan maksimal," pungkasnya.




(rns/kri)
Kabar Haji dari Tanah Suci

Kabar Haji dari Tanah Suci

316 konten
Seputar berita tentang jemaah haji yang sedang berada di Tanah Suci. detikHikmah akan mengabarkan kegiatan jemaah haji Indonesia dari awal hingga akhir musim haji.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads