Warga terdampak gempa bumi di Posko Nanga Lok, Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menginjak-injak bantuan makanan yang disalurkan Pemerintah Daerah setempat.
Video warga menginjak bantuan makanan itu viral di media sosial dan mendapat kecaman dari warganet. Dalam video tersebut terlihat mi berserakan dan kaki seseorang menginjak mi hingga hancur.
Dalam video itu, seorang yang diduga merekam mengatakan bantuan makanan yang diterima warga dari Pemkab Manggarai Timur hanya berupa tiga bungkus mi dan sebungkus biskuit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan warga terdampak di lokasi tersebut baru dua kali menerima bantuan makanan dari pemerintah sejak gempa mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus lalu.
"Ini bantuannya berupa mi 3 bungkus, Malkist 1 bungkus bantuan oleh Pemda per hari ini. Ini bentuk bantuannya, yang lain sudah pada hancur," kata pria dalam video itu sembari memperlihatkan puluhan bungkus mi berserakan.
Dalam video berikutnya, orang tersebut mengatakan bantuan tiga bungkus mi dan satu bungkus biskuit dari Pemda Manggarai Timur sangat memalukan. Video kemudian memperlihatkan kaki menginjak-injak mi.
"Datang kembali bantuan dari Pemda Manggarai timur mi 3 bungkus, malkis 1 bungkus. Ini bantuannya sangat memalukan. Ini masyarakat ada injak-injak mi-nya. Ini bantuannya masyarakat sudah injak-injak," kata pria dalam video tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Elar, Timotius G.R. Madung, membenarkan kejadian tersebut. Aksi warga itu terjadi kemarin.
"Terkait video itu tempatnya di Posko Nanga Lok pas pembagian bantuan Pemerintah Daerah melalui Desa terus ke RT dibagikan ke warga-warga. Ada masyarakat yang tidak puas terhadap bantuan itu," kata Timotius, Selasa (8/9/2026).
Ia mengatakan bantuan memang tidak banyak. Namun, dia menegaskan bantuan akan terus disalurkan secara bertahap kepada warga terdampak gempa.
"Karena bantuan itu diperuntukkan bagi semua warga yang terdampak bukan berarti bantuan sampai di situ saja, tetap diupayakan supaya ada bantuan-bantuan lain, bertahap," ujar dia.
Timotius meminta warga terdampak gempa menerima setiap bantuan pemerintah. Jika menolaknya, warga tidak perlu menginjak-injak bantuan tersebut. Ia menegaskan bantuan itu berasal dari banyak pihak yang disalurkan melalui pemerintah. Sementara itu, masih banyak warga terdampak yang membutuhkan bantuan makanan.
"Saran saya kita terima saja bantuan itu, kalau menolak tidak perlu diperlakukan seperti itu. Bantuan ini kan disumbangkan dari orang-orang melalui pemerintah, susah payah juga, dan masih ada warga yang sangat membutuhkan terkait bantuan itu," tegas dia.
Timotius membenarkan warga terdampak di Desa Golo Lijun baru dua kali mendapat bantuan sembako. Menurut dia, ada perlakuan berbeda dalam penyaluran bantuan ke wilayah tersebut karena lokasinya jauh dari ibu kota kecamatan. Penyaluran bantuan ke desa itu juga terkendala koordinasi dengan pemerintah desa setempat karena tidak ada jaringan telepon.