detikBali
Round Up

Guru BK PPPK di Bima Ancam Pedagang Kopi Pakai Golok Berujung Dipolisikan

Terpopuler Koleksi Pilihan
Round Up

Guru BK PPPK di Bima Ancam Pedagang Kopi Pakai Golok Berujung Dipolisikan


Tim detikBali - detikBali

Guru PPPK diduga mengancam IRT pemilik kedai kopi menggunakan golok, di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, NTB, pada Minggu (30/8/2026). (Tangkapan layar)
Foto: Guru PPPK diduga mengancam IRT pemilik kedai kopi menggunakan golok, di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, NTB, pada Minggu (30/8/2026). (Tangkapan layar)
Bima -

Seorang guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial D di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dipolisikan karena diduga mengancam pedagang kopi menggunakan golok. Aksi tersebut viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi di sebuah kedai kopi malam yang berada di area parkir bank swasta di Kecamatan Sape pada Minggu (30/8/2026) malam.
Korban diketahui bernama Nur Islamiah (26), warga Desa Bugis, Kecamatan Sape. Dia kemudian melaporkan dugaan tindak pidana pengancaman tersebut ke Polsek Sape pada Senin (31/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Viral di Media Sosial

Aksi pengancaman itu terekam dalam video berdurasi 19 detik dan pertama kali diunggah akun Facebook @YanBima. Dalam rekaman tersebut, tampak perempuan pedagang kopi sedang membereskan dagangannya di kedai kontainer miliknya.

ADVERTISEMENT

Tak lama kemudian, seorang pria mengenakan pakaian serba hitam datang dan melontarkan kata-kata kasar kepada perempuan tersebut. Tak terima, perempuan itu langsung membalas dan ikut melontarkan kata-kata hingga keduanya cekcok dan adu mulut.

Situasi memanas. Pria tersebut terlihat menendang kedai beberapa kali. Dia kemudian mengeluarkan sebilah golok yang sebelumnya disimpan di balik bajunya.

Guru BK di Salah Satu SMA

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terlapor D diketahui merupakan guru Bimbingan Konseling (BK) di salah satu SMA di Kecamatan Sape. D juga berstatus sebagai PPPK.

Disdikpora Turun Tangan

Dikpora NTB tengah mengecek informasi pengancaman yang diduga dilakukan guru BK tersebut. Pengecekan dilakukan melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Dikpora NTB Wilaya VI Kabupaten Bima dan Kota Bima.

"Belum dapat informasinya, kami akan mengeceknya dahulu," ucap Kepala KCD Dikpora NTB Wilaya VI Kabupaten Bima dan Kota Bima, Fahmi Hatib, saat dikonfirmasi detikBali, Jumat (4/9/2026).

Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Sementara polisi menangani kasus ini melalui Kepolisian Sektor (Polsek) Sape. Polisi menangani kasus ini setelah korban melakukan pelaporan resmi.

"Laporan sedang diproses. Kami juga telah meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian," terang Kapolsek Sape, AKP Sirajuddin.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads