detikBali
Internasional

Pernyataan Mojtaba Khamenei Usai Iran Dijatuhi Rangkaian Sanksi Baru AS

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Pernyataan Mojtaba Khamenei Usai Iran Dijatuhi Rangkaian Sanksi Baru AS


Novi Christiastuti - detikBali

Mojtaba Khamenei (File photo: Reuters)
Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. (Foto: dok. Reuters)
Denpasar -

Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengeluarkan pernyataan terbaru setelah negaranya dijatuhi rangkaian sanksi terbaru Amerika Serikat (AS). Diketahui, AS menjeratkan sanksi baru saat konflik dengan Iran semakin berlarut-larut dan upaya diplomasi terhenti.

Dilansir dari detikNews pada Sabtu (29/8/2026), rentetan sanksi AS itu dimaksudkan untuk meruntuhkan rezim Teheran. Mojtaba dalam pernyataan terbarunya mencetuskan bahwa peningkatan ketergantungan pada produksi dalam negeri Iran menjadi kunci untuk mengatasi masalah ekonomi negaranya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mojtaba juga menyerukan pengurangan secara bertahap atas peran dominan dolar AS dalam perekonomian negaranya. Ia mendesak pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian memberikan perhatian serius terhadap berbagai tantangan ekonomi, termasuk inflasi, pengangguran, pengendalian harga, hingga pengaturan pasar barang dan jasa.

"Kunci utama untuk mengatasi semua persoalan ini terletak pada peningkatan ketergantungan terhadap produksi dalam negeri," cetus Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.

ADVERTISEMENT

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Mojtaba menyerukan perlunya meningkatkan investasi dan mengarahkannya pada sektor-sektor yang bermanfaat dan penting. Tujuannya secara bertahap mengurangi peran penting dolar dan menempatkan kebijakan 'ekonomi perlawanan' sebagai prioritas utama.

Mojtaba sendiri belum muncul ke depan publik sejak menjabat pada awal Maret lalu. Kali ini, dia menekankan pentingnya memastikan pasokan barang kebutuhan pokok dan barang khusus yang memadai.

Di sisi lain, nilai tukar Rial Iran merosot ke rekor terendah terhadap dolar AS di pasar bebas pekan ini, menembus angka 2.000.000 Rial per dolar AS. Hal itu seiring langkah Washington memberlakukan sanksi-sanksi tambahan untuk melumpuhkan perekonomian Teheran.

Mojtaba juga memuji pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian selama masa perang. Termasuk dalam upaya menyediakan barang dan berbagai layanan yang dibutuhkan oleh rakyat, memperbaiki fasilitas penting yang rusak, dan mengelola pasokan energi di tengah pembatasan dan konspirasi musuh 'Amerika Zionis' maupun intensifikasi sanksi dan blokade.

Dalam pernyataannya, Mojtaba juga menyerukan langkah-langkah untuk menjaga persatuan dan memelihara kohesi sosial di negaranya. Ia melarang setiap tindakan yang berpotensi merusak kohesi sosial di Iran.

"Setiap pernyataan yang mematahkan semangat dan melemahkan motivasi nasional maupun publik, dan segala bentuk dikotomi semu -- seperti perang atau negosiasi, konsensus atau ekstremisme, kompromi atau hasutan perang -- yang di masa lalu telah memicu kerugian langsung atau tidak langsung bagi rakyat kita tercinta, dapat menimbulkan dampak serupa di masa mendatang," sebut Mojtaba.

"Oleh karena itu, saya menegaskan bahwa melakukan tindakan apa pun yang merusak kohesi sosial adalah dilarang," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Bacca selengkapnya di sini!



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads