7 Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Mandi Junub Menurut Ulama

7 Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Mandi Junub Menurut Ulama

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 17 Jul 2026 05:00 WIB
Ilustrasi mandi wajib
Foto: Getty Images/iStockphoto/Iurii Garmash
Jakarta -

Mandi junub diwajibkan sebagai bentuk bersuci bagi seorang muslim dalam kondisi tertentu, seperti setelah berhubungan suami istri, keluar mani, selesai haid, atau nifas. Mandi ini menjadi syarat agar seseorang dapat kembali melaksanakan ibadah yang mengharuskan keadaan suci, seperti salat, tawaf, dan menyentuh mushaf Al-Qur'an menurut sebagian ulama.

Meski tata caranya tergolong sederhana, masih banyak orang yang melakukan kesalahan saat mandi junub. Sebagian kesalahan bahkan dapat menyebabkan mandi wajib menjadi tidak sah apabila berkaitan dengan rukun-rukunnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tata Cara Mandi Junub yang Benar

Dikutip dari Buku Tuntunan Supermudah & Lengkap Shalat Wajib & Sunnah Sesuai Tuntunan Rasulullah karya Ust. Abd Hamid, mandi junub adalah mandi yang dilakukan untuk menghilangkan hadas besar pada tubuh kita yang disebabkan hal-hal yang mewajibkan berhadas besar. Mandi junub juga diartikan sebagai perbuatan mengalirkan air ke seluruh tubuh dengan niat, syarat dan rukun-rukun tertentu.

Dalil perintah mandi junub termaktub dalam Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 43,

ADVERTISEMENT

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقْرَبُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنتُمْ سُكَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا۟ مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِى سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

Secara umum, mandi wajib memiliki dua rukun utama menurut mayoritas ulama, yaitu berniat menghilangkan hadas besar dan mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh tanpa ada yang terlewat.

Sementara itu, sunnah-sunnah mandi junub meliputi membaca basmalah, mencuci kedua tangan, membersihkan kemaluan, berwudu sebelum mandi, mengguyur kepala tiga kali, lalu membasuh seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan kemudian kiri.

Kesalahan saat Mandi Junub

Dikutip dari buku 56 Kesalahan Shalat yang Sering Diabaikan karya Muhammad Khatib, S.Pd.I berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mandi junub:

1. Tidak Berniat Mandi Wajib

Kesalahan pertama yang paling mendasar adalah tidak menghadirkan niat untuk menghilangkan hadas besar.

Dalam mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali, niat merupakan rukun mandi wajib. Tanpa niat, mandi hanya dianggap sebagai aktivitas membersihkan badan, bukan ibadah yang menghilangkan hadas.

2. Ada Bagian Tubuh yang Tidak Terkena Air

Kesalahan berikutnya adalah tidak memastikan seluruh tubuh terkena air.

Padahal, para ulama menegaskan bahwa air wajib mengalir ke seluruh bagian tubuh, termasuk lipatan kulit, ketiak, pusar, belakang telinga, sela-sela jari tangan dan kaki, serta bagian kulit kepala di bawah rambut.

Jika ada bagian tubuh yang sengaja atau tidak sengaja tidak terkena air, maka mandi wajib belum sempurna.

3. Tidak Meratakan Air ke Pangkal Rambut

Sebagian orang hanya membasahi bagian luar rambut tanpa memastikan air sampai ke pangkalnya.

Rasulullah SAW ketika mandi junub mengguyur kepala sebanyak tiga kali sambil memasukkan jari-jari ke sela rambut hingga air mencapai kulit kepala.

Bagi laki-laki maupun perempuan, air harus sampai ke pangkal rambut.

4. Mengira Harus Berwudu agar Mandi Sah

Banyak yang beranggapan mandi junub tidak sah apabila tidak didahului dengan wudu. Padahal, menurut mayoritas ulama, wudu sebelum mandi merupakan sunnah, bukan rukun.

Artinya, seseorang yang langsung mandi wajib dengan niat serta membasuh seluruh tubuh tetap dianggap sah mandinya. Meski demikian, mengikuti tata cara yang dicontohkan Rasulullah SAW tentu lebih utama.

5. Menggunakan Air Secara Berlebihan

Kesalahan lain yang cukup sering dilakukan adalah menggunakan air secara berlebihan.

Islam mengajarkan agar tidak berlebih-lebihan dalam menggunakan air, bahkan ketika berwudu atau mandi di tempat yang airnya melimpah.

Rasulullah SAW dikenal mandi dengan jumlah air yang relatif sedikit, namun tetap sempurna dalam bersuci. Karena itu, mandi junub hendaknya dilakukan secara efisien tanpa pemborosan.

6. Menunda Mandi Wajib Tanpa Alasan

Orang yang sedang junub memang tidak berdosa apabila belum langsung mandi.

Namun, menunda mandi wajib hingga melewati waktu salat sehingga menyebabkan salat tidak dapat dilaksanakan tepat waktu merupakan kesalahan yang harus dihindari.

7. Menganggap Harus Mengulang Mandi karena Hal-Hal yang Tidak Membatalkan

Tidak sedikit orang yang waswas setelah mandi wajib. Sikap waswas yang berlebihan justru dapat menyulitkan diri sendiri dan bertentangan dengan prinsip Islam yang menghendaki kemudahan dalam beribadah.



(dvs/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads