Belasan potong tulang yang diduga bagian dari kerangka manusia ditemukan di kawasan hutan lindung Bukit Argapura, Dusun Batu Rimba, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tak hanya itu, polisi juga menemukan pakaian pekerja proyek warna merah.
"Ya, sebanyak 14 tulang diduga bagian kerangka manusia dievakuasi petugas," kata Kapolsek Lingsar, AKP Wiwin Widarti, Kamis (3/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wiwin tidak mendetailkan belasan potong tulang tersebut. Menurutnya, tulang belulang itu masih dalam pemeriksaan di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram.
"Masih di RS, belum keluar hasilnya," sebutnya.
Potongan tulang diduga bagian kerangka manusia itu semula ditemukan tiga warga pada Rabu (2/9) siang. Ketiga warga tersebut semula hendak mencari mata air di sekitar lokasi.
"Mereka menemukan sejumlah tulang yang diduga bagian tubuh manusia, termasuk tengkorak dan tulang kaki. Ketiga warga itu langsung mengamankan tulang yang ditemukan dan melaporkannya kepada pemerintah desa untuk ditindaklanjuti," kata Wiwin.
Wiwin mengatakan petugas langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan penemuan tulang belulang tersebut. Polisi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menyisir sekitar aliran kali.
Menurut Wiwin, penyisiran dari lokasi penemuan dilakukan hingga ke bawah aliran kali. Petugas menemukan beberapa bagian tulang di bawah curuk atau air terjun.
Selain tulang dan pakaian pekerja proyek warna merah, tim juga mengamankan dompet bertuliskan Semar Nusantara. Dompet itu berisi uang kertas dan logam dengan kondisi sudah rusak. Ada pula bungkus rokok GMJ dan tiga korek api. Akan tetapi, tidak ada tanda pengenal identitas yang ditemukan.
Baca juga: Pria Ditemukan Tewas di Rental Mobil Mataram |
"Barang-barang yang ditemukan bersama tulang sudah kami amankan. Selanjutnya tulang dan barang temuan dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Wiwin.
Berdasarkan kondisi tulang yang ditemukan, Wiwin menduga korban telah meninggal cukup lama dengan perkiraan lebih dari satu tahun. Namun, kepastian identitas dan penyebab kematian masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami masih melakukan penyelidikan. Identitas maupun penyebab kematian belum bisa dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan," pungkasnya.
(iws/iws)