Ternyata Zombi Memang Ada, Begini Penjelasan dari Ahli

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 28 Nov 2021 16:00 WIB
Ilustrasi zombie
Ilustrasi zombi yang ternyata ada di lingkungan sekitar manusia. Foto: Getty Images/iStockphoto/denis_pc
Jakarta - Zombi atau mayat hidup kerap muncul sebagai tokoh menyeramkan dalam cerita, baik itu dalam film, serial, hingga komik. Dalam Medical News Today disebutkan, kata zombi pertama kali muncul dalam bahasa Inggris tepatnya di tahun 1800-an. Kata ini tertulis dalam karya pujangga Robert Southey yang judulnya History of Brazil.

Pada kamus Meeriam-Webster, kata zombi dihubungkan dengan bahasa Kreol Louisiana atau Haiti. Sebab, kata ini mirip dengan kata nzumbe dari Kumbundu yang artinya hantu. Berikut penjelasan lebih lanjut seputar zombi di dunia nyata, apakah seperti yang ditayangkan di fim?

A. Zombi memang ada

Zombi sebenarnya bukan khayalan semata. Hanya saja zombi tidak berasal dari kalangan manusia, melainkan semut kayu tropis.

Pada semut kayu tropis, adanya zombi disebabkan oleh jamur parasit. Berbeda dari cerita fiksi di mana orang terinfeksi virus atau bakteri untuk bisa berubah menjadi zombi.

Mengutip dari Instagram Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, profesor Entomologi dan Biologi Universitas Negeri Pennsylvania, David Hughes menjelaskan semut zombi ini diakibatkan jamur parasit yang disebut dengan Ophiocordyceps Unilateralis.

Saat semut menyentuh jamur parasit itu, maka dirinya akan terinfeksi. Selanjutnya, jamur tersebut akan mengotak-atik otot, merusak sistem otak semut, dan memakan organ internal mereka.

Semut yang terkena jamur parasit ini kemudian akan dikuasai tubuhnya dan berperilaku normal layaknya semut sehat sebelum akhirnya terbunuh secara perlahan. Ophiocordyceps unilateralis juga akan menumbuhkan stroma atau tangkai jamur di bagian belakang kepala semut yang sudah meninggal.

B. Tujuannya untuk membunuh koloni semut sehat

Jamur ophiocordyceps unilateralis memiliki tujuan untuk menghabisi koloni semut yang sehat, terutama para semut yang ada di lingkungan yang disukai. Akan tetapi, jamur parasit itu tidak dapat melakukannya dari dalam koloni karena semut amat menjaga kebersihan lingkungannya.

Ketika stroma atau tangkai jamur zombi sudah dewasa, spora beracun akan disebar agar bisa membunuh koloni semut yang sehat.

Meski terdapat jamur parasit yang dapat mengubah semut menjadi zombi, perlu dicatat bahwa hal ini tidak terjadi pada manusia ya, detikers!

Simak Video "Gerak WHO Pelototi Penularan Covid-19 Pada Hewan"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia