×
Ad

Orang Netral atau Vokal, Mana yang Lebih Disukai?

Trisna Wulandari - detikEdu
Minggu, 18 Jan 2026 14:55 WIB
Foto: Victor J. Blue for The Washington Post via Getty Images
Jakarta -

11 Studi di Amerika Utara menunjukkan, orang yang netral pada isu-isu kontroversial cenderung tidak dipercaya daripada orang yang berani mengutarakan pendapatnya. Alih-alih dipandang baik, mereka dianggap sama tidak bermoralnya dengan orang yang punya pandangan berseberangan.

Hal tersebut disampaikan Gabrielle Adams, peneliti kebijakan publik, administrasi bisnis, dan psikologi University of Virginia (UVA) yang memimpin salah satu studi.

"Ketika seseorang mengungkapkan sudut pandang netral, kita sangat skeptis terhadap sudut pandang netral tersebut, dan kita sebenarnya berpikir bahwa mereka kurang bermoral; pada dasarnya, sama tidak bermoralnya dengan seseorang yang pandangannya berlawanan," kata Adams, dikutip dari laman UVA Today.

Netral Dianggap Apatis dan Ragu-ragu

Sejumlah skenario diterapkan pada partisipan penelitian. Pada salah satu studi, 600 partisipan diminta membaca tentang rekan mereka mendukung, menentang, atau mengaku netral pada naiknya imigrasi di negara mereka, yang berdampak pada bertambahnya jumlah imigran.

Mereka kemudian diminta menilai moral rekannya tersebut. Di samping itu, mereka juga ditanyai soal pendapatnya terkait imigrasi. Peneliti menemukan, rekan yang pendapatnya selaras dengan partisipan dinilai lebih baik.

"Namun, rekan yang berpendapat netral dinilai sama jeleknya dengan rekan yang pendapatnya bertentangan dengan partisipan," jelas Adams.

Dalam skenario lainnya, 605 partisipan diminta membayangkan sedang makan malam dengan sejumlah tamu. Tamu tersebut ditanyai pendapatnya soal tempat suntik narkotika legal aman yang akan buka di dekat rumah.

"Para peserta menilai tamu yang netral lebih berniat menghindari konflik dan bersikap strategis daripada orang yang secara lugas setuju atau tidak setuju dengan mereka," kata Adams.

"Pada saat yang sama, mereka juga menilai tamu yang netral lebih apatis dan ragu-ragu mengenai isu tersebut daripada tamu yang secara jelas berpihak," sambungnya.



Simak Video "Video: Fenomena Komunitas Tertutup WNA di Bali, Ada Apa?"


(twu/nwk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork