Gempa bumi masih terus melanda Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 12.209 gempa susulan mengguncang wilayah tersebut hingga pukul 17.00 Wita pada Jumat (4/9/2026).
"Total gempa susulan 12.209. Magnitudo terbesar 6,2, magnitudo terkecil 0,9. Magnitudo di atas 5 sebanyak 36 kali dan gempa susulan yang dirasakan 173 kali," ujar Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, Jumat petang.
Arief menjelaskan gempa susulan ini merupakan bagian dari gempa utama M 7,7 yang melanda Mbay, Nagekeo, NTT, pada 15 Agustus lalu. Menurutnya, grafik menunjukkan ada penurunan gempa susulan. Ia memperkirakan gempa susulan akan berlangsung sekitar 3-4 pekan sejak gempa utama terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, gempa hari ini juga mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT. Bahkan, material longsor memenuhi ruas jalan di desa tersebut.
"Longsoran terjadi di wilayah Rokirole, menghubungkan satu dusun dari Rokirole dan satu desa dari Nitunglea," ujar Nestor Langga, salah satu warga setempat.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 1 September 2026, jumlah korban tewas akibat gempa NTT mencapai 127 orang. Selain itu, terdapat pula 1.668 orang luka-luka dan 181.354 orang mengungsi. Kemudian, jumlah rumah yang rusak akibat gempa dahsyat tersebut mencapai 97.215 unit.