detikBali

Pembangunan 75 Rumah Desa Sade Tunggu Kepastian Anggaran

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pembangunan 75 Rumah Desa Sade Tunggu Kepastian Anggaran


Edi Suryansyah - detikBali

Warga mengais puing sisa barang-barang mereka yang terbakar di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (23/8/2026). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.00 Wita Minggu (22/8) menghanguskan 120 bangunan di Desa Adat Sade yang sebagian besar menggunakan material kayu, bambu, bedek serta beratap ilalang dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj.
Warga mengais puing sisa barang-barang mereka yang terbakar di Desa Adat Sade. (Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)
Lombok Tengah -

Pembangunan ulang 75 rumah di Kampung Adat Desa Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), belum bisa dilakukan sekaligus. Pemerintah daerah akan membangunnya secara bertahap sembari menunggu kepastian sumber anggaran revitalisasi.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan pembangunan 75 rumah, satu masjid, museum, dan sejumlah berugak atau gazebo di Kampung Adat Desa Sade akan dilakukan secara bertahap. Keputusan itu diambil sembari menunggu keputusan resmi terkait sumber pendanaan dari pemerintah.

"Tadi sudah dijelaskan oleh Pak Gubernur (Lalu Muhamad Iqbal), pembangunan ini akan bertahap. Namun kami juga punya keyakinan bahwa masyarakat ingin secepatnya," kata Pathul seusai melakukan Nyemulak atau peletakan batu pertama masjid dan rumah di Kampung Adat Desa Sade, Kamis (3/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pathul mengatakan Detail Engineering Design (DED) bangunan tersebut hingga kini masih dirancang oleh Universitas Mataram (Unram). Menurutnya, desain bangunan nantinya tidak boleh meninggalkan nilai historis dan gambar lama Desa Sade.

ADVERTISEMENT

"Walaupun seperti itu, nilai historisnya harus dijaga. Karena untuk keberlanjutan untuk generasi kita ke masa depan," tegasnya.

Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan pihaknya saat ini akan memulai pembangunan sejumlah item, seperti masjid, museum, dan rumah induk. Pembangunan tersebut dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi.

"Itulah sebabnya pemerintah secepatnya membangun musium. Supaya historisnya tidak hilang akan makna dari kebakaran ini. Jaman dulu dan sekarang penting untuk dipadukan," bebernya.

Pathul mengatakan ornamen bangunan Kampung Adat Desa Sade ke depan harus tetap mempertahankan bangunan lama. Seperti alang-alang, pagar bambu, dan tembok setengah bata.

Sementara itu, untuk kelistrikan hingga kini masih dirancang oleh Unram dan PLN. Keduanya mencari solusi terbaik agar kebakaran tidak terulang kembali.

"Listriknya seperti apa, tentu yang terbaik untuk masyarakat karena itu, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak untuk membangun untuk masyarakat," imbuhnya.

Di sisi lain, Pathul menyebut warga terdampak saat ini telah menerima sejumlah uang dari hasil donasi. Di antaranya uang tunai dari Utusan Khusus Presiden Prabowo, Raffi Ahmad, dan sejumlah donatur lainnya.

Selain itu, terdapat juga uang sumbangan dari donatur lain yang hingga kini belum diterima secara resmi.

"Kalau untuk donasi itu saya selalu sampaikan dari mana-dari mana. Di samping itu, rekening bukan ke kita, tetapi khusus orang-orang yang dipercaya oleh masyarakat di sini," pungkasnya.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads