Ada sebuah mitos yang menyebutkan bahwa bulan Safar adalah bulan yang terdapat banyak musibah hingga penyakit. Hal ini adalah kepercayaan orang Arab jahiliah yang menyebut bulan Safar mendatangkan keburukan maupun kesialan.
Dikutip dari buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender tulisan Ida Fitri Shohibah, masyarakat Arab jahiliah beranggapan bulan Safar adalah bulan di mana Allah menurunkan kemarahan dan hukuman ke atas dunia. Oleh itu banyak musibah dan bencana terjadi pada bulan Safar khususnya pada Rabu minggu terakhir.
Baca juga: 7 Peristiwa Bulan Safar dalam Sejarah Islam |
Keyakinan lainnya, yaitu tidak boleh melakukan pernikahan, khitan, atau semisalnya pada bulan Safar merupakan salah satu bentuk perbuatan menganggap sial bulan tersebut. Perbuatan menganggap sial bulan-bulan tertentu, hari-hari tertentu, burung atau hewan-hewan tertentu lainnya adalah perbuatan yang tidak boleh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menganggap sial bulan Safar termasuk salah satu jenis tathayyur yang terlarang. Itu termasuk amalan jahiliah yang telah dibatalkan (dihapuskan) oleh Islam.
Rasulullah SAW melalui hadits bersabda:
لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ.
Artinya: "Tidak ada penyakit menular (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), tidak ada kesialan karena burung hamah, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR Bukhari)
Bukti Rasulullah SAW menolak kepercayaan kesialan bulan Safar adalah menikah dengan Khadijah RA pada bulan tersebut. Begitu pula pernikahan Sayyidina Ali dan Sayyidah Fatimah Az-Zahra juga terjadi pada bulan Safar.
Belum lagi beberapa perjalanan dan ekspedisi Rasulullah SAW yang berlangsung di bulan Safar.
Dalam buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya Handan Hamedan, Selain membantah takhayul pra-Islam, Rasulullah sejatinya mengajarkan bahwa hanya Allah-lah satu-satunya yang dapat menyebabkan manfaat maupun mara bahaya.
Bulan atau waktu tertentu tidak boleh dianggap serta-merta mendatangkan keburukan. Jika seseorang menghabiskan waktunya untuk beribadah, maka waktu itu mendatangkan keberkahan baginya.
Namun, jika ia menggunakannya untuk maksiat, maka itu akan menjadi keburukan dan sumber penyesalan baginya. Yang buruk itu bukan waktu, tetapi tindakan maksiat yang ia perbuat.
Tegas dalam menolak kepercayaan pra-Islam, sebagian ulama menyebut bulan Safar dengan sebutan (Zafar )ظفر( yang berarti keberhasilan atau kemenangan. Sebagian lain menyebutnya Safar Al-Khoir atau bulan yang baik.
Adakah Doa Tolak Bala Safar?
Doa tolak bala tidak dihubungkan dengan bulan Safar. Doa ini dapat dipanjatkan kapan pun, bahkan di luar bulan Safar.
Bacaan Doa Tolak Bala Beserta Artinya
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bacaan latin: Bismillahilladzi la yadurru ma'asmihi syai'un fil ardhi wa laa fissamaa'i, wa huwassamii'ul 'aliim
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui)." (HR Abu Daud dan Tirmidzi)
Selain doa di atas, melansir dari situs Kemenag Surabaya, doa tolak bala lainnya yang dapat dipanjatkan adalah sebagai berikut,
اللّٰهُمَّ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ وَسِرِّ الْفَاتِحَةِ يَا فَارِجَ الْهَمِّ وَيَاكَاشِفَ الْغَمِّ، يَامَنْ لِعِبَادِهِ يَغْفِرُوَيَرْحَمُ، يَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَا اَللّٰهُ، وَيَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَارَحْمٰنُ وَيَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَارَحِيْمُ
Bacaan latin: Allahumma bihaqqil fatihah, wasirril fatihah, yaa faarijal hamma, wa yaa kasyifal ghamma, yaa man li ibaadihi yaghfiru wa yarham, yaa dafi'al bala-i yaa allah, wa yaa dafi'al bala-i ya rahman, wa yaa dafi'al bala-i yaa rahiim.
Artinya: "Ya Allah, dengan kebenaran Al-Fatihah dan rahasia Al-Fatihah, Wahai sang pembedah kegelisahan. Wahai Sang Penyingkap Kebingungan. Wahai Dzat yang mengampuni dan mengasihi para hamba-Nya, Wahai Sang Penolak Bala, Ya Allah. Tuhan Yang Maha Pengasih. Wahai Sang Penolak Bala, Tuhan Yang Maha Penyayang."

Komentar Terbanyak
Konflik Iran-AS Memanas, Gus Yahya Serukan Perdamaian
Orang Miskin Masuk Surga 500 Tahun Lebih Dulu Sebelum Orang Kaya
Mesir dan Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ , Jaga Nilai Masyarakat Setempat