detikBali

Respons Mohan soal Taman Loang Baloq Tak Terawat-Kunjungan Turis Turun

Terpopuler Koleksi Pilihan

Respons Mohan soal Taman Loang Baloq Tak Terawat-Kunjungan Turis Turun


Sui Suadnyana, Nathea Citra - detikBali

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana saat diwawancarai, Senin (7/9/2026).
Foto: Wali Kota Mataram Mohan Roliskana saat diwawancarai, Senin (7/9/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Fasilitas Taman Hiburan Rakyat Loang Baloq, Mataram, kian memprihatinkan. Sejumlah fasilitas yang tadinya menjadi daya tarik utama wisatawan, seperti kandang burung, monyet, dan binatang lain, tampak terbengkalai dan tak terawat.

Tak hanya itu, lapak-lapak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Taman Loang Baloq juga mengalami nasib serupa. Hanya beberapa lapak yang terisi. Sementara sisanya mangkrak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi Taman Loang Baloq yang tak terawat menyebabkan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata itu menurun. Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, merespons soal kondisi tersebut.

"Saya sudah tekankan kemarin ke Pak Kadispar supaya semua spot-spot ruang terbuka publik kita ini bisa dirawat," kata Mohan saat diwawancarai, Senin (7/9/2026).

ADVERTISEMENT

"Kemudian harus ada inisiatif. Meskipun mungkin ada keterbatasan anggaran, supaya (area itu) tetap dihidupkan dengan kegiatan-kegiatan dan bekerja sama dengan pihak ketiga," imbuh Mohan.

Mohan mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam perawatan Taman Loang Baloq. Namun, Mohan mendorong ada inovasi pengelolaan agar ruang publik tidak mati suri.

"Memang kondisinya seperti ini sekarang, event-event juga mulai agak berkurang. Tentu ini kan berdampak pada keramaian yang ada di situ. Nanti akan saya atensi masalah ini dan sampaikan ke dinas terkait," tegas Mohan.

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tengah mengkaji intervensi anggaran di tahun mendatang jika kondisi fiskal daerah sudah memadai. Hal ini dilakukan untuk merevitalisasi kembali kawasan Taman Loang Baloq agar kembali dikunjungi masyarakat hingga wisatawan.

"Kami lihat dahulu kondisi fiskal kami. Kalau misalnya memadai, tentu kami harus mengintervensi dalam bentuk anggaran," jelas Mohan.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Mataram, Cahya Samudra, menyebut tingkat kunjungan ke destinasi unggulan di Mataram mengalami penurunan. Cahya menduga warga Mataram lebih memilih nongkrong di kafe yang kini menjamur ketimbabg berwisata ke sejumlah destinasi.

"Tantangannya memang tongkrongan-tongkrongan ini makin banyak di Kota Mataram. Positifnya banyak titik spot (kafe) baru, tetapi ini membuat pengunjung terserap dan terbagi ke beberapa lokasi," kata Cahya, sebelumnya.

Selain itu, Cahya menilai minimnya kunjungan juga disebabkan adanya efisiensi anggaran yang berdampak pada penyelenggaraan event pariwisata di Mataram. Kegiatan seperti Festival Reggae, Sunrise to Sunset hingga Festival Duren yang digelar tahun-tahun sebelumnya kini dipastikan absen.

"Tahun ini hanya ada peresean saja," ucapnya.



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads