Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal merelokasi seluruh warga terdampak kebakaran di Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Relokasi dilakukan terkait rekonstruksi ulang kampung pascakebakaran di kampung adat tersebut.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengungkapkan proses rekonstruksi tata ruang Desa Adat Sade melibatkan lintas kementerian. Menurutnya, proses tersebut juga turut menggandeng pakar dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Universitas Mataram (Unram), hingga Institut Teknologi Bandung (ITB).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah berdiskusi langsung dengan Kementerian Kebudayaan untuk mematangkan rencana relokasi, habilitasi, dan rekonstruksi," kata Iqbal saat rapat paripurna pengesahan Perubahan APBD 2026 bersama DPRD NTB, Jumat (4/9/2026).
Iqbal mengatakan langkah pertama adalah merelokasi puluhan kepala keluarga (KK) terdampak kebakaran ke hunian yang lebih layak. Pemprov NTB, dia berujar, juga akan menyiapkan rumah pengganti untuk warga terdampak.
"Sebelumnya sudah dibangun 40 rumah oleh Kementerian Pariwisata, tetapi belum terpakai. Hari ini kita pakai dan akan kita tambah lagi 35 unit," ujar Iqbal.
Iqbal memastikan pembangunan 35 unit rumah baru ini tidak akan membebani APBD NTB. Menurutnya, sumber anggaran pembangunan tersebut berasal dari dana tidak mengikat yang melibatkan kerja sama pihak ketiga.
Ia juga mendorong percepatan pembangunan museum semi permanen di Dusun Adat Sade. Museum ini akan menjadi pusat edukasi dan atraksi budaya baru bagi wisatawan.
"Museum ini nantinya menampilkan Sade tempo dulu, kondisi saat kebakaran, hingga pascakebakaran, termasuk beberapa peninggalan yang tersisa. Fasilitas ini juga akan dilengkapi sentra tenun, ruang pertunjukan, tempat gamelan, hingga arena peresean," tutur Iqbal.
Pemprov NTB menargetkan pembangunan museum selesai sebelum ajang MotoGP Mandalika 2026 berlangsung pada Oktober mendatang. Ia berharap keberadaan museum dan fasilitas pendukung ini dapat menggairahkan kembali roda perekonomian warga Sade.
Langkah rehabilitasi berikutnya terkait rekonstruksi komprehensif bangunan adat yang terdampak. Menurut Iqbal, proses rekonstruksi kawasan tidak perlu dilakukan secara tergesa-gesa jika kegiatan ekonomi warga berjalan dengan kehadiran museum tersebut.
"Rekonstruksi ini sangat komprehensif dan akan kita jadikan sebagai laboratorium rekonstruksi bangunan adat. Karena yang dikerjakan adalah bangunan sejarah dan budaya, prosesnya tidak perlu terburu-buru," kata Iqbal.
Iqbal mengatakan desain penataan Desa Adat Sade dirancang mendekati bentuk aslinya tanpa mengabaikan faktor keamanan dan kenyamanan. Pemprov NTB juga akan menyematkan infrastruktur modern seperti sistem sprinkler pemadam kebakaran, drainase, hingga fasilitas sanitasi yang memadai.
"Semuanya dibuat sebaik mungkin dengan tetap menjaga keautentikan bentuk aslinya, meniru tata kelola pelestarian kawasan bersejarah di negara-negara barat. Pemprov NTB, Pemkab Lombok Tengah, dan masyarakat Sade akan bergotong royong menyelesaikan proses ini," pungkasnya.