detikBali

Gunung Tambora Terbakar 4 Hari, Lahan Hangus Capai 834 Hektare

Terpopuler Koleksi Pilihan

Gunung Tambora Terbakar 4 Hari, Lahan Hangus Capai 834 Hektare


Faruk - detikBali

Petugas Balai TN Tambora memadamkan api yang membakar kawasan di jalur pintu Walet Timur Oi Hodo, SPTN wilayah II Pekat Jumat (4/9/2026). (Dok Balai TN Tambora)
Foto: Petugas Balai TN Tambora memadamkan api yang membakar kawasan di jalur pintu Walet Timur Oi Hodo, SPTN wilayah II Pekat Jumat (4/9/2026). (Dok Balai TN Tambora)
Denpasar -

Kebakaran kembali melanda kawasan Taman Nasional Tambora (TNT) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam empat hari, kebakaran terjadi di tiga lokasi dengan luas areal terdampak sementara mencapai 734,82 hingga 834,82 hektare.

Kebakaran tersebut melanda kawasan rerumputan dan jalur pendakian Gunung Tambora. Peristiwa ini terjadi hanya dua hari setelah Balai TN Tambora menggelar event Tambora Jungle Run.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Balai TN Tambora Abdul Azis Bakry mengatakan kebakaran pertama terpantau pada Selasa (1/9/2026) di kawasan Resor Kawinda Toi, SPTN Wilayah I Kore. Pada lokasi itu kebakaran terjadi selama tiga hari.

"Kejadian pertama terpantau di Resor Kawinda Toi, SPTN Wilayah I Kore, pada 1-3 September 2026, meliputi Jalur pendakian Kawinda Toi Pos 5 sampai pos 6 dan Doro Onta. Luas terdampak sementara diperkirakan kurang lebih 400-500 hektare," kata Abdul Azis dalam keterangannya pada detikBali Sabtu (5/9/2026).

ADVERTISEMENT

Sebanyak tujuh petugas melakukan pengecekan lapangan secara menyeluruh. Saat ground check di Grid 733, petugas masih menemukan bara pada batang pohon cemara yang kemudian langsung dipadamkan.

"Penyebab kebakaran masih didalami, dengan dugaan awal berkaitan dengan aktivitas perburuan liar Rusa Timor," tuturnya.

Kemudian lanjut Abdul, pada 3 September 2026, titik api juga ditemukan di Kadondo, SPTN Wilayah I Kore, dengan total luas terdampak sekitar 2,32 hektare. Sebanyak 14 orang petugas dikerahkan untuk melakukan pemadaman api. Pada lokasi ini, kebakaran terjadi diduga disebabkan oleh rambatan api dari pembakaran lahan pertanian warga.

"Dugaan sementara, api merupakan rambatan dari aktivitas pembersihan lahan masyarakat," ujarnya.

Abdul mengungkapkan, kebakaran kembali terjadi pada Jumat (4/9/2026) kemarin di jalur pintu Walet Timur Oi Hodo, SPTN wilayah II Pekat. Pada lokasi ini, 332,50 hektare lahan dilahap dilalap si jago merah.

Lagi-lagi, Balai TN Tambora menduga kebakaran disebabkan oleh rambatan api dari pembakaran lahan pertanian warga. Beruntung api berhasil dipadamkan setelah 16 orang petugas gabungan mulai dari personil balai, mitra serta mahasiswa dikerahkan.

"Secara keseluruhan, luas sementara areal terdampak dari ketiga kejadian tersebut diperkirakan mencapai 734,82-834,82 hektare. Angka tersebut masih bersifat sementara dan akan diverifikasi lebih lanjut melalui pengukuran dan pemetaan lapangan," jelasnya.

Abdul menegaskan jajaran Balai TN Tambora akan terus memperkuat patroli, deteksi dini hotspot, mopping up, pemantauan areal bekas terbakar, serta pendalaman terhadap penyebab kebakaran, khususnya yang terindikasi berkaitan dengan aktivitas manusia.

Balai Taman Nasional Tambora mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta bersama-sama menjaga kawasan dari ancaman Karhutla.

"Seluruh jajaran terus bekerja untuk melindungi hutan Tambora sekaligus masyarakat di sekitarnya. Api mungkin dapat padam dalam hitungan jam atau hari, tetapi dampaknya terhadap ekosistem dapat berlangsung jauh lebih lama. Jangan karena kepentingan sesaat, kita mengorbankan hutan yang menjadi sumber kehidupan banyak orang," ucapnya.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads