Doa ketika Gempa Bumi agar Mendapat Perlindungan Allah

Doa ketika Gempa Bumi agar Mendapat Perlindungan Allah

Kristina - detikHikmah
Rabu, 03 Jan 2024 14:45 WIB
Doa ketika Gempa Bumi agar Mendapat Perlindungan Allah
Ilustrasi bacaan doa ketika gempa bumi. Foto: iStock
Jakarta -

Islam menganjurkan agar membaca doa ketika gempa bumi. Hal ini telah dicontohkan Rasulullah SAW dan para nabi terdahulu.

Gempa bumi merupakan bencana alam yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Bencana ini telah terjadi sejak zaman nabi terdahulu. Allah SWT berfirman dalam surah Al A'raf ayat 91,

ŲŲŽØ§ŲŽØŽŲŽØ°ŲŽØĒŲ’Ų‡ŲŲ…Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØŦŲ’ŲŲŽØŠŲ ŲŲŽØ§ŲŽØĩŲ’Ø¨ŲŽØ­ŲŲˆŲ’Ø§ ŲŲŲŠŲ’ Ø¯ŲŽØ§ØąŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ØŦŲ°ØĢŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽÛ™

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Maka, gempa (dahsyat) menimpa mereka sehingga mereka menjadi (mayat-mayat yang) bergelimpangan di dalam (reruntuhan) tempat tinggal mereka."

Menurut Tafsir Ibnu Katsir yang diterjemahkan M. Abdul Ghoffar, ayat tersebut menjelaskan tentang gempa dahsyat yang menimpa kaum Nabi Syu'aib AS. Peristiwa ini turut disebutkan dalam firman Allah SWT dalam surah Hud ayat 94,

ADVERTISEMENT

ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ ØŦŲŽØ§Û¤ØĄŲŽ Ø§ŲŽŲ…Ų’ØąŲŲ†ŲŽØ§ Ų†ŲŽØŦŲ‘ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ Ø´ŲØšŲŽŲŠŲ’Ø¨Ų‹Ø§ ŲˆŲ‘ŲŽØ§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų°Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ø§ Ų…ŲŽØšŲŽŲ‡Ų— Ø¨ŲØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ Ų…Ų‘ŲŲ†Ų‘ŲŽØ§Ûš ŲˆŲŽØ§ŲŽØŽŲŽØ°ŲŽØĒؐ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø¸ŲŽŲ„ŲŽŲ…ŲŲˆØ§ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲŠŲ’Ø­ŲŽØŠŲ ŲŲŽØ§ŲŽØĩŲ’Ø¨ŲŽØ­ŲŲˆŲ’Ø§ ŲŲŲŠŲ’ Ø¯ŲŲŠŲŽØ§ØąŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ØŦŲ°ØĢŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽÛ™

Artinya: "Ketika keputusan Kami (untuk menghancurkan mereka) datang, Kami selamatkan SyuĘģaib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami. Adapun orang-orang yang zalim, mereka dibinasakan oleh suara yang menggelegar sehingga mati bergelimpangan di rumah-rumah mereka."

Selain era Nabi Syu'aib AS, Allah SWT juga menimpakan gempa bumi kepada kaum Nabi Musa AS. Peristiwa ini dijelaskan dalam surah Al A'raf ayat 155-156.

Umat Nabi Muhammad SAW pun dianjurkan membaca doa ketika terjadi gempa bumi sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW.

Doa Gempa Bumi

Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar yang diterjemahkan Ulin Nuha meriwayatkan hadits dengan sanad yang shahih dalam kitab Sunan Abu Dawud, Sunan an-Nasa'i, dan Sunan Ibnu Majah dari Ibnu Umar RA, bahwa Nabi Muhammad SAW membaca doa berikut:

Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŲŠ ØŖŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§ŲŲŲŠŲŽØŠŲŽ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŲŠ ØŖŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲŲ’ŲˆŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØšŲŽØ§ŲŲŲŠŲŽØŠŲŽ ؁ؐ؊ Ø¯ŲŲŠŲ†ŲŲŠ ŲˆŲŽØ¯ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ŲŠŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŲŠ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§Ų„ŲŲŠ ، Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§ØŗŲ’ØĒŲØąŲ’ ØšŲŽŲˆŲ’ØąŲŽØ§ØĒؐ؊ ŲˆŲŽØĸ؅ؐ؆ؒ ØąŲŽŲˆŲ’ØšŲŽØ§ØĒŲŲŠØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§Ø­Ų’ŲŲŽØ¸Ų’Ų†ŲŲŠ ؅ؐ؆ؒ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų ŲŠŲŽØ¯ŲŽŲŠŲ‘ŲŽ ŲˆŲ…ŲŲ†Ų’ ØŽŲŽŲ„Ų’ŲŲŲŠ ŲˆŲŽØšŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŲŠ ŲˆŲŽØšŲŽŲ†Ų’ Ø´ŲŲ…ŲŽØ§Ų„ŲŲŠ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ ŲŲŽŲˆŲ’Ų‚ŲŲŠ ŲˆŲŽØŖŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲØšŲŽØ¸ŲŽŲ…ŲŽØĒŲŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ ØŖŲØēŲ’ØĒŲŽØ§Ų„ŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØĒŲŽØ­Ų’ØĒؐ؊

Allaahumma innii as-alukal 'aafiyah fid dunya wal aakhirah, allaahumma innii as-alukal 'afwa wal'aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii, allaahummastur 'auraatii wa aamin rau'aatii, allaahummah fadhnii min baini yadayya wa min khalfii wa 'an yamiinii wa 'an syimaali wa min fauqii wa a'udzu bi 'adhamatika an ughtala tahtii.

Artinya: "Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kesejahteraan di dunia dan akhirat, ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu maaf, dan kesejahteraan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, semoga Engkau menutupi keburukanku, dan amankanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, semoga Engkau jaga aku dari arah sampingku, dari arah belakangku, depanku, dan dari arah atasku, dan aku berlindung dengan keagungan-Mu dari tertiup keburukan dari bawahku (gempa bumi)."

Bacaan doa gempa bumi tersebut menjadi rangkaian dzikir pagi dan petang. Dalam riwayat tersebut juga dikatakan, Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan doa itu ketika pagi dan sore.

Bisa juga membaca doa gempa bumi sebagaimana termuat dalam buku Kumpulan Do'a dari Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas sebagai berikut,

ØĨŲ†Ų‘Ø§ŲŽ ؄؄؇ؐ ؈ØĨŲ†ŲŽŲ‘Ø§ ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ØąŲŽØ§ØŦŲØšŲŲˆŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØŖØŦŲØąŲ’Ų†ŲŲŠ ؁ؐ؊ Ų…ŲØĩŲŲŠØ¨ŲŽØĒ؊ ŲˆØŖŲŽØŽŲ’Ų„ŲŲŲ’ Ų„ŲŲŠ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąØ§Ų‹ ؅ؐ؆ؒ؇

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, Allahumma ajirhum fii mushibatihim, wa akhlif lahum khoiran minha

Artinya: "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah mereka pahala dalam musibah mereka dan gantilah dengan yang lebih baik."

Doa Nabi Musa saat Kaumnya Tertimpa Gempa Bumi

Disebutkan dalam buku Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap karya Nasrullah dan Tim Shahih, Nabi Musa AS pernah memanjatkan doa ketika kaumnya tertimpa gempa bumi. Doa Nabi Musa AS ketika gempa bumi ini terdapat dalam Al-Qur'an surah Al A'raf ayat 155-156. Berikut bacaannya.

ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ų„ŲŽŲˆŲ’ Ø´ŲØĻŲ’ØĒŲŽ Ø§ŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŽŲƒŲ’ØĒŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ؅ؑؐ؆ؒ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§ŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ŲŠŲŽÛ— Ø§ŲŽØĒŲŲ‡Ų’Ų„ŲŲƒŲŲ†ŲŽØ§ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ŲŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŲŲŽŲ‡ŲŽØ§Û¤ØĄŲ Ų…ŲŲ†Ų‘ŲŽØ§Ûš Ø§ŲŲ†Ų’ Ų‡ŲŲŠŲŽ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ؁ؐØĒŲ’Ų†ŲŽØĒŲŲƒŲŽÛ— ØĒŲØļŲŲ„Ų‘Ų Ø¨ŲŲ‡ŲŽØ§ Ų…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØ´ŲŽØ§Û¤ØĄŲ ŲˆŲŽØĒŲŽŲ‡Ų’Ø¯ŲŲŠŲ’ Ų…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØ´ŲŽØ§Û¤ØĄŲÛ— Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŲŠŲ‘ŲŲ†ŲŽØ§ ŲŲŽØ§ØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§ØąŲ’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ų†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’ØēŲ°ŲŲØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§ŲƒŲ’ØĒŲØ¨Ų’ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲŲŲŠŲ’ Ų‡Ų°Ø°ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲ‘ŲŽŲŲŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ø§Ų°ØŽŲØąŲŽØŠŲ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ų‡ŲØ¯Ų’Ų†ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽÛ—

Rabbi lau syi'ta ahlaktahum min qablu wa iyyāy(a), atuhlikunā bimā fa'alas-sufahā'u minnā, in hiya illā fitnatuk(a), tuḍillu bihā man tasyā'u wa tahdÄĢ man tasyā'(u), anta waliyyunā fagfir lanā wará¸Ĩamnā wa anta khairul-gāfirÄĢn(a) . Waktub lanā fÄĢ hāÅŧihid-dun-yā á¸Ĩasanataw wa fil-ākhirati innā hudnā ilaik(a)

Artinya: "Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? (Penyembahan terhadap patung anak sapi) itu hanyalah cobaan dari-Mu. Engkau menyesatkan siapa yang Engkau kehendaki dengan cobaan itu dan Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Pelindung kami. Maka, ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi ampun. Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau."




(kri/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads