Amalan dan Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Amalan dan Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Devi Setya - detikHikmah
Senin, 18 Mei 2026 08:00 WIB
Ilustrasi malam lailatul qadar yang terletak pada akhir Ramadan.
Ilustrasi 10 hari pertama Dzulhijjah. Foto: Getty Images/iStockphoto/pinnacleanimates
Jakarta -

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah. Pada bulan ini, umat Islam tidak hanya melaksanakan ibadah haji dan kurban, tetapi juga dianjurkan memperbanyak amal saleh, terutama pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

Dalam hadits dari Ibnu Abbas, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Tidak ada amal yang lebih utama daripada amal pada hari ini (sepuluh hari di awal bulan Dzulhijjah)." Mereka bertanya, "Tidak (juga) dengan jihad, kecuali seseorang yang berjuang melawan musuh dengan dirinya dan hartanya (untanya dan peralatan perangnya), kemudian ia kembali tidak membawa apapun." (HR Al Bukhari)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam hadits lain dari Ibnu Abbas, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari yang lebih agung di sisi Allah dan tidak ada amal yang lebih disukai Allah daripada amal pada sepuluh hari ini (10 hari di awal bulan Dzulhijjah). Maka pada hari-hari itu perbanyaklah tasbih (ucapan subhanallah), takbir (ucapan Allahu Akbar) dan Tahlil (Ucapan La ilaha illa Allah)" (HR Ath Thabrani)

Amalan yang Dianjurkan pada 10 Hari Pertama Dzulhijjah

1. Puasa Dzulhijjah

Dikutip dari buku Hidup bersama Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi Wa Sallam karya Daeng Naja, salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah berpuasa sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah.

ADVERTISEMENT

2. Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Amalan ini memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan para ulama.

Menurut Imam al-Qarafi dalam kitab Adz-Dzakhirah, puasa Tarwiyah memiliki pahala yang sangat besar, bahkan disebut setara dengan puasa setahun, puasa di bulan Haram, Sya'ban, dan sepuluh hari Dzulhijjah.

3. Puasa Arafah

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji. Keutamaannya sangat besar karena dapat menghapus dosa dua tahun.

Muhammad Arham dalam bukunya yang berjudul Setetes Embun Hikmah menjelaskan puasa Arafah menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan.

Rasulullah SAW bersabda, "Puasa Arafah akan melebur dosa setahun yang lampau dan setahun yang akan datang." (HR Muslim)

4. Menghidupkan Malam dengan Ibadah

Malam-malam pada awal Dzulhijjah juga dianjurkan untuk diisi dengan ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan berdzikir.

Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Allah SWT sangat mencintai amal ibadah pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, baik yang dilakukan di siang maupun malam hari.

5. Memperbanyak Dzikir

Umat Islam dianjurkan memperbanyak bacaan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir selama hari-hari tersebut.

Rasulullah SAW bersabda, "Dari Ibnu Umar dari Nabi Muhammad SAW bersabda: Sepuluh hari pertama dalam Dzulhijjah merupakan hari yang sangat diagungkan dan disenangi oleh Allah, karenanya perbanyak ucapan tahlil, takbir, tahmid." (HR Imam Ahmad)

6. Menunaikan Ibadah Haji

Bagi yang mampu, ibadah haji menjadi amalan paling utama di bulan Dzulhijjah. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab Lathaiful Ma'arif menjelaskan bahwa haji termasuk ibadah paling agung pada bulan ini




(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads