WC atau kamar mandi merupakan tempat yang kotor dan menjadi sarangnya jin dan setan. Membaca doa ketika hendak masuk dan keluar dari WC mampu menjadi perisai untuk melindungi diri dari gangguan jin dan setan.
Selain itu, Allah SWT telah menganjurkan kita untuk selalu berdoa ketika hendak melakukan sesuatu, Islam merupakan agama yang sempurna dan telah mengatur segala sudut kehidupan manusia mulai dari urusan besar hingga hal-hal kecil seperti adab ketika memasuki dan keluar dari WC.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Ghafir ayat 60 yang telah memerintah hambanya untuk berdoa,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ÙÙÙÙØ§ÙÙ Ø±ÙØšÙÙÙÙÙ Ù Ø§Ø¯ÙØ¹ÙÙÙÙÙ Ø£ÙØ³ÙØªÙØ¬ÙØšÙ ÙÙÙÙÙ Ù Û Ø¥ÙÙÙ٠اÙÙÙØ°ÙÙÙÙ ÙÙØ³ÙتÙÙÙØšÙرÙÙÙ٠عÙÙÙ Ø¹ÙØšÙØ§Ø¯ÙØªÙ٠سÙÙÙØ¯ÙØ®ÙÙÙÙÙ٠جÙÙÙÙÙÙÙ Ù Ø¯ÙØ§Ø®ÙرÙÙÙÙ
Arab-latin: wa qâla rabbukumud'ûnî astajib lakum, innalladzîna yastakbirûna 'an 'ibâdatî sayadkhulûna jahannama dâkhirîn
Artinya: "Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.'"
Doa Keluar dan Masuk WC Arab, Latin, dan Artinya
Doa Keluar WC Versi Pertama
Mengutip buku Kumpulan Doa-doa tulisan Sukarta, berikut bacaan doa keluar WC selengkapnya.
غÙÙÙØ±ÙاÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙ
Arab-Latin: GhufrÄnaka AllÄhumma.
Artinya: "Aku minta ampun kepada-Mu, Ya Allah".
(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)
Doa Keluar WC Versi Kedua
Dinukil dari buku Kumpulan Doa Sehari-Hari oleh Kementerian Agama RI, berikut doa keluar WC versi Kemenag.
غÙÙÙØ±ÙاÙÙÙ٠اÙÙØÙÙ ÙØ¯Ù ÙÙÙÙÙÙ٠اÙÙÙØ°ÙÙ Ø£ÙØ°ÙÙÙØšÙ عÙÙÙ٠اÙÙØ£ÙذÙÙ ÙÙØ¹ÙاÙÙØ§ÙÙÙ
Arab-Latin: GhufrÄnaka, al-ឥamdu lillÄhil-ladzÄ« adzhaba 'annil-adzÄ wa 'ÄfÄnÄ«.
Artinya: "Segala Puji bagi Allah yang telah menghilangkan apa yang menyakitkan aku dan menyisakan apa yang bermanfaat bagiku".
Doa Masuk WC Versi Pertama
Dikutip dari buku sebelumnya, berikut doa masuk WC selengkapnya.
ØšÙØ³Ù٠٠اÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙÙÙ Ù٠إÙÙÙÙÙ Ø£ÙØ¹ÙÙØ°Ù ØšÙÙÙ Ù ÙÙ٠اÙÙØ®ÙØšÙØ«Ù ÙÙØ§ÙÙØ®ÙØšÙØ§ØŠÙØ«Ù
Latin-Arab: BismillÄhi, AllÄhumma innÄ« a'Å«dzu bika minal-khubutsi wal-khabÄ'its.
Artinya: "Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan laki-laki dan perempuan".
(HR. Al-Bukhari: 1/45 dan Muslim: 1/283).
Dikutip dari Kitab Al-Adzkar oleh Imam an-Nawawi, apabila hendak memasuki kamar mandi disunahkan membaca basmalah dan memohon surga kepada Allah serta meminta perlindungan kepada-Nya dari neraka.
Diriwayatkan melalui kitab Ibnu Sinni dengan sanad yang dhaif melalui Abu Hurairah r.a yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,
ÙÙØ¹Ù٠٠اÙÙØšÙÙÙØªÙ Ø§ÙØÙÙ ÙÙØ§Ù Ù ÙÙØ¯ÙØ®ÙÙÙÙ٠اÙÙÙ ÙØ³ÙÙÙÙ Ù Ø Ø¥ÙØ°Ùا Ø¯ÙØ®ÙÙÙÙÙ Ø³ÙØ£ÙÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙÙ Ø¹ÙØ²ÙÙ ÙÙØ¬ÙÙÙ٠اÙÙØ¬ÙÙÙÙØ©Ù ÙÙØ§Ø³ÙØªÙØ¹ÙاذÙÙÙ Ù ÙÙ٠اÙÙÙÙØ§Ø±Ù
Artinya: "Sebaik-baik bagian rumah ialah kamar mandi yang dimasuki oleh orang muslim, yaitu apabila ia memasukinya meminta kepada Allah SWT surga dan memohon perlindungan kepada-Nya dari neraka".
Doa Masuk WC Versi Kedua
Dinukil dari buku sebelumnya, berikut doa masuk WC versi Kemenag.
اÙÙÙÙÙÙÙ Ù٠إÙÙÙÙÙ Ø£ÙØ¹ÙÙÙØ°ÙØšÙÙÙ Ù ÙÙ٠اÙÙØ®ÙØšÙØ«Ù ÙÙØ§ÙÙØ®ÙØšÙØ§ØŠÙØ«Ù
Artinya: "Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan para setan".
Doa Beristinja Arab, Latin, dan Artinya
Masih dikutip dari buku yang sama, beristinja dilakukan untuk membersihkan diri dari najis setelah kita membuang air besar dan air kecil. Adapun doa yang kita baca ketika hendak beristinja sebagai berikut.
اÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙ ØÙسÙÙÙÙ ÙÙØ±ÙجÙÙ Ù ÙÙ٠اÙÙÙÙÙÙØ§ØÙØŽÙ ÙÙØžÙÙÙÙØ±Ù ÙÙÙÙØšÙÙ Ù ÙÙ٠اÙÙÙÙÙÙÙØ§ÙÙ
Arab-Latin: AllÄhumma ឥassin farjÄ« minal-fawÄឥishi, wa á¹ahhir qalbÄ« minan-nifÄq.
Artinya: "Ya Allah bersihkan farjiku dari keburukan dan bersihkan hatiku dari nifaq (kemunafikan)".
Adab-adab Buang Hajat
Dikutip dari buku Adab Buang Hajat oleh Abu Abdillah al-Atsari, berikut adab buang hajat yang harus diamalkan oleh kaum muslim.
1. Tidak Di Sembarang Tempat
Membuang hajat di sembarang tempat, tidak hanya mengotori tempat tetapi juga membuat pelakunya mendapat laknat. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 58,
ÙÙØ§ÙÙÙØ°ÙÙÙÙ ÙÙØ€ÙذÙÙÙ٠اÙÙÙ ÙØ€ÙÙ ÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ§ÙÙÙ ÙØ€ÙÙ ÙÙÙØ§ØªÙ ØšÙØºÙÙÙØ±Ù Ù ÙØ§ اÙÙØªÙØ³ÙØšÙÙØ§ ÙÙÙÙØ¯Ù اØÙتÙÙ ÙÙÙÙØ§ ØšÙÙÙØªÙاÙÙØ§ ÙÙØ¥ÙÙÙÙÙ ÙØ§ Ù ÙÙØšÙÙÙÙØ§
Arab-Latin: WallaŌīna yu`Ōụnal-mu`minÄ«na wal-mu`minÄti bigairi maktasabụ faqadiឥtamalụ buhtÄnaw wa iṡmam mubÄ«nÄ
Artinya: "Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan yang nyata".
2. Larangan Kencing Pada Air yang Tenang
Muslim dilarang untuk buang air kecil atau kencing di air yang tidak mengalir. Hal ini berdasarkan hadits Bukhari 239 dan Muslim 282 sebagai berikut,
ÙØ§ ÙÙØšÙÙÙÙÙÙÙÙ Ø£ÙØÙØ¯ÙÙÙÙ Ù ÙÙ٠اÙÙ ÙØ§Ø¡Ù Ø§ÙØ¯Ùا؊Ù٠٠اÙÙÙØ°ÙÙ ÙÙØ§ ÙÙØ¬ÙرÙÙ
Artinya: "Janganlah kalian kencing pada air yang tenang lagi tidak mengalir".
3. Tidak Membawa Sesuatu yang Bertuliskan Nama Allah
Hal ini merupakan bentuk pemuliaan dan penjagaan nama Allah dari penghinaan, karena itu tidaklah layak bagi seorang Muslim ketika buang hajat membawa sesuatu yang bertuliskan lafadz Allah, kecuali karena darurat.
4. Masuk dengan Mendahulukan Kaki Kiri
Usahakan ketika masuk ke dalam kamar mandiri didahului dengan kaki kiri. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Bukhari 168 dan Ahmad 6/187 sebagai berikut,
عÙÙÙ Ø¹ÙØ§ØŠÙØŽÙØ©Ù ÙÙØ§ÙÙØªÙ : ÙÙØ§Ù٠اÙÙÙÙØšÙÙÙÙ ï·º ÙÙØ¹ÙØ¬ÙØšÙÙÙ Ø§ÙØªÙÙÙÙÙ ÙÙÙ ÙÙ٠تÙÙÙÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙ ØªÙØ±ÙجÙÙÙÙÙ ÙÙ ØžÙÙÙÙØ±ÙÙÙ ÙÙ ÙÙÙ ØŽÙØ£ÙÙÙÙÙ ÙÙÙÙÙÙÙ ÙØ¹ÙÙÙÙ
"Dari 'Aisyah ia berkata: Adalah Rasulullah mencintai untuk mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, bersisir, bersuci dan pada perkara mulia lainnya".
5. Larangan Menghadap Kiblat
Tidak boleh hukumnya melakukan buang hajat dengan menghadap kiblat. Dalam perkara ini, terdapat beberapa hadits yang menjelaskan hal tersebut, antara lain:
Hadits riwayat Bukhari 144 dan Muslim 264, bahwasanya Rasulullah bersabda,
Ø¥ÙØ°Ùا Ø£ÙØªÙÙ Ø£ÙØÙØ¯ÙÙÙ٠٠اÙÙØºÙØ§ØŠÙØ·Ù ÙÙÙÙØ§ ÙÙØ³ÙتÙÙÙØšÙÙ٠اÙÙÙÙØšÙÙÙØ©Ù ÙÙÙÙØ§ ÙÙÙÙÙÙÙÙÙØ§ ØžÙÙÙØ±ÙÙÙ
Artinya: "Apabila salah seorang diantara kalian buang hajat, maka janganlah ia menghadap kiblat atau membelakanginya".
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
MUI: Nikah Siri Sah tapi Haram
Tolak Mundur dari Ketum PBNU, Gus Yahya Kumpulkan Ulama Malam Ini Tanpa Rais Aam
Gus Yahya Kumpulkan Alim Ulama di PBNU Malam Ini, Rais Aam & Sekjen Tak Diundang