Hujan adalah salah satu nikmat besar dari Allah yang mendatangkan berkah bagi kehidupan. Dalam Islam, turunnya hujan bukan hanya tanda kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya, tetapi juga menjadi momen yang penuh doa dan harapan.
Sebab, ada waktu-waktu tertentu yang mustajab untuk berdoa, dan turunnya hujan termasuk salah satunya.
Menurut buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan karya Deni Lesmana, waktu hujan adalah waktu Allah menurunkan rahmat-Nya berupa curahan air hujan yang menghidupkan dan menyurburkan tanaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka tidak heran jika waktu hujan ini merupakan bagian dari waktu yang mustajab untuk kita berdoa. Rasulullah SAW bersabda, "Dua orang yang tidak ditolak doanya adalah ketika adzan dan ketika rapatnya barisan saat perang." Dalam riwayat lain disebutkan, "Dan ketika hujan turun." (HR. Abu Dawud).
Nah, agar Muslim bisa memanfaatkan momen tersebut dengan baik, berikut bacaan doa ketika turun hujan lengkap dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahannya.
Doa Ketika Turun Hujan
Mengutip buku Kumpulan Doa & Dzikir dalam al-Qur'an dan Sunnah karya Prof. Dr. Abdurrazzaq, dari Aisyah RA, Rasulullah SAW saat mendapati hujan, beliau membaca:
اŮŮŮŮŮŮŮ ŮŮ ŘľŮŮŮŮبŮا ŮŮاŮŮŘšŮا
AllÄhumma shayyiban nÄfi'an
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat (untuk manusia, tanaman dan binatang)." (HR. Al- Bukhari, no. 1032)
Doa setelah Turun Hujan
Lalu, umat Islam bisa membaca doa setelah hujan turun yang dikutip dari buku Sa'id bin Ali Wahf Al-Qahthani HISNUL MUSLIM Panduan Do'a dan Dzikir berdasarkan Al'quran dan Sunnah karya Said bin Ali Wahf Al-Qahthani, ini adalah doanya:
Ů ŮءŮŘąŮŮŮا بŮŮŮŘśŮŮ٠اŮŮŮŮŮŮ ŮŮŘąŮŘŮŮ ŮŘŞŮŮŮ
MuáširnÄ bi-faá¸lillÄhi wa raḼmatih
Artinya: "Kita diberi hujan berkat karunia dan rahmat Allah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Doa Ketika Mendengar Petir
Dari sumber sebelumnya, yaitu buku Kumpulan Doa & Dzikir dalam al-Qur'an dan Sunnah karya Prof. Dr. Abdurrazzaq, ini adalah doa saat kita mendengar petir, dari Abdullah bin az-Zubair, Rasulullah SAW bersabda:
ŘłŮبŮŘŮاŮ٠اŮŮŮذŮŮ ŮŮŘłŮبŮŮŘ٠اŮŘąŮŮŘšŮد٠بŮŘŮŮ ŮŘŻŮŮŮ ŮŮاŮŮŮ ŮŮŮا،ŮŮŮŘŠŮ Ů ŮŮŮ ŘŽŮŮŮŮŘŞŮŮŮ
SubḼÄnal-ladzÄŤ yusabbiḼur-ra'du bi-Ḽamdih, wal-malÄ'ikatu min khÄŤfatih
Artinya: "Mahasuci Allah yang halilintar bertasbih dengan memuji-Nya, begitu pula para Malaikat karena takut kepada-Nya." (HR. Malik dalam al-Muwaththa', no. 1822 dan al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, no. 723)
Doa agar Hujan Berhenti
Melansir dari buku sebelumnya, yaitu Sa'id bin Ali Wahf Al-Qahthani HISNUL MUSLIM Panduan Do'a dan Dzikir berdasarkan Al-Quran dan Sunnah karya Said bin Ali Wahf Al-Qahthani, ini adalah doa meminta agar hujan berhenti:
اŮŮŮŮŮŮŮ ŮŮ ŘŮŮŮاŮŮŮŮŮŮا ŮŮŮŮا ŘšŮŮŮŮŮŮŮŘ§Ř Ř§ŮŮŮŮŮŮŮ ŮŮ ŘšŮŮŮ٠اŮŘŁŮŮŮا٠٠ŮŮاŮءŮŮŘąŮابŮŘ ŮŮبŮءŮŮŮŮ٠اŮŮŘŁŮŮŮŘŻŮŮŮŘŠŮ ŮŮŮ ŮŮŮابŮت٠اŮŘ´ŮŮŘŹŮŘąŮ
AllÄhumma ḼawÄlainÄ wa lÄ 'alainÄ, AllÄhumma 'alal-akÄmi waáš-ášarÄb, wa buášĹŤnil-awdiyati wa manÄbitis-syajar
Artinya: "Ya Allah, hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya, Allah, berilah hujan ke dataran tinggi, beberapa anak bukit perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan."
Siklus Hujan dalam Al-Qur'an
Menurut Dodi Mawardi dalam buku Ayat-Ayat Hijau: Pesan Allah dalam Al-Quran untuk menjaga kelestarian Alam, sains modern menjelaskan bahwa hujan terjadi melalui proses evaporasi, kondensasi, dan presipitasi.
Menariknya, Al-Qur'an telah menjelaskan konsep ini sejak 1400 tahun yang lalu. Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 48:
اŮŮŮŮٰŮ٠اŮŮŮذŮŮŮ ŮŮŘąŮŘłŮŮ٠اŮŘąŮŮŮٰŘŮ ŮŮŘŞŮŘŤŮŮŮع٠سŮŘŮابŮا ŮŮŮŮبŮŘłŮءŮŮŮ ŮŮ٠اŮŘłŮŮŮ Ůاۤإ٠ŮŮŮŮŮŮ ŮŮŘ´Ůاۤإ٠ŮŮŮŮŘŹŮŘšŮŮŮŮŮ ŮŮŘłŮŮŮا ŮŮŘŞŮŘąŮ٠اŮŮŮŮŘŻŮŮŮ ŮŮŘŽŮŘąŮŘŹŮ Ů ŮŮŮ ŘŽŮŮٰŮŮŮŮŰ ŮŮاŮذŮا٠اŮŘľŮاب٠بŮŮŮ Ů ŮŮŮ ŮŮŮŘ´Ůاۤإ٠٠ŮŮŮ ŘšŮبŮادŮŮŮ٠اŮذŮا ŮŮŮ Ů ŮŮŘłŮŘŞŮبŮŘ´ŮŘąŮŮŮŮŮŰ
AllâhulladzÎ yursilur-riyâḍa fa tutsÎru saḍâban fa yabsuthuhÝ fis-samâ'i kaifa yasyâ'u wa yaj'aluhÝ kisafan fa taral-wadqa yakhruju min khilâlih, fa idzâ ashâba bihÎ may yasyâ'u min 'ibâdihÎ idzâ hum yastabsyirÝn
Artinya: "Allahlah yang mengirim angin, lalu ia (angin) menggerakkan awan, kemudian Dia (Allah) membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya dan Dia menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya. Maka, apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, seketika itu pula mereka bergembira.
Baca juga: Arti Doa Innama Amruhu dan Kapan Dibaca? |
(inf/inf)

Komentar Terbanyak
Kenapa Tape Halal Padahal Mengandung Alkohol?
7 Fenomena Sains yang Dijelaskan dalam Al-Qur'an
Bintang Ahmad Muncul di Langit Madinah Saat Kelahiran Nabi Muhammad SAW