6 Keutamaan Bulan Syaban yang Dijelaskan dalam Hadits

6 Keutamaan Bulan Syaban yang Dijelaskan dalam Hadits

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Senin, 19 Jan 2026 13:16 WIB
6 Keutamaan Bulan Syaban yang Dijelaskan dalam Hadits
Foto: Getty Images/iStockphoto/frikota
Jakarta -

Bulan Syaban termasuk salah satu bulan yang memiliki keistimewaan dalam kalender Islam. Keutamaan bulan ini disebutkan dalam sejumlah hadits yang menjelaskan kedudukannya di antara bulan-bulan lainnya.

Hadits tentang bulan Syaban menguraikan berbagai keutamaan serta amalan yang dianjurkan untuk dilakukan. Dalam berbagai riwayat, Syaban digambarkan sebagai bulan yang kerap dimanfaatkan oleh Rasulullah SAW untuk meningkatkan ibadah, khususnya puasa sunnah.

Keistimewaan bulan Syaban juga erat kaitannya dengan persiapan menyambut bulan Ramadan. Para ulama memaknai hadits-hadits tersebut sebagai anjuran agar umat Islam tidak menyia-nyiakan kesempatan beribadah sebelum memasuki bulan suci.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadits Tentang Keutamaan Bulan Syaban

Dikutip dalam buku Amalan Ringan Berpahala Istimewa Seputar Puasa, Sedekah, Dan Haji oleh Abdillah F. Hasan, Buku Kumpulan Artikel Sya'ban dan Ramadhan oleh Ammi Nur Baits, Buku Himpunan khutbah Jum'at Kontemporer oleh Afiful Ikhwan, Buku Rukyat atau hisab? oleh Iwan Achmad Adjie, dan Buku Kumpulan Naskah Khutbah Jum'at: Membangun Bangsa oleh Dr. H. A. Rusdiana, berikut ini beberapa hadits yang menjelaskan keutamaan bulan Syaban.

ADVERTISEMENT

1. Bulan Syaban sebagai Waktu Diangkatnya Amal

عن أسامة بن زيد قال : قلت يا رسول الله لم أرك تصوم شهرا من الشهورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذلك شهر يعمل الناس عنه بين رجب ورمضان وهو شهر ترفع فيه الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَن يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ


"Usamah bin Zaid berkata, Wahai Rasululllah aku tidak pernah melihat engkau berpuasa sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya'ban. Nabi membalas, "Bulan Sya'ban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan. Bulan Sya'ban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa." (HR Nasa'i).

Hadits ini menjelaskan alasan Rasulullah SAW memperbanyak puasa di bulan Syaban. Nabi SAW menerangkan bahwa Syaban merupakan bulan yang sering dilalaikan manusia karena berada di antara Rajab dan Ramadan. Padahal, pada bulan inilah amal-amal diangkat kepada Allah SWT. Oleh karena itu, Rasulullah SAW menginginkan agar amalnya diangkat dalam keadaan sedang berpuasa.

Penjelasan tersebut juga selaras dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang rutin berpuasa pada hari Senin dan Kamis, karena kedua hari itu merupakan waktu diangkatnya amal-amal manusia kepada Allah SWT.

Dalam konteks ini, bulan Syaban yang sering terabaikan justru dimanfaatkan oleh Rasulullah SAW untuk memperbanyak ibadah. Hal ini menjadi isyarat bahwa memanfaatkan waktu ketika banyak manusia lalai merupakan salah satu sebab diperolehnya kemuliaan di sisi Allah SWT.

2. Puasa Syaban sebagai Puasa Paling Utama Setelah Ramadan

Dalam riwayat Tirmidzi, puasa bulan Sya'ban disebut sebagai puasa yang paling afdal setelah puasa Ramadan. Anas RA., menuturkan bahwa Rasulullah SAW., pernah ditanya, "Puasa manakah yang paling afdal setelah puasa Ramadan?" Rasulullah SAW., menjawab, "Puasa Sya'ban untuk mengagungkan Ramadan." (HR. Tirmidzi)

3. Keutamaan Malam Nisfu Syaban dan Ampunan Allah

إن الله ليطلع ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن

"Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya'ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani; dinilai sahih oleh Al-Albani)

4. Syaban sebagai Bulan yang Paling Banyak Digunakan Nabi untuk Berpuasa

لم يكن النبي صلى الله عَليْهِ وسلَّم يَصُوم شهرًا أكثر من شعبانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Aisyah radhiyallahu'anha ketika ditanya bagaimana puasa Nabi SAW pada bulan Sya'ban? Beliau mengatakan:

"Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak pernah berpuasa dalam satu bulan lebih banyak dari bulan Syaban. Nabi SAW biasa berpuasa pada bulan Syaban seluruhnya." (HR. Bukhari Muslim).

5. Penyempurnaan Bulan Syaban Menjadi 30 Hari Jika Hilal Tidak Terlihat

Dari Abu Hurairah, "Bersabda Nabi SAW: 'Saum-lah karena telah melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya, jika terhalang maka sempurnakan bulan Syaban menjadi 30 hari." (Riwayat al-Bukhārī)

6. Perhatian Rasulullah SAW terhadap Bulan Syaban dalam Penentuan Ramadan

Dari Aisyah: "Rasulullah SAW memperhatikan dengan serius bulan Syaban, yang hal itu tidak beliau lakukan pada bulan-bulan lainnya, kemudian beliau şaum karena melihat hilal Ramadan. Jika tak dapat dirukyat beliau menggenapkan jumlah hari bulan Syaban itu 30 hari, kemudian beliau saum." (Riwayat Ibnu Khuzaimah)

7. Keistimewaan Syaban sebagai Bulan Rasulullah SAW

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa bulan Syaban merupakan bulan yang dinisbatkan kepada beliau.

رَجَب شَهْرُ اللَّهِ وَشَعْبَانِ شَهْرِي وَرَمَضَانَ شَهْرُ أُمَّتِي

Artinya: "Rajab adalah bulan Allah, dan Syaban adalah bulanku, Ramadan adalah bulan umatku."




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads