detikBali

Viral Kepsek Ngeseks dengan Guru SD di Ruang Sekolah, Berujung Dicopot

Terpopuler Koleksi Pilihan

Viral Kepsek Ngeseks dengan Guru SD di Ruang Sekolah, Berujung Dicopot


Robby Bernardi - detikBali

Ilustrasi CCTV
Ilustrasi CCTV. (Foto: Getty Images/iStockphoto/EdwardSamuelCornwall)
Denpasar -

Video rekaman CCTV yang memperlihatkan kepala sekolah dan seorang guru berhubungan seks viral di media sosial. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan memastikan oknum kepala sekolah tersebut langsung dicopot dari jabatannya.

Video berdurasi 21 detik itu diunggah akun Facebook Pekalongan Berita. Dalam rekaman terlihat oknum kepala sekolah dan guru tersebut berhubungan badan di sebuah kursi dalam sebuah ruangan.

"VIRAL! Bocor Rekaman CCTV Diduga Ungkap Kemesraan Oknum Kepala Sekolah dan Guru SD di Desa Langkap, Kedungwuni," tulis akun Pekalongan Berita seperti dilihat detikJateng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Kholid membenarkan kedua orang dalam rekaman tersebut merupakan oknum kepala sekolah dan guru di Kabupaten Pekalongan.

ADVERTISEMENT

Hal itu disampaikan Kholid saat dimintai konfirmasi melalui telepon, Jumat (4/9/2026). Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi pada awal Agustus 2026.

"Keduanya memang kepala sekolah dan guru. Informasinya itu awal Agustus. Oknum kepala sekolah langsung kita copot dan 'kandangkan' di dinas. Untuk oknum gurunya sudah kita pindah ke tempat yang jauh," kata Kholid.

Sudah Lama Tercium

Kholid mengatakan masing-masing oknum tersebut diketahui telah berumah tangga. Kabar keduanya menjalin hubungan khusus disebut sudah lama tercium oleh guru dan karyawan di SD setempat.

Bahkan, menurut Kholid, hubungan keduanya dinilai sudah terlalu vulgar. Pihak sekolah kemudian memasang CCTV untuk membuktikan aktivitas hubungan khusus tersebut.

"Yang pasang kamera CCTV inisiatif sendiri karena isu hubungan keduanya kan sudah lama beredar," kata Kholid.

Setelah mencopot kepala sekolah dan memindahkan guru tersebut, Disdikbud Kabupaten Pekalongan masih menyiapkan sanksi lanjutan. Sanksi itu masih menunggu rekomendasi Plt Bupati Pekalongan.

"Untuk sanksi selanjutnya masih menunggu disposisi pimpinan, apakah itu diturunkan jabatannya satu tingkat atau sanksi lainnya," ujar dia.

Kholid berharap kasus tersebut menjadi pelajaran bagi dunia pendidikan. Dia meminta para pendidik dapat memberikan contoh teladan dalam bersikap baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Artikel ini telah tayang di detikJateng. Baca selengkapnya di sini!



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads
LIVE