Kecelakaan maut melibatkan kendaraan pikap dan truk tronton terjadi di Jalan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di depan Masjid Nurul Yaqin, Kecamatan Melaya, Jembrana, Sabtu (5/9/2026). Pengemudi pikap asal Banyuwangi tewas dalam kejadian itu.
Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tersebut terjadi sekitar pukul 13.15 Wita. Peristiwa bermula saat mobil pikap berpelat nomor P 8273 VQ yang dikemudikan Hasan Bisri (51), warga asal Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), bergerak dari arah timur (Denpasar) menuju barat (Gilimanuk).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat melintas di lokasi kejadian, pikap tersebut berusaha mendahului kendaraan lain di depannya yang tidak dikenal. Namun, dari arah berlawanan muncul truk tronton berpelat nomor S 8395 UP yang dikemudikan Supari (48), warga Jombang, Jatim.
"Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan tak terhindarkan. Kecelakaan melibatkan bagian depan pikap dengan depan kanan truk tronton bermuatan beton," ungkap Kapolsek Melaya, Kompol I Putu Suarmadi, saat dikonfirmasi detikBali, Sabtu (5/9/2026).
Akibat benturan keras tersebut, mobil pikap mengalami kerusakan parah pada bagian depan hingga ringsek. Pengemudi pikap, Hasan Bisri, sempat dilarikan ke Puskesmas Melaya, tetapi dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, pengemudi truk tronton selamat.
"Sopir pikap meninggal dunia. Kendaraan tronton mengalami pecah ban depan kanan serta kerusakan pada bagian bumper. Kerugian materiel akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp 10 juta," papar Suarmadi.
Lalu Lintas Lumpuh
Pasca-kejadian, posisi truk tronton yang melintang di tengah badan jalan sempat menyebabkan jalan nasional tersebut tertutup dari dua arah. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem buka-tutup memanfaatkan bahu jalan di depan masjid untuk mengurai kemacetan.
"Proses evakuasi dilakukan dengan menarik truk tronton menggunakan kendaraan derek ke tempat aman, sementara mobil pikap diamankan ke Polres Jembrana. Saat ini, arus lalu lintas dari arah Gilimanuk maupun Denpasar telah kembali lancar dan normal," ujar Suarmadi.
"Kasus kecelakaan ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Jembrana untuk proses penyelidikan lebih lanjut," imbuh Suarmadi.
(hsa/hsa)