Semangat masyarakat Kampung Adat Sade untuk bangkit seusai musibah kebakaran yang menghanguskan puluhan bangunan adat kini mulai menemui titik terang. Proses rekonstruksi 75 rumah adat dan 69 art shop hingga Masjid Sade resmi dimulai pada Kamis (3/9/2026).
Ritual Nyemulak digelar dalam prosesi peletakan tiang pertama. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri hadir langsung di Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pelaksanaan tradisi Nyemulak memastikan Desa Adat Sade dibangun kembali tanpa kehilangan ruh, tata nilai, serta identitas budayanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menegaskan bahwa rekonstruksi Sade tak boleh digarap terburu-buru seperti pembangunan fisik biasa. Ketelitian menjadi kunci utama agar keaslian arsitektur hingga nilai sejarah tetap terjaga.
"Proses pembangunan ini tidak boleh terburu-buru. Wisatawan datang ke Sade karena ingin melihat bangunan yang bercerita tentang budaya masyarakat Sasak. Karena itu, nilai awal Sade harus dikembalikan," tegas Iqbal dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026)
Iqbal menginstruksikan Satgas Rekonstruksi Sade harus melibatkan unsur pemerintah dan masyarakat adat. Selain itu, rekening bersama juga bakal dibuka untuk menampung bantuan donatur agar seluruh donasi tercatat dan dikelola secara transparan.
Agar aktivitas pariwisata tak mati total selama pengerjaan, Iqbal berujar, pemerintah juga mempercepat pembangunan museum semipermanen. Fasilitas ini bakal difungsikan sebagai ruang edukasi sementara bagi wisatawan yang ingin mempelajari sejarah dan cerita kehidupan Sade.
"Jadi rekonstruksi seluruh bangunan ini akan dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan," ujarnya.
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyambut baik dimulainya rekonstruksi ini, terlebih momen peletakan tiang pertama bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.
"Bulan Maulid Nabi Muhammad ini merupakan waktu yang terbaik, sehingga pembangunan rumah di Kampung Adat Sade ini dimulai hari ini," ungkap Pathul.