Cahaya Hijau Makkah Clock Tower Tanda Puncak Haji Sebentar Lagi

Kabar Haji Bersama Telkomsel

Cahaya Hijau Makkah Clock Tower Tanda Puncak Haji Sebentar Lagi

Rachmatunnisa - detikHikmah
Senin, 18 Mei 2026 08:45 WIB
Laser hijau di Makkah Clock Tower penanda masuknya bulan Zulhijah, Senin (18/5).
Laser hijau di Makkah Clock Tower penanda masuknya bulan Zulhijah, Senin (18/5). Foto: Dok. MCH 2026
Makkah -

Langit senja di Makkah tampak berbeda saat azan Maghrib berkumandang pada Minggu (17/5/2026) Waktu Arab Saudi. Dari puncak Makkah Clock Tower, cahaya hijau terang memancar menembus langit dan langsung menarik perhatian ribuan jemaah di sekitar Masjidil Haram.

Pendar cahaya hijau itu bukan sekadar iluminasi biasa. Otoritas Arab Saudi menjadikannya sebagai penanda resmi masuknya awal bulan Hijriah, termasuk 1 Zulhijah 1447 H yang menandai dimulainya fase puncak ibadah haji.

Bagi para jemaah haji, momen tersebut menjadi pengingat bahwa rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tinggal menghitung hari. Tradisi penanda bulan baru melalui sistem tata cahaya di menara jam ikonik itu memang rutin dilakukan Arab Saudi setiap pergantian bulan Hijriah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lampu hijau di bagian puncak menara akan menyala bertepatan dengan waktu Maghrib, mengingat hari baru dalam kalender Hijriah dihitung saat Matahari terbenam. Saat langit Makkah mulai gelap, cahaya hijau tersebut terlihat semakin mencolok dan menghadirkan suasana yang khas di kawasan Masjidil Haram.

Sejumlah jemaah tampak mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel. Ada pula yang berhenti sejenak memandangi pendar cahaya dari pelataran masjid sambil melantunkan doa. Masuknya 1 Zulhijah juga menjadi penanda dimulainya hitung mundur menuju puncak ibadah haji.

ADVERTISEMENT

Karena itu, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tak bosan-bosannya terus mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik. Jemaah diminta mengurangi aktivitas yang terlalu menguras tenaga, seperti umrah sunnah berulang kali maupun bepergian jauh dari hotel pemondokan.

Kebugaran fisik dinilai penting karena dalam beberapa hari ke depan jemaah akan menjalani rangkaian ibadah yang membutuhkan stamina tinggi, terutama saat wukuf di Arafah dan mabit di Mina. Seluruh persiapan kini difokuskan untuk menyambut pergerakan massal jemaah menuju Armuzna yang dijadwalkan dimulai pada 8 Zulhijjah mendatang.




(rns/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads